Honeymount Trip ke Gunung Merbabu via Wekas

13:53:00


Flashback lagi ke tahun 2016. Saking bingung mau nulis apa, jadi ku tulis saja cerita-cerita perjalanan dulu yang belum sempat ditulis, hehe. Please jangan bosen sama cerita meng-gunung ku 😁. Ya, siapa tau di sini ada yang mau ke gunung Merbabu juga.

Tentang Gunung Merbabu
Gunung Merbabu terletak di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Merbabu ini unik, karena memiliki 7 puncak. Puncak tertinggi nya ada di ketinggian 3.142 MDPL yang dinamakan Puncak Kentheng Songo. Pemandangan khas dari gunung Merbabu ini adalah sabana rumput hijau nya yang indah bak permadani.



Bandung - Yogyakarta, 7 Jam
Kami berangkat menggunakan kereta api Sabtu subuh. Seharusnya kami berangkat Juma't malam, tapi kami ketinggalan kereta, heheh. Untunglah tiket kereta untuk esok hari nya masih ada.

Bandung - Yogyakarta ditempuh selama 7 jam perjalanan. Lumayan pegel juga ya ternyata 😂. Kerjaan kami selama di kereta cuma tidur, ngemil, mainin hp, atau jalan-jalan ke gerbong makan. Hmm, ku tak sanggup membayangkan kalau sekarang saya harus menmpuh perjalanan selama itu sambil bawa anak.



Sampai di Yogyakarta
Kira-kira pukul 12 siang, sampai juga kami Yogyakarta. Agak bingung juga kami waktu itu mau turun di stasiun mana, tapi karena di tiket tertulis berhenti di stasiun Lempuyangan, ya sudah kami turun di sana.


Begitu turun, kami disambut gerimis syahdu. Nah, dari sini kami mulai bingung (lagi). Sebelumnya kami berdua memang minim persiapan dan pengetahuan tentang transportasi menuju gunung Merbabu (salah banget iniii). Lalu di depan ada mas-mas yang membawa tas carrier seperti kami. Kami hampiri dan tanya (dengan ke-sok-tahua-an kami)

"Mas, mau ke Merbabu?"
Tak disangka, mas nya mejawab
"Oh engga mas, mbak, saya mau pindah kosan"
Engg.. Zonk.
Kami berdua hanya bisa tertawa.

Karena sudah zhuhur, kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Siapa tau, setelah ibadah tiba-tiba dapet tebengan sampai puncak Merbabu. Eh, halu nya ketinggian.

Yogyakarta - Magelang - Wekas, 3 Jam
Selesai sholat kami masih luntang-lantung bingung kemana. Kami bertanya kepada orang-orang, menurut mereka kami harus menaiki bus transjogja menuju terminal bus Giwangan, lalu lanjut menaiki bus lagi menuju Magelang. Baiklah.

Alhamdulillah ternyata ucapan orang-orang bukan hoax. Hehehe. Kira-kira pukul 5 sore kami tiba di terminal bus Magelang. Menurut informasi yang saya dapat di google, dari sini kami tinggal menaiki angkutan umum menuju desa Wekas. Tapi hari sudah terlalu sore, angkutan umum (angkot) sudah tidak ada. Kami berdua 'ditodong' oleh bapak-bapak yang menawarkan avanza nya untuk mengantar kami, bahkan sampai ke basecamp gunung Merbabu di Wekas. Ketika ditanya harganya, beliau menawarkan Rp 250.000,-. Wew. Aku terkejoed.

Aku coba tawar, tapi si bapak cuma kasih 200ribu. Yah, dengan berat hati kami menyetujuinya. Kalau pergi nya banyakan enak kali ya, bisa patungan.

Ternyata, dari terminal bus Magelang ke Wekas itu lumayan jauh juga ya, pantas saja bapak ini kasih harga 250.000, tapi tetep kemahalan sih menurut saya. Lama perjalanan kira-kira 1 jam.

