October 2018 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Saturday, 27 October 2018

5 Manfaat Jadi Blogger


Selamat hari blogger nasional teman-teman!

Menjadi blogger adalah sesuatu yang belum pernah terfikirkan sebelumnya oleh saya. Pertama kali tahu tentang blog itu ketika saya masih kelas 2 SMA di tahun 2009. Tapi hanya sekedar tahu dan belum ada niat untuk membuat blog. Karena saat itu, yang saya bayangkan blog itu rumit, dan tentunya harus punya koneksi internet. Sedangkan saya adalah anak yang lahir di keluarga yang sangat sederhana. Jangankan koneksi internet, komputer saja sering lelet waktu itu.

Barulah di tahun 2014 saya coba-coba membuat blog. Blog pertama saya bernama menyapasiluetpagi.blogspot.com. Nama blog nya bikin ngantuk ya? Hahaha. Maklum lah, saya belum tahu apa-apa waktu itu.

Artikel pertama yang saya buat membahas tentang pohon Ki Hujan, itupun informasi nya nyomot semua dari wikipedia. Hahaha. Tapi postingannya sudah saya hapus, setelah tau ada plagiarism checker.

Selanjutnya, karena saya hobi jalan jalan, akhirnya saya menulis kisah perjalanan saya. Dari tahun 2014 sampai 2017, saya hanya menulis 10 artikel. Itupun beberapa ada yang dihapus lagi, karena saya rasa apa yang saya tulis waktu itu sifatnya pribadi, tidak untuk di-share ke khalayak umum.

Blog saya baru hidup kembali di tahun ini, tahun 2018. Berawal dari percakapan saya dengan rekan kerja di kantor. Kebetulan istrinya adalah seorang blogger. Beliau bercerita kalau istrinya sering mendapat rezeki dari kegiatan nge-blog nya. Istrinya juga beberapa kali ke luar kota karena acara blogger. Beliau kemudian menyarankan saya untuk menghidupkan kembali blog, dan bergabung dengan komunitas blog. Dari situ, saya tertarik.

Oh ya, blogger yang saya maksud itu adalah teh Winursih atau panggilan akrab nya Uwien Budi. Mungkin ada yang kenal dengan teteh satu ini?

Setelah percakapan itu, malam nya saya googling beberapa komunitas blogger. Setelah bergabung dengan beberapa komunitas blog, saya jadi terkesan. Ternyata, banyak manfaat yang saya rasakan selama ini setelah nge-blog:

1. Melatih Kemampuan Menulis
Sama halnya seperti berbahasa, menulis juga perlu dilatih setiap hari jika ingin semakin mahir. Blog adalah media yang cocok untuk mengasah kemampuan menulis. Tidak seperti menulis diary, menulis di blog mempunyai tantangan dimana kita harus bisa menulis sesuatu yang bisa dicerna dan enak dibaca oleh orang yang mengunjungi artikel kita.

Sampai saat ini, saya pun masih belajar untuk terus meningkatkan skill menulis. Kegiatan blogwalking atau berkunjung ke artikel blogger lain, bisa memperkaya pengetahuan tentang menulis. Setidaknya, saya bisa membuat perbandingan dan menganalisa, kenapa tulisan orang lain bahasa nya enak dibaca.

2. Wawasan Jadi Luas
Semua blogger memiliki latar belakang dan passion yang berbeda-beda. Ada yang hobi traveling, ada beauty enthusiast, ada yang bekerja di bidang keuangan, ada yang hobi kulineran, ada pula yang concern di bidang parenting. Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat saya jadi tahu tentang hal-hal yang selama ini tidak pernah saya 'sentuh'.

Soal beauty dan parenting misalnya. Dengan masuknya saya ke dunia blog, saya jadi tau dunia per-beauty-an yang selama ini sering saya cuekin, padahal saya wanita.😂 Dan menjadi blogger setelah jadi ibu itu, membuat saya sering mendapatkan ilmu tentang dunia parenting dari mom blogger lain.

3. Menambah Relasi
Buat saya, kenalan atau relasi adalah salah satu rezeki yang harus disyukuri. Rezeki tak melulu soal uang. Pertemanan, walau hanya di dunia maya, akan memperluas silaturahim, dan mempererat silaturahim adalah sumber rezeki dan menurut hadits Nabi, bisa memanjangkan umur bukan?

4. Lumayan, Dapet Uang Jajan
Setelah terjun ke dunia blog 'yang sesungguhnya' *hehe ceileh* aku baru tau kalau blog itu memang benar bisa dijadikan sumber penghasilan. Dulu saya hanya berfikir dapet uang dari blog itu hanya dari google adsense saja.

Setelah ikutan komunitas, ternyata banyak sekali informasi job untuk para blogger. Mulai dari campaign suatu produk, blogger gathering, content placement, sampai kerjasama menulis artikel. Fee nya pun bervariasi, buat saya yang pemula sih lumayan lah yaa buat jajanin anak sama suami beli baso. Hehe.


Selain dari hal yang diesbutkan di atas, kita juga bisa loh mendapatkan uang melalui CPA Marketing. Apa itu CPA Marketing? CPA atau singkatan dari Cost Per Action adalah turun dari affiliate marketing, dimana kita sebagai publisher bisa mendapatkan keuntungan dari setiap user yang melakukan sesuatu (action). Melakukan sesuatu ini maksudnya seperti mendaftar, mengisi formulir, mendownload sesuatu, membeli sesuatu, melalui halaman yang disediakan oleh pengiklan.


