Bukit Teletubbies Cicalengka Bandung, Indah Sih, Tapi.. - Afifah Haq
News Update
Loading...

Wednesday, 10 April 2019

Bukit Teletubbies Cicalengka Bandung, Indah Sih, Tapi..


Beberapa waktu yang lalu, saya menyengajakan diri berkunjung ke tempat ini, mengajak serta suami dan anak. Sebetulnya tempat ini sudah hits di dunia instagram beberapa waktu lalu. Saya sepertinya memang kudet, atau jangan-jangan ada juga yang sama kayak saya, belum tahu juga? *Nyari Temen* hehehe.

Berbekal rasa kepenasaran dan peta dari GPS (Global Penduduk Sekitar), saya, suami, dan si kecil berangkat ke arah timur Bandung, menuju tempat yang orang-orang menyebutnya sebagai "Bukit Teletubbies". Hmm, benarkah wujud nya seperti Bukit Teletubbies?

Lokasi Bukit Teletubbies Cicalengka

Bukit Teletubbies Cicalengka terletak di Jalan Curug Cinulang, desa Sindang Wangi, kecamatan Cicalengka, kabupaten Bandung. Letaknya kurang lebih 30 KM dari pusat kota Bandung. Cukup jauh memang.

Ada 2 alternatif yang saya sarankan jika hendak menuju ke Bukit Teletubbies Cicalengka ini:

Alternatif pertama, dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Arahkan kendaraan ke arah timur Bandung, menuju Rancaekek. Kemudian, carilah U-Turn menuju jalan raya Cicalengka. Setelah berada di jalan raya Cicalengka, lurus terus hingga menemukan masjid raya Cicalengka, posisi nya ada di sebelah kanan jalan.

Nah, di sebrang masjid ini, ada jalan masuk bernama jalan Curug Cinulang. Jalannya cukup lebar kok, cukup untuk 2 mobil. Ikuti terus jalan ini, setelah kira-kira 4 KM, kita akan menemukan wana wisata Curug Cinulang. Sekitar 200 meter setelah Curug Cinulang, kita akan menemukan jalan setapak menanjak yang letaknya di sebelah kanan jalan. Jalan kecil itulah yang akan menuju Bukit Teletubbies Cicalengka.

Saya sarankan bagi yang membawa mobil untuk memarkirkan mobil nya di area parkir Curug Cinulang, jelas karena mobil tidak mungkin masuk ke jalan setapak, dan lagi, tidak ada tempat khusus parkir mobil yang aman selain di area parkir Curug Cinulang.

Jalan setapak menuju Bukit Teletubbies, masih bisa dilalui motor
Alternatif kedua, menggunakan transportasi umum. Kita bisa menempuh perjalanan menggunakan kereta api KRD Lokal Bandung Raya lalu berhenti di Stasiun Cicalengka. Dari sini, lanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum (angkot) dan berhenti di jalan Curug Cinulang. Kemudian, disambung dengan menggunakan ojek menuju Bukit Teletubbies.

Harga Tiket Kereta Rp 5.000,-
Angkot Stasiun Cicalengka-jalan Curug Cinulang Rp 2.000,-
Ojek Rp 15.000-20.000,- (perkiraan)
Total Rp 22.000-27.000,-

Kena PHP

Dari jalan setapak kecil itulah, perjalanan sesungguhnya dimulai. Selama ini saya hanya melihat foto-foto indah di puncak bukitnya saja. Saya fikir, ah pasti jalannya ga akan terlalu jauh. Ditambah lagi, ucapan seorang bapak petani yang saya jumpai yang mengatakan bahwa jaraknya dekat, tinggal jalan kaki 10 menit.

Saya pede aja dong, pake setelan gamis, sepatu pantopel, pake tas tote bag, sambil nuntun si kecil. 10 menit berjalan, saya merasa kok belum ada tanda-tanda bukit hijau, yang ada hanya kebun dan rumah warga.

Hehehe rupanya saya kena PHP. Belum lagi saya jadi sakit hati tiap kali berpapasan dengan motor yang lalu lalang melewati jalan ini. Kalau motornya kuat diajak nanjak sih, mending bawa motor aja sampai atas.

Tanda-tanda Bukit Teletubbies itu baru terlihat setelah kami berjalan menanjak kira-kira 30 menit. Ada warung kecil berbentuk saung di situ. Kami bertiga menepi untuk istirahat dan membeli minum. Penjual sekaligus pemilik warung ini adalah seorang wanita paruh baya. Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Satu-satunya warung yang paling dekat dengan Bukit Teletubbies
Salah kostum, wkwk
Sempet mogok, ga mau jalan, maunya main tanah :-P

Akhirnya digendong

Daann ini dia bukit hijau yang orang-orang beri nama Bukit Teletubbies. Sekilas, bukit ini memang mirip dengan bukit yang ada di film Teletubbies. Pantaslah jika orang-orang menyebutnya demikian.