Setiba nya di basecamp gunung Merbabu, kami melapor untuk memperoleh SIMAKSI. Di sini, KTP suami saya ditahan sebagai jaminan, karena setelah mendaki sampai puncak, kami diharuskan turun lagi melalui jalur yang sama, jalur Wekas. Yah, sayang sih, karena rencana nya kami akan turun melalui jalur Selo dan setelah itu kami lanjut ke gunung Merapi. Tapi tidak diizinkan.

Basecamp Wekas - Pos 2 Gunung Merbabu, 4 Jam
Sampai di Base Camp, kami beristirahat sambil packing ulang barang bawaan, lalu mengisi perut supaya ada tenaga saat mendaki. Kira-kira pukul 8 malam, kami memulai pendakian.

Menurut warga di sini sih, kami tinggal berjalan mengikuti pipa air. Langkah pertama langsung disuguhi jalan menanjak, melalui rumah-rumah warga. Jalannya sudah di-cor dengan semen seadanya, licin karena basah bekas hujan.

Kira-kira 20 menit dari jalan ber-cor kami mulai memasuki area hutan. Trek dari basecamp sampai Pos 2 ini nanjak terus cuy, sekalinya nemu yang datar ehh makam. Tapi jika kita menengok ke belakang, akan kita jumpai pemandangan kerlip lampu kota Magelang di malam hari. Kerenn pokoknya.

Jangan khawatir kehausan karena sepanjang jalan menuju Pos 2 gunung Merbabu banyak sekali ditemukan mata air. Silahkan isi botol sepuasnya, asal jangan merusak pipa air yang mengalir ke rumah warga ya.

Akhirnya kami sampai juga di Pos 2 gunung Merbabu setelah kurang lebih 4 jam berjibaku dengan tanjakan di tengah hutan. Pos 2 ini memiliki lahan yang luas dan biasa dijadikan tempat mendirikan tenda oleh pendaki yang hendak menuju puncak Merbabu. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kami berdua segera mendirikan tenda dan langsung istirahat.

Pos 2 Gunung Merbabu di Pagi Hari
Pos 2 Gunung Merbabu - Puncak Kentheng Songo, 4 Jam
Idealnya kami harus bangun dan lanjut mendaki pukul 2 pagi agar kami bisa menikmati sunrise di puncak Merbabu. Tapi apa daya, badan kami sangat lelah. Setelah sholat Shubuh pun, saya tidur lagi. Ditambah lagi cuaca yang dingin, makin mager lah diri ini.

Sekitar pukul 7 saya kembali bangun dan bersiap untuk sarapan. Menu sarapan pagi kami waktu itu nasi yang dibeli di basecamp Wekas. Sudah dingin memang, tapi entah kenapa kalau di gunung rasanya ya enak-enak aja.

Pukul 8 pagi kami bersiap. Mempersiapkan tas yang diisi perlengkapan untuk summit, merapikan tenda dan menutupnya rapat-rapat.


Perjalanan menuju puncak Merbabu masih disuguhi trek yang menanjak. Ada beberapa pos yang harus dilalui sebelum menggapai puncak, tapi saya lupa ada berapa pos, hehe.

Di tengah perjalanan, kira-kira setelah 3 jam perjalanan, tiba-tiba mendung menyapa. Tapi kami terus berjalan. Beberapa menit kemudian hujan turun disertai dengan petir. Galau banget kami waktu itu, antara terus lanjut karena puncak tinggal sedikit lagi, atau kah kembali turun ke Pos 2. Sambil berfikir kami terus berjalan. Tapi cuaca tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Hujan terus mengguyur, kilat dan petir pun terus menyambar. Dengan alasan keselamatan, kami memutuskan untuk turun kembali ke tenda. Kami takut akan terjadi badai yang lebih dari ini.

Jas Hujan Kresek Andalanque
Lanjut apa Balik Kanan?
Untunglah kami memutusan untuk kembali ke tenda, karena hujan semakin membesar dan petir yang terus menyambar. Hujannya sih tak masalah, tapi petir nya itu yang buat khawatir, karena di puncak nyaris tidak ada tempat untuk melindungi diri dari petir. Benar-benar padang sabana yang terbuka.