Bagi yang ingin mencoba mandapat keuntungan dari sistem ini, saya sarankan untuk berkunjung ke dr.cash. Dr.cash adalah salah satu jaringan afiliasi berbasis Nutra dengan pengiklan di seluruh dunia. Di sana, seorang webmaster dapat mendaftar ke program afiliasi, kemudian pilih produk, dan mulai beriklan. Setiap ada user yang melakukan sesuatu dari link yang kita sebar, kita akan mendapatkan komisi.


Dr. Cash memiliki keunggulan; customer service 24jam, 50 niche di bidang beauty dan kesehatan, pembayaran setiap Senin, Rabu, dan Jumat melalui paypal atau wire transfer, 2402 penawaran Nutra, dan GEO di seluruh dunia.

5. Selalu Up to Date
Blogger ini menurut saya sama hal nya dengan jurnalis. Banyak postingan blogger yang selalu kekinian. Entah itu postingan di blog nya, ataupun media sosial. Saya jadi tahu banyak hal dan jarang ketinggalan berita terkini semenjak berteman dengan blogger.

Contohnya, seperti berita tentang gempa di Palu. Pertama kali saya tahu dari salah satu postingan seorang blogger di media sosial instagram. Palu, Sigi, dan Donggala, kini sedang berduka. Gempa, tsunami, dan likuifaksi telah meluluhlantahkan rumah sekaligus kehidupan penduduk di sana. Sungguh teriris hati ini saat melihatnya. Yang paling aku tak sanggup bayangkan adalah bagaimana nasib  anak-anak di sana? Terutama nasib para bayi dan balita. Rasanya kok jadi inget anak sendiri.

Untuk itu, di sini saya mengajak teman-teman semua untuk membantu meringankan beban para korban di sana. Sekecil apapun bantuan dari kita, tentunya akan berarti sangat besar bagi para korban bencana di Palu.

Komunitas Bandung Hijab Blogger bekerja sama dengan tim Aksi Cepat Tanggap atau ACT wilayah Jawa  Barat, mengajak teman-teman untuk turut serta menghidupkan kembali keceriaan para korban di Palu. Caranya, kita bisa berdonasi melalui rekening BNI Syariah 8660 2910 1810 0063 atas nama Aksi Cepat Tanggap.


Nah, sekian ceritaku kali ini tentang mengapa saya menjadi blogger, dan apa manfaat yang saya rasakan. Teman-teman juga bisa membaca cerita dari teh Puspa tentang pengalaman seru menjadi blogger di sini.


Tuesday, 23 October 2018

9 Gunung yang Bisa Didaki Selama 1 Hari

Pengen naik gunung, tapi ga mau camping karena males bawa peralatan yang banyak dan bikin badan jadi super pegal? Mungkin bisa dicoba gunung-gunung di bawah ini. Rata-rata ketinggiannya di bawah 3.000 MDPL, sehingga untuk mencapai puncak nya kita bisa melakukan pendakian tek-tok, alias mendaki hanya sehari saja, tanpa perlu berkemah.

1. Gunung Papandayan
Terletak di kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2665 MDPL ini bisa didaki dengan waktu 4-5 jam saat naik, dan lama pendakian turun sekitar 2-3 jam. Sehingga total waktu untuk mendaki gunung ini hanya 6-8 jam saja.

Gunung ini juga sangat saya sarankan bagi pemula. Selain medan nya yang tidak begitu berat, gunung ini juga punya pemandangan yang menurut saya sih, ga bosan-bosan untuk dilihat. Pemandangan khas nya ada pada kawasan Hutan Mati.


Setelah capek naik gunung, pulang nya kita bisa berendam di kolam air panas yang terletak tak jauh dari pintu masuk gunung Papandayan.


2. Gunung Prau
Gunung Prau terletak di desa Dieng, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung Prau memiliki ketinggian 2.656 MDPL. Ada dua jalur resmi yang bisa dilalui untuk mendaki gunung Prau ini, yaitu jalur Pathak Banteng dan jalur Dieng. Keduanya memiliki ciri khas yang berkebalikan.

Jalur Dieng memiliki medan yang lebih landai, namun waktu tempuh nya lebih lama, yaitu sekitar 4 jam perjalanan. Sedangkan jalur Pathak Banteng memiliki medan yang cukup curam, namun waktu tempuh nya lebih singkat, yaitu seikitar 2 jam perjalanan.

Seperti kita ketahui, Dieng merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan sunrise, karena Dieng merupakan spot sunrise terbaik se-Asia Tenggara. Sunrise ini menurut saya lebih keren jika diamati dari puncak gunung Prau, karena pemandangannya komplit. Kita bisa melihat gunung Sindoro dan Sumbing yang terlihat gagah, serta hamparan bukit Teletubbies yang hijau, dan jika beruntung, kita akan menemukan pemandangan lautan awan di sini.


 
3. Ranu Kumbolo, Gunung Semeru
Ini dia surga nya para pendaki di gunung Semeru. Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang terletak di ketinggian 2.390 MDPL. Ranu Kumbolo cocok bagi pendaki yang ingin mencicipi gunung Semeru, namun tidak ingin ke puncak nya.

Untuk dapat sampai di Ranu Kumbolo, cukup berjalan kaki selama 4-5 jam dari base camp Semeru di Ranu Pane. Begitu sampai, silahkan rasakan indah dan damai nya Ranu Kumbolo, tapi jangan sampai mengotori danau ini ya.