Rasa lelah karena berjalan cukup terbayar dengan keindahan bukitnya. Langit yang biru berpadu dengan hijau nya ilalang, membentuk lukisan alam yang menawan. ((Ciye puitis))

Indah Sih, Tapi...

Semua pasti setuju kan ya, kalau Bukit Teletubbies ini memang benar-benar indah. Pantas jika banyak orang yang menyerbu tempat ini demi feed di Instagram. Namun ada beberapa hal yang disayangkan.

Pertama, dari segi pengelolaan. Saya kurang yakin pengelola nya adalah dari organisasi resmi, bisa dilihat dari tiket masuk yang dibuat seadanya, (saya lupa foto tiket nya) juga dari obrolan ibu penjaga warung yang mengatakan bahwa ia tidak kenal orang-orang yang memberi tiket di bawah, padahal ibu itu adalah warga asli di sini.

Harga tiket masuknya murah sih, hanya Rp 5.000,- per orang plus parkir motor Rp 5.000,- juga, tapi yang saya pertanyakan, nanti uang yang saya setorkan masuk ke dompet siapa? Kalau aliran dana nya ga jelas gini kan jadinya PUNGLI ya, hehe.

Kedua, ada beberapa kawan yang 'protes'. Katanya, dibalik keindahan bukit yang hijau itu, kok ga ada satupun pohon yang tumbuh? Sebetulnya saya sudah menyadari ini. Saya berfikirnya, ya, mungkin memang seperti ini keadaannya, mirip seperti sabana di gunung Guntur dan di gunung Merbabu. Hanya ditumbuhi ilalang hijau dan minim pepohonan.

Tapi kemudian kawan-kawan saya ini menambahkan, "di bagian lain terlihat hutan pinus, seharusnya, di ketinggian yang sama, vegetasi nya pun harus sama. Lalu, coba perhatikan garis-garis petak itu, seperti disengaja untuk dibuat lahan perkebunan"

Opini kawan-kawan saya ini seperti menggiring saya pada satu kesimpulan: Lahan ini dulunya adalah hutan, lalu masyarakat sengaja menggundulinya untuk dijadikan lahan pertanian. Tapi, jika hal ini memang disengaja, maka kejadian penggundulan hutan ini sudah lama sekali terjadi, bertahun-tahun yang lalu.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga berfikir yang sama dengan kawan-kawan saya? Saya sendiri masih ragu. Mungkin suatu saat nanti saya akan kembali lagi ke sini. Tidak sekedar untuk foto-foto, tapi saya juga ingin mengetahui asal-usul Bukit Teletubbies ini dengan bertanya langsung ke masyarakat sekitar.

Share with your friends

32 comments

  1. Waaah padahal aku ga jauh2 amat buat ke sini, tp aku belom pernah kesini.. Boleh jg nih buat foto2 😆

    ReplyDelete
  2. Afifah pecinta alam sejati kayaknya mainnya pasti ke yang adem adem gini. Dan denger ceritanya kaya familiar karena di banyak tempat wisata yang belum termaksimalkan pengelolaannya selalu ada oknum yang memanfaatkan kesempatan. Sedih :(

    ReplyDelete
  3. Eh aku baru tau ada yg beginian di cicalengka. Seger banget pemandangannya teh.. enak buat refreshing kayaknya

    ReplyDelete
  4. Dulu aku jg pernah di php-in gini teh dibilang deket taunya jauh. Tapi lama kelamaan baru ngerti, kalo memang menurut mereka perjalanan segitu tuh kemasuknya deket haha karena udh terbiasa lewat mungkin ya. Sayang bgt nih kalo pengelolaannya belum jelas ya :(

    ReplyDelete
  5. kalo bener itu penggundulan dilakukan secara sengaja, parah banget sih teh huhu.. udah tau dr lama bukit teletubbies ini, tapi krn jauh jd mager buat kesana nya hihi

    ReplyDelete
  6. Tempatnya indah yaa, luas lagi cocok buat piknik kesana nih

    ReplyDelete
  7. Pernah denger bukit Teletubbies ini tp belum pernah kesana...😀

    ReplyDelete
  8. Eh di cicalengka ada juga bukit teletubis.. nanti main main ke sini ah...