Summit Ke-Dua
Sepanjang perjalanan menuju tenda, hujan terus mendera, menyebabkan pakaian dan sepatu kami basah kuyup. Begitu memasuki tenda kami bergegas mengganti pakaian dan beristirahat.

Kami menginap semalam lagi di Pos 2. Esok subuh, kami melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini kami berangkat pukul 4 subuh. Masih terlalu siang jika ingin mengejar sunrise di puncak, tapi tak mengapa, karena saya sudah tidak menargetkan sunrise di puncak lagi.

Summit atau perjalanan menuju puncak ke 2 ini didukung oleh cuaca yang masih bersahabat. Oh ya, sepanjang jalan dari Pos 2 ke puncak kita tidak menemukan sumber air. Untuk sholat shubuh pun kami terpaksa tayamum. Maka dari itu, perbekalan air harus mencukupi.


Trek yang dilalui masih menanjak, tapi pemandangan jadi semakin indah. Kanan kiri terlihat sangat hijau. Di beberapa titik kita bisa menemukan pemandangan awan berada sejajar bahkan di bawah kaki kita. Rasanya seperti berjalan di atas langit. 

Jembatan Setan
Ini adalah ciri khas jalan yang harus dilalui pendaki sebelum puncak jika melalui jalur Wekas. Dinamakan jembatan setan karena jalannya yang hanya se-lebar telapak kaki kita. Untuk melaluinya kita benar-benar mengandalkan keseimbangan kaki dan juga pegangan tangan ke tebing. Saya benar-benar penasaran dengan jalur ini. Tapi begitu sampai, ternyata tak se-seram yang dibayangkan.

Memang betul, jalannya sempit, seperti jembatan, dan menyeramkan seperti setan. Tapi jarak yang ditempuh cukup pendek kok, mungkin hanya 10-15 meter saja. Di bawah memang jurang sih, tapi kalaupun terjatuh, masih aman karena masih ada tanah pijakan lagi yang cukup lebar dan jaraknya tidak begitu jauh dari jembatan setan.

Tanjakan Terakhir Menuju Puncak Merbabu
Akhirnya Puncak!!
Setelah melalui jembatan setan ini puncak sudah mulai terlihat. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana, mungkin sekitar 15 menit dari jembatan setan. Alhamdulillah walaupun kami tak mendapatkan pemandangan sunrise di puncak, tapi cuaca pagi ini membentuk pemandangan  yang indah. Jadi pengen nyanyi, "langit biiruu.. awan puutiihh.."




Di puncak kami bisa melihat pemandangan gunung Merapi dengan begitu jelas. Juga gunung triple S lainnya: Sindoro, Sumbing, Slamet. Gunung Andong juga terlihat dari sini. Juga pemadangan kota Magelang yang tampak kecil jika dilihat dari atas sini.

Gunung Merapi dilihat dari puncak Merbabu
 Subhanallah, berdiri di puncak membuaku tersadar, apa yang pantas dibanggakan dari diri yang kecil ini?

  • Share:

You Might Also Like

8 komentar

  1. Kangen ngegunung deh jadinya, gatau masih kuat apa ngga kalo sekarang hihi :D

    ReplyDelete
  2. Asik ih tth punya hoby yg sama..
    Jd makin romantis ditemani sang suami

    ReplyDelete
  3. Kenapa sih pasangan ini gemes bangeeett... hobinya samaaa.. 😍

    ReplyDelete
  4. Teteh ajarin aku biar ga takut naik gunung yuuu aku kepingin banget naik gunung tp suka takut

    ReplyDelete
  5. Seru banget kayaknya aku pengen naik gunumg belom kesampaian

    ReplyDelete
  6. Waw 7 puncak, pemandangannya juga bagus bangett. Setelah baca blog teteh ttg hiking ini aku baru tau yah klo ada pos2nya gitu.

    ReplyDelete
  7. Waaw warbiasa bgt teh, berkesan bgt pasti nanjak nya bersama suamik.. thanks sharing nya teh

    ReplyDelete
  8. wah keren banget dong ternyata honeymountnya bener2 beda ya

    ReplyDelete