Foto: tribunnews.com

4. Gunung Manglayang
Orang Bandung, terutama orang Bandung Timur pasti tau gunung ini dong. Gunung Manglayang memiliki ketinggian 1.818 MDPL, tak sampai 2000. Ada beberapa jalur yang bisa mengantarkan kita menuju puncak Manglayang, tapi saya sih biasanya melalui jalur Batu Kuda, atau Baru Beureum di daerah Jatinangor. Lama waktu yang ditempuh sekitar 3-4 jam perjalanan.


5. Gunung Tangkuban Perahu
Ini dia gunung ikonik kota Bandung, padahal sebetulnya gunung ini secara geografis terletak di kabupaten Subang. Banyak yang bilang, gunung Tangkuban Perahu adalah satu-satunya gunung yang bisa menggunakan mobil untuk sampai puncak nya.

Eitss siapa bilang? Itu belum puncak nya loh, tapi baru sampai di kawah nya saja. Untuk sampai di puncak nya, kita perlu mendaki lagi kira-kira 1-2 jam menyusuri kawah.


6. Gunung Burangrang
Gunung dengan ketinggian 2.064 MDPL ini letaknya bersebelahan dengan gunung Tangkuban Perahu. Cukup berjalan selama 4 jam saja untuk sampai di puncak. Jika ingin mendaki gunung ini, sebaiknya ditemani oleh orang yang sudah pernah ke sini ya, karena jika belum, khawatir akan tersesat ke daerah Situ Lembang. Situ Lembang adalah tempat yang dijaga oleh TNI. Tempat ini sering dijadikan tempat latihan menembak. Ga mau dong, sampai terkena peluru nyasar?





7. Gunung Galunggung
Nah, kalau orang Tasikmalaya pasti tau ya gunung ini. Puncak tertinggi nya ada di ketinggian 2.168 MDPL. Tapi, ga perlu sampai puncak nya juga sudah asik. Setelah melewati ratusan anak tangga, kita bisa menikmati pemandangan kawah gunung Galunggung. Hijau, asri, seneng deh.


8. Gunung Andong
Seperti gunung Manglayang, gunung Andong memiliki ketinggian kurang dari 2000 MDPL, lebih tepat nya hanya 1.726 MDPL. Gunung Andong terletak di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Saya juga akan merekomendasikan gunung ini bagi para pemula. Sebab, gunung ini memiliki banyak keunggulan.

Pertama, pemandangan di sekitar puncak yang keren abis. Dengan hanya memutar badan, kita akan melihat gunung-gunung lain seperti Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan gunung Telomoyo. Kedua, di sini sudah ada warung, ada sinyal, dan ada banyak mata air. Wah, enak banget kan?

Foto: Tribun Jateng tribunnews.com

9. Gunung Batur
Gunung Batur terletak di kecamatan Kintamani, Bali. Meskipun gunung ini adalah gunung kedua tertinggi di Bali, tapi ketinggiannya hanya 1.717 MDPL saja, masih di bawah 2000 MDPL. Banyak sekali turis, baik lokal maupun asing yang sengaja datang kemari demi menikmati indahnya sunrise di puncak gunung Batur. Gunung Batur terbilang gunung yang masih aktif, bahkan kita bisa sampai merebus telur di puncak nya!

Foto: travel.kompas.com
Itulah kesembilan gunung yang bisa kita daki hanya dalam waktu satu hari saja. Meskipun hanya sehari, persiapkan fisik dan stamina yang  kuat ya. Jadi, kapan kita kemana?

Monday, 22 October 2018

Perlengkapan Bayi yang Akhirnya Tak Terpakai

Sebagai seorang ibu baru, tentunya saya merasa excited saat menyambut kelahiran anak pertama. Saya yakin semua wanita yang baru pertama kali hamil pasti merasakannya juga kan?

Saking excited nya, waktu hamil anak pertama semua perlengkapan bayi dibeli. Gaji tiap bulan tiba-tiba habis cuma buat beli perlengkapan bayi, yang pada akhirnya.. banyak barang yang tidak terpakai 😅

Nah, siapa tahu ada new mom juga di sini. Saya cuma ingin berbagi, barang-barang apa saja yang jaaarang terpakai bahkan ada yang tidak terpakai sama sekali. Tujuannya, supaya nanti kalau beli perlengkapan bayi seperlunya saja, ga mubazir.

1. Box Bayi
Dulu saya ga pernah menyangka kalau kehidupan setelah melahirkan itu se-stress ini. Begadang tiap malam, kadang si bayi minta nyusu, kadang nangis ga jelas maunya apa. Menempatkan bayi di box bayi terutama saat malam adalah satu kesalahan besarrrr. Malah tambah repot cyiinn, bulak balik dari kasur ke box bayi waktu bayi rewel. Akhirnya mah si bayi tidur sekasur sama emak bapak nya.


2. Bedong
Kalau dengar cerita ibu saya, bedong itu kepake sampai 6 bulan. Tapi entah karena perkembangan zaman atau apa ya. Bedong hanya bertahan satu bulan saja buat anak saya. Lebih dari satu bulan, anak saya sudah ga betah di-bedong. Untungnya saya beli bedong yang kainnya bisa dipakai untuk selimut juga. Jadinya ga mubazir mubazir amat.

3. Bantal Anti Peyang
Mungkin buat sebagian ibu bantal anti peyang ini sangat membantu. Tapi buat saya, ini ga ngaruh sama sekali. Bayi saya ga betah tidur di bantal ini. Jadinya bantal anti peyang ini jarang saya pakai.