    ReplyDelete
  9. Sayang bgt ya teh belum dikelola dg baik.. pdhal terlihat cukup instagramable dan bs jd wisata yg bagus klo dkelola dg bagus pula.. tp klo asumsi nya benar bekas hutan hmmm ya mngkn akan sulit jg x ya diijinkan jd tempat wisata hehe

    ReplyDelete
  10. Beneean bagus banget ya teh bawa anak keren deh sudah di kenalkan pada alam dari kecil

    ReplyDelete
  11. Waah ini sih harus tracking dulu yaa Teh jadi sekalian hiking juga hehe

    ReplyDelete
  12. seru banget ya tehh.. pas banget aku kalau lagi gabut suka naik kereta ke cicalengka, skr jadi ada tujuannya hihi pengen ksni

    ReplyDelete
  13. kemarin nanya teman yang rumahnya di rancaekek, tak mengenal ada bukit teletubbies ini teh. Mungkin memang dari awal berupa lahan pertanian biasa teh seperti yang banyak kita lihat di seputaran bandung utara dan bandung selatan

    ReplyDelete
  14. Aku baru tahu loh ada bukit telletubies. Indah ya, hitung2 belajar naik gunung.

    ReplyDelete
  15. Bagus teeh tempatnya..:""
    Tau gitu bawa kendaraan ampe atas ya teeh wkwk
    Mungkin dikelola masyarakat aja keknya teh.. tp hrsnya bisa turun tangan pemerintahnya spy lebih terurus lg tpatnya..

    ReplyDelete
  16. Teteh inget 10 menit orang desa jeung orang kota mah beda wwkwkwkwk kena kan di PHP omat mun saur urang desa mah cakeut jiga ti Unjani ka Ramayana Cimahi :D

    yah sedih yah itu mah pungli teh fix :(

    ReplyDelete
  17. lumayan juga 30 menit menuju lokasi

    ReplyDelete
  18. Wahhh aku batu tau ada tempat ini. Anak anak pasti suka nih lari larian di bukit teletubbies gini

    ReplyDelete
  19. Aku udah rencana nih mau ke sini sama temen2ku teh naik KRD. Dan agak shock juga ya tau ini lahan hutan yang digunduli. Hmm.. harus ke sana sih buat lihat sendiri 😁

    ReplyDelete
  20. Aku mah pernah da teh rencana sama temen-temen kesini tapi gajadi huhu ternyata aku baru tau soal pengelolaannya dari blog teteh ini

    ReplyDelete
  21. aku pernah teh rencana sama temen temen buat foto foto disini tapi pas tau pengelolaannya gini aku jadi mikir lagi

    ReplyDelete
  22. Wah... Kok bisa ya 10 menit jadi 30 menit.. Hihi.. Beda di kecepatan jalannya mungkin ya...
    Wah, sayang kalau ternyata hasil dari penggundulan hutan... Lha itu ada tanaman pertaniannya ga mb? Atau rumput-rumput saja?

    ReplyDelete
  23. Masya Allah pemandangan bukitnya memang bagus ya Mba dan tulisan mba detail sekali menjelaskan tentang bukit itu. Mantap. Tapi memang sayang ya, soal pengelolaannya. Semoga nanti bisa dikelola oleh orang-orang yang tepat ya. Tapi memang di sayangkan juga kalau benar ini penggundulan hutan. Mungkin karena semakin bertambahnya jumlah manusia, kebutuhan pun bertambah akhirnya alam pun semakin berkurang. Hiks sedib juga

    ReplyDelete
  24. Naik bukit atau apa yang jalan kaki, saya juga sering diPHPin warga setempat. Kalau menurut saya.ya, mungkin yang bilang begitu, jarak dekat, karena mereka udah biasa, jadi kerasanya cepat.


    Hmm kalau benar terjadi penggundulan hutan untuk lahan pertanian, miris juga sih, ya. Sepertinya perlu ditelusuri dengan jelas lagi.

    ReplyDelete
  25. Lumayan perjuangan ya maak menuju ke sanaa. Eh kupikir ada teletabisnya gt ternyata bukitnya aja yaa emang kaya bukit teletabis sih.

    ReplyDelete
  26. eh, saya baru tahu kalau Bukit Teletubbies ada di Cicalengka, loh! Hihihi
    Padahal saya tinggal di Bandung Timur, kan dekat kalau mau ke sana ya...
    Kalau benar bukit itu sengaja digunduli, duuh ..sayang sekali ya.

    ReplyDelete
  27. Jauh ya mba, 30 kilo dr pusat kota. Biaya masuknya masih murah yaaa.
    Ini bekas hutan, baru tau kynya klo diperbaiki lg bagus yaa

    ReplyDelete
  28. Masih sepi ya bukit teletubisnya ini disini... Masi belom banyak yg tau kayaknya... Seru tempat main anak..

    ReplyDelete
  29. Sedih sama pungli dan parkir liar gak jelas gitu. Harusnya di kelola setidaknya mungkin oleh kelurahan setempat. Itukan aset juga buat pemasukan desa. Di kalsel tempat aku ada juga bukit teletubbies