4. Stroller
Sekali lagi, kalau buat sebagian ibu lain stroller ini sangat bermanfaat dan terpakai mungkin sampai usia anak 3 tahunan. Tapi, lagi-lagi buat anak saya, stroller ini ga terpakai sama sekali. Gatau kenapa tiap dimasukin ke stroller dia nangis. 😪 Pengennya digendong kemana-mana.

 

5. Dot, Empeng, Cup Feeder, Dot Sendok, dan kawan-kawan
Saya sampai hari ini memutuskan untuk menjadi seorang working mom. Keputusan saya ini lumayan memberikan tantangan, terutama saat pemberian ASIP selama saya bekerja. Drama nyaaa ampun deh. Saya sudah beli dot berbagai merk dari yang termurah sampai dot mahal yang cenah mah semua bayi akan suka karena bentuk nya mirip puting ibu. Tapi semua dot yang saya beli itu ditolak mentah-mentah oleh bayi. Kalau dipaksakan pun, yang masuk hanya 30ml saja. Sisanya, bayi malah nangis kejer.

Drama ini berlangsung sampai H-1 saya masuk kerja. Saya baca di beberapa artikel, katanya media paling baik untuk ASIP itu cup feeder atau dot sendok. Saya coba pakai, ternyata hari pertama saja saya sudah nyerahhh hahaha. Drama nya lebih-lebih dari drama penolakan dot. Yang ini ditambah bayi jadi keselek, nangis kenceng luar biasa sampe tetangga pada keluar. Sampai-sampai ada yang saranin bayi saya di-ruqyah. Emangnya bayi saya kesurupan jurig apaaahhh?? 😭😭


Sampai suatu hari, ada satu merk dot yang memang  belum pernah saya beli dan coba. Sempat ragu awalnya, takut dot yang ini ga cocok juga dan akhirnya malah mubazir. Tapi saya coba dulu deh. Merk nya Pigeon versi wide neck/peristaltic plus. Dan ternyata anak saya maauuu..!! Satu botol ASIP habis. Ku terharruuuu.. Coba ya, bayi bisa ngomong, "pengen dot merk ini" kan jadinya saya ga perlu ngalamin drama. Dan yang terpenting, dot ini ga bikin bayi jadi bingung puting. Eh, btw ini murni pengalaman saya ya, saya ga dibayar sama sekali sama Pigeon 😂
 6. Tempat Minum Khusus Toddler
Semakin besar, bayi saya sudah semakin jarang menggunakan dot. Menjelang usia satu tahun, saya berniat untuk mengajari anak saya minum menggunakan gelas. Sebelum menggunakan gelas, saya coba pakai tempat minum khusus toddler yang, katanya sih, ergonomis untuk bayi dan bikin bayi ga keselek.

Hehe, tapi ternyata sama saja. Pakai botol ini tetep aja keselek. Akhirnya ibu saya ngomel-ngomel, "udah, ga usah dipakein, mending pake gelas langsung aja". Saya nurut, dan sampai saat ini tempat minum nya tersimpan rapi di rak piring, jarang disentuh lagi. Padahal harga nya lumayan 😭

Coba tebak, kira-kira ini merk apa?
 Barang-barang yang tidak terpakai tadi akhirnya saya berikan. Pelajaran untuk anak ke dua nantinya, kalau beli perlengkapan bayi jangan sampai kalap.

Friday, 19 October 2018

Honeymount Trip ke Gunung Merbabu via Wekas


Flashback lagi ke tahun 2016. Saking bingung mau nulis apa, jadi ku tulis saja cerita-cerita perjalanan dulu yang belum sempat ditulis, hehe. Please jangan bosen sama cerita meng-gunung ku 😁. Ya, siapa tau di sini ada yang mau ke gunung Merbabu juga.

Tentang Gunung Merbabu
Gunung Merbabu terletak di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Merbabu ini unik, karena memiliki 7 puncak. Puncak tertinggi nya ada di ketinggian 3.142 MDPL yang dinamakan Puncak Kentheng Songo. Pemandangan khas dari gunung Merbabu ini adalah sabana rumput hijau nya yang indah bak permadani.



Bandung - Yogyakarta, 7 Jam
Kami berangkat menggunakan kereta api Sabtu subuh. Seharusnya kami berangkat Juma't malam, tapi kami ketinggalan kereta, heheh. Untunglah tiket kereta untuk esok hari nya masih ada.

Bandung - Yogyakarta ditempuh selama 7 jam perjalanan. Lumayan pegel juga ya ternyata 😂. Kerjaan kami selama di kereta cuma tidur, ngemil, mainin hp, atau jalan-jalan ke gerbong makan. Hmm, ku tak sanggup membayangkan kalau sekarang saya harus menmpuh perjalanan selama itu sambil bawa anak.



Sampai di Yogyakarta
Kira-kira pukul 12 siang, sampai juga kami Yogyakarta. Agak bingung juga kami waktu itu mau turun di stasiun mana, tapi karena di tiket tertulis berhenti di stasiun Lempuyangan, ya sudah kami turun di sana.


Begitu turun, kami disambut gerimis syahdu. Nah, dari sini kami mulai bingung (lagi). Sebelumnya kami berdua memang minim persiapan dan pengetahuan tentang transportasi menuju gunung Merbabu (salah banget iniii). Lalu di depan ada mas-mas yang membawa tas carrier seperti kami. Kami hampiri dan tanya (dengan ke-sok-tahua-an kami)

"Mas, mau ke Merbabu?"
Tak disangka, mas nya mejawab
"Oh engga mas, mbak, saya mau pindah kosan"
Engg.. Zonk.
Kami berdua hanya bisa tertawa.

Karena sudah zhuhur, kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Siapa tau, setelah ibadah tiba-tiba dapet tebengan sampai puncak Merbabu. Eh, halu nya ketinggian.

Yogyakarta - Magelang - Wekas, 3 Jam
Selesai sholat kami masih luntang-lantung bingung kemana. Kami bertanya kepada orang-orang, menurut mereka kami harus menaiki bus transjogja menuju terminal bus Giwangan, lalu lanjut menaiki bus lagi menuju Magelang. Baiklah.

Alhamdulillah ternyata ucapan orang-orang bukan hoax. Hehehe. Kira-kira pukul 5 sore kami tiba di terminal bus Magelang. Menurut informasi yang saya dapat di google, dari sini kami tinggal menaiki angkutan umum menuju desa Wekas. Tapi hari sudah terlalu sore, angkutan umum (angkot) sudah tidak ada. Kami berdua 'ditodong' oleh bapak-bapak yang menawarkan avanza nya untuk mengantar kami, bahkan sampai ke basecamp gunung Merbabu di Wekas. Ketika ditanya harganya, beliau menawarkan Rp 250.000,-. Wew. Aku terkejoed.

Aku coba tawar, tapi si bapak cuma kasih 200ribu. Yah, dengan berat hati kami menyetujuinya. Kalau pergi nya banyakan enak kali ya, bisa patungan.

Ternyata, dari terminal bus Magelang ke Wekas itu lumayan jauh juga ya, pantas saja bapak ini kasih harga 250.000, tapi tetep kemahalan sih menurut saya. Lama perjalanan kira-kira 1 jam.

Setiba nya di basecamp gunung Merbabu, kami melapor untuk memperoleh SIMAKSI. Di sini, KTP suami saya ditahan sebagai jaminan, karena setelah mendaki sampai puncak, kami diharuskan turun lagi melalui jalur yang sama, jalur Wekas. Yah, sayang sih, karena rencana nya kami akan turun melalui jalur Selo dan setelah itu kami lanjut ke gunung Merapi. Tapi tidak diizinkan.

Basecamp Wekas - Pos 2 Gunung Merbabu, 4 Jam
Sampai di Base Camp, kami beristirahat sambil packing ulang barang bawaan, lalu mengisi perut supaya ada tenaga saat mendaki. Kira-kira pukul 8 malam, kami memulai pendakian.

Menurut warga di sini sih, kami tinggal berjalan mengikuti pipa air. Langkah pertama langsung disuguhi jalan menanjak, melalui rumah-rumah warga. Jalannya sudah di-cor dengan semen seadanya, licin karena basah bekas hujan.

Kira-kira 20 menit dari jalan ber-cor kami mulai memasuki area hutan. Trek dari basecamp sampai Pos 2 ini nanjak terus cuy, sekalinya nemu yang datar ehh makam. Tapi jika kita menengok ke belakang, akan kita jumpai pemandangan kerlip lampu kota Magelang di malam hari. Kerenn pokoknya.

Jangan khawatir kehausan karena sepanjang jalan menuju Pos 2 gunung Merbabu banyak sekali ditemukan mata air. Silahkan isi botol sepuasnya, asal jangan merusak pipa air yang mengalir ke rumah warga ya.

Akhirnya kami sampai juga di Pos 2 gunung Merbabu setelah kurang lebih 4 jam berjibaku dengan tanjakan di tengah hutan. Pos 2 ini memiliki lahan yang luas dan biasa dijadikan tempat mendirikan tenda oleh pendaki yang hendak menuju puncak Merbabu. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kami berdua segera mendirikan tenda dan langsung istirahat.

Pos 2 Gunung Merbabu di Pagi Hari
Pos 2 Gunung Merbabu - Puncak Kentheng Songo, 4 Jam
Idealnya kami harus bangun dan lanjut mendaki pukul 2 pagi agar kami bisa menikmati sunrise di puncak Merbabu. Tapi apa daya, badan kami sangat lelah. Setelah sholat Shubuh pun, saya tidur lagi. Ditambah lagi cuaca yang dingin, makin mager lah diri ini.

Sekitar pukul 7 saya kembali bangun dan bersiap untuk sarapan. Menu sarapan pagi kami waktu itu nasi yang dibeli di basecamp Wekas. Sudah dingin memang, tapi entah kenapa kalau di gunung rasanya ya enak-enak aja.

Pukul 8 pagi kami bersiap. Mempersiapkan tas yang diisi perlengkapan untuk summit, merapikan tenda dan menutupnya rapat-rapat.


Perjalanan menuju puncak Merbabu masih disuguhi trek yang menanjak. Ada beberapa pos yang harus dilalui sebelum menggapai puncak, tapi saya lupa ada berapa pos, hehe.

Di tengah perjalanan, kira-kira setelah 3 jam perjalanan, tiba-tiba mendung menyapa. Tapi kami terus berjalan. Beberapa menit kemudian hujan turun disertai dengan petir. Galau banget kami waktu itu, antara terus lanjut karena puncak tinggal sedikit lagi, atau kah kembali turun ke Pos 2. Sambil berfikir kami terus berjalan. Tapi cuaca tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Hujan terus mengguyur, kilat dan petir pun terus menyambar. Dengan alasan keselamatan, kami memutuskan untuk turun kembali ke tenda. Kami takut akan terjadi badai yang lebih dari ini.

Jas Hujan Kresek Andalanque
Lanjut apa Balik Kanan?
Untunglah kami memutusan untuk kembali ke tenda, karena hujan semakin membesar dan petir yang terus menyambar. Hujannya sih tak masalah, tapi petir nya itu yang buat khawatir, karena di puncak nyaris tidak ada tempat untuk melindungi diri dari petir. Benar-benar padang sabana yang terbuka.

Summit Ke-Dua
Sepanjang perjalanan menuju tenda, hujan terus mendera, menyebabkan pakaian dan sepatu kami basah kuyup. Begitu memasuki tenda kami bergegas mengganti pakaian dan beristirahat.

Kami menginap semalam lagi di Pos 2. Esok subuh, kami melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini kami berangkat pukul 4 subuh. Masih terlalu siang jika ingin mengejar sunrise di puncak, tapi tak mengapa, karena saya sudah tidak menargetkan sunrise di puncak lagi.

Summit atau perjalanan menuju puncak ke 2 ini didukung oleh cuaca yang masih bersahabat. Oh ya, sepanjang jalan dari Pos 2 ke puncak kita tidak menemukan sumber air. Untuk sholat shubuh pun kami terpaksa tayamum. Maka dari itu, perbekalan air harus mencukupi.


Trek yang dilalui masih menanjak, tapi pemandangan jadi semakin indah. Kanan kiri terlihat sangat hijau. Di beberapa titik kita bisa menemukan pemandangan awan berada sejajar bahkan di bawah kaki kita. Rasanya seperti berjalan di atas langit. 

Jembatan Setan
Ini adalah ciri khas jalan yang harus dilalui pendaki sebelum puncak jika melalui jalur Wekas. Dinamakan jembatan setan karena jalannya yang hanya se-lebar telapak kaki kita. Untuk melaluinya kita benar-benar mengandalkan keseimbangan kaki dan juga pegangan tangan ke tebing. Saya benar-benar penasaran dengan jalur ini. Tapi begitu sampai, ternyata tak se-seram yang dibayangkan.

Memang betul, jalannya sempit, seperti jembatan, dan menyeramkan seperti setan. Tapi jarak yang ditempuh cukup pendek kok, mungkin hanya 10-15 meter saja. Di bawah memang jurang sih, tapi kalaupun terjatuh, masih aman karena masih ada tanah pijakan lagi yang cukup lebar dan jaraknya tidak begitu jauh dari jembatan setan.

Tanjakan Terakhir Menuju Puncak Merbabu
Akhirnya Puncak!!
Setelah melalui jembatan setan ini puncak sudah mulai terlihat. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana, mungkin sekitar 15 menit dari jembatan setan. Alhamdulillah walaupun kami tak mendapatkan pemandangan sunrise di puncak, tapi cuaca pagi ini membentuk pemandangan  yang indah. Jadi pengen nyanyi, "langit biiruu.. awan puutiihh.."




Di puncak kami bisa melihat pemandangan gunung Merapi dengan begitu jelas. Juga gunung triple S lainnya: Sindoro, Sumbing, Slamet. Gunung Andong juga terlihat dari sini. Juga pemadangan kota Magelang yang tampak kecil jika dilihat dari atas sini.

Gunung Merapi dilihat dari puncak Merbabu
 Subhanallah, berdiri di puncak membuaku tersadar, apa yang pantas dibanggakan dari diri yang kecil ini?

Tuesday, 16 October 2018

Yuk, Aplikasikan Zero Waste di Kehidupan Sehari-hari!



Tahu kah gengs, menurut Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun (Dirjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), di tahun 2016 Indonesia memproduksi hampir 65 juta ton sampah per hari nya?

Hmm. 65 juta ton itu se-gimana yah?

Perumpamaannya mungkin se berat 1 milyar wanita dewasa dengan berat 65 kg. Wow, bahkan penduduk Indonesia saja hanya ada 270 juta jiwa. Bagaimana bisa, jumlah sampah di Indonesia per hari nya bahkan bisa sampai 4 kali lipat dari total penduduk nya?

Sampah-sampah yang dihasilkan pun beragam macam nya. Dari mulai sampah organik yang mudah terurai sampai sampah plastik dan limbah industri yang bahkan sampai puluhan tahun sulit hilang.

Konsep Zero Waste
Adalah sebuah gagasan yang akan sangat membantu meminimalisasi jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia setiap hari. Bahkan mungkin konsep zero waste ini bisa jadi satu-satunya solusi untuk mengendalikan jumlah sampah. Konsep zero waste memiliki prinsip 5R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), Replace (mengganti), dan Replant (menanam).

Nah, jika kita sudah tahu teori nya, maka tugas kita adalah menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Mungkin ide-ide simple ini bisa kita terapkan sehari-hari sebagai bentuk aplikasi dari konsep Zero Waste.

1. Jajan, Bawa Wadah Sendiri
Ini biasa saya lakukan saat membeli jajanan atau makanan dan hendak dibawa ke rumah seperti bubur, nasi kuning, lontong kari, seblak, dan lain-lain. Lumayan kan, mengurangi sampah plastik walaupun hanya 1 buah plastik. Ditambah lagi saya termasuk team tidak diaduk, beli bubur pake wadah yang dibawa sendiri bikin topping dan buburnya tidak tercampur. Siapa di sini yang termasuk geng tidak diaduk juga?



2. Memakai Menstrual Cup atau Menstrual Pad
Ladies, ternyata pembalut sekali pakai yang sering kita gunakan merupakan salah satu penyumbang terbesar  sampah di bumi ini, khususnya di Indonesia. Nah, akhir-akhir ini sedang hits menstrual cup untuk menampung darah haid yang bisa dipakai berkali-kali. Tapi masih banyak yang ragu untuk memakainya. Nah, kalau ragu, mungkin kita bisa pakai menstrual pad yang juga bisa dipakai berkali-kali.



3. Menggunakan Clodi Untuk Anak
Semenjak punya bayi, sampah yang dihasilkan di rumah saya 50% nya adalah sampah popok. Dalam satu minggu sampah popok bisa se-keresek penuh. Itu baru sampah dari saya saja, gimana sampah dari ibu-ibu lainnya? Nah, pemakaian clodi bisa jadi alternatif pengganti popok sekali pakai. Memang agak mahal, tapi difikir-fikir, untuk investasi bagus juga. Karena ke depannya saya bisa lebih hemat, tidak ada lagi pengeluaran bulanan untuk beli popok.


4. Memisahkan Sampah Plastik
Saya biasa mengumpulkan sampah plastik seperti bekas botol minuman atau botol lainnya yang bisa didaur ulang. Kalau sedang rajin, sampah botol plastik ini bisa saya jadikan barang yang lebih bermanfaat atau hiasan. Kalau sedang sibuk dan tak sempat mendaur ulang biasanya akan saya berikan ke pemulung yang sering lewat depan rumah. Nantinya sampah plastik ini akan mereka setorkan ke pengepul untuk dicacah dan didaur ulang.



5. Zero Waste Saat Travelling
Sebisa mungkin saya mengurangi sampah plastik saat bepergian. Terutama saat mendaki gunung, karena di gunung tidak ada tempat sampah. Makanan yang berpotensi menghasilkan sampah seperti makanan ringan, saya masukkan ke dalam wadah. Makanan mentah lain seperti beras, telur, sayuran mentah, pun saya masukkan ke dalam wadah khusus. Selain mengurangi sampah plastik, juga menjaga keadaan makanan tetap dalam kondisi baik. Begitu juga dengan minuman, sebisa mungkin saya mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan, saya lebih senang membawa botol yang bisa diisi ulang.
 


6. Menggunakan Sedotan Stainless atau Alumunium
Yes, sekarang sudah ada pabrik yang memproduksi sedotan bukan dari bahan plastik, tapi dari besi dan alumunium. Harga nya pun cukup murah, di online marketplace kita bisa memperoleh 1 set sedotan stainless seharga 30 ribu sudah termasuk sikat pembersih nya. Sedotan stainless ini bisa kita bawa saat makan di luar rumah. Selain bisa dipakai berkali-kali, tentunya dengan menggunakan 'sedotan pribadi' ini akan jauh lebih higienis daripada sedotan plastik.
 


7. Belanja, Bawa Kantong Sendiri
Teorinya sih bilang begitu, tapi untuk yang satu ini saya sulit terapkan. Terlebih, saya juga termasuk ibu-ibu yang hobi mengumpulkan kantong keresek bekas belanjaan. Buat apa? Biasanya saya pakai kembali untuk wadah sampah juga ehehe. Ya, tapi beberapa kali pernah saya coba untuk berbelanja dengan membawa kantong sendiri.


Mungkin itu beberapa hal kecil dan simple namun bisa memberikan kontribusi dalam pengurangan jumlah sampah di bumi. Aku yakin pasti ada ide-ide lain yang belum saya tulis di sini, boleh dong share di kolom komentar, aku ingin dengar :)

Saturday, 13 October 2018

3 Wanita yang Menginspirasi Dunia

Collaboration with Bandung Hijab Blogger

Saya bertanya kepada sejumlah teman,
"siapa sih wanita yang suka menginspirasi kamu?"
Dan rata-rata jawabannya adalah
"Ibu"

Ternyata kecintaan mereka terhadap ibunya begitu luar biasa sehingga banyak sekali orang-orang yang menjadikan ibunya sebagai sosok yang selalu menginspirasi dirinya. Memang benar, jasa seorang ibu tidak akan pernah bisa dibalas dengan apapun. Bahkan di dalam marah nya pun masih tersimpan rasa sayang untuk kita, anak-anaknya.

Di artikel ini saya juga ingin membahas tentang 3 ibu-ibu (atau mungnkin calon ibu) lain yang tak hanya menginspirasi anak-anaknya saja, tapi juga banyak orang di seluruh belahan dunia.

1. Siti Hajar
Beliau adalah istri dari Nabi Ibrahim 'alaihi salam. Satu hal yang paling saya kagumi dari sosok Siti Hajar ini adalah kesabaran dan ketegaran nya yang luar biasa. Siti Hajar merupakan istri kedua dari Nabi Ibrahim a.s. Sebelumnya, Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Sarah, namun setelah sekian tahun, Siti Sarah tak kunjung memiliki buah hati. Karena itulah, Siti Sarah kemudian menyuruh Nabi Ibrahim untuk menikahi Siti Hajar.

Singkat cerita, Allah kemudian menghadirkan keturunan dari rahim Siti Hajar. Ujian datang dimulai dari sini. Siti Sarah yang merasa cemburu, kemudian menyuruh Nabi Ibrahim untuk membawa pergi Siti Hajar dan anaknya, Ismail. Nabi Ibrahim lalu meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang masih bayi di tengah padang pasir yang gersang dan tandus, tidak ada kehidupan.

Siti Hajar dengan tegar bertanya kepada Nabi, "Apakah ini adalah perintah Allah?"
Nabi menjawab dengan singkat, "Benar," sambil berlalu meninggalkan Siti Hajar..
"Jika memang benar ini perintah Allah, maka aku akan mentaatinya" ujar Siti Hajar.

Siti Hajar kemudian berlari ke bukit Shafa dan Marwah, mencari mata air hingga tujuh kali. Namun, tidak didapatinya apa yang ia inginkan. Karena ketegaran, kesabaran, dan ketaatan Siti Hajar, Allah kemudian memberikan keajaiban. Dari pasir yang ditendang-tendang oleh Ismail yang menangis kehausan, muncullah mata air. Melihat air yang keluar tersebut, Siti Hajar berkata "Zam zam..!" yang artinya "berkumpullah!". Seketika air keluar terus menerus dan berkumpul.

Kisah Siti Hajar dan Ismail ini kemudian diperingati oleh ummat Islam dalam salah satu rukun Haji yang dinamakan Sa'i. Dan air zam-zam yang keluar sampai saat ini masih ada dan dinikmati oleh seluruh ummat di dunia.

Ujian tak hanya sampai di situ. Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail. Bagaimana bisa? Anak yang dinanti-nanti selama ini malah diperintahkan untuk disembelih. Tapi Ismail adalah anak yang taat, beliau menjalankan perintah Allah tersebut. Keajaiban pun datang, saat pedang Nabi Ibrahim hampir menyentuh leher Ismail, Allah gantikan dengan seekor kambing, sehingga pedang itu akhirnya menyembelih kambing. Peristiwa ini pun juga diperingati ummat Islam dalam ibadah Qurban.

Sungguh, kesabaran dan ketangguhan Siti Hajar dalam menerima setiap ujian adalah hal yang sangat menginspirasi saya. Kalau ujian ini diberikan di masa sekarang, mungkin jadinya malah dijadikan status, mengeluh dan curhat di medsos. Hehe.

2. Gita Savitri Devi
Mungkin sudah banyak yang tahu dan mengenal sosok ini.  Dirinya kini tengah menjadi sorotan dan idola bagi kaum muda di Indonesia, termasuk saya, hehe. Gita memulai karir nya dari sebuah kanal di Youtube. Ia adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yang melanjutkan studi S1 dan S2 di Jerman. Melalui channel youtube nya, Gita selalu membagikan kegiatan yang dilakukannya selama berada di Jerman.. Namun, tidak hanya itu, Gita juga sering mengutarakan pendapatnya terhadap suatu berita yang sedang hangat diperbincangkan melalui segmen "Beropini".

Inilah yang saya kagumi. Gita itu ternyata usianya sepantar dengan saya. Tapi, ide-ide dan opini nya seperti orang dewasa di atas saya. Hampir semua pendapat yang ia utarakan selalu benar adanya (meskipun tidak semua sih). Buat saya, Gita adalah sosok yang inspiratif karena selain cantik, ia juga cerdas, wawasannya luas, dan open minded.
 
3.Marie Curie
Beliau adalah seorang tokoh wanita yang terkenal di bidang fisika, matematika, dan kimia. Marie Curie terlahir dengan nama Maria Sklodowska di sebuah desa di Polandia pada 7 November 1897. Ia adalah seorang anak perempuan yang haus akan ilmu pengetahuan. Keingintahuannya yang dalam ini menjadikan Marie menjadi siswi yang lulus dengan nilai terbaik di desa nya.

Marie kemudian melanjutkan pendidikannya di bidang matematika dan fisika. Berkat kerja keras dan semangat nya dalam menimba ilmu, ia akhirnya menemukan 2 zat radioaktif; polonium dan uranium. Penemuan nya ini kemudian menjadikan Marie mendapatkan Nobel Prize.

Keberhasilannya tersebut tak lantas membuatnya berhenti. Bersama suaminya, Pierre Currie, Marrie terus melakukan penelitian tentang radioaktif. Namun sayangnya, Pierre Currie harus terlebih dahulu meninggalkan Marrie karena kecelakaan.

Selepas kematian suaminya, Marrie memutuskan untuk menajdi dosen fisika. Lagi-lagi, beliau adalah dosen wanita pertama di Universitas Sorbonne Prancis. Marrie kemudian melanjtukan penelitiannya dan menemukan unsur radium murni yang terlepas dari garam. Pnemuan kedua nya ini berhasil menjadikan Marrie sebagai peraih Nobel Prize ke-dua di bidang yang berbeda.

Rupanya, hasil penelitian Marrie tak hanya untuk kalangan  pelajar saja. Ia mendedikasikan dirinya untuk membantu pengobatan para korban perang di Perancis. Bersama-sama dengan perawat wanita lainnya, Marie Curie menyulap 1 unit mobil menjadi unit radiologi berjalan yang memiliki peralatan sinar X. Ia mendatangi setiap pos yang memerlukan perawatan akibat luka tembakan.

Marie bersama murid dan beberapa kolega nya pun berhasil menemukan 29 jenis isotop radioaktif selain radium. Penemuan-penemuan nya ini semakin mempererat nama Marie dengan unsur radioaktif. Namun sayangnya, Marie tak pernah tahu bahwa radioaktif memiliki dampak negatif untuk dirinya. Ia kemudian meninggal karena menderita kanker. Tapi, Marie meninggalkan generasi penerus yang luar biasa tangguh. Kedua anaknya juga berhasil meraih penghargaan Nobel.

Sungguh, semangat dalam mencari ilmu pengetahuan dan dedikasi nya terhadap kemanusiaan patut menjadi inspirasi bagi semua wanita di dunia.

Itulah 3 tokoh wanita yang menurut saya mampu menginspirasi kita semua. Baca juga yuk, 3 tokoh wanita inspirasi lainnya di tulisan teh Ume di sini.

Kalau tokoh wanita inspirasi kalian siapa?


Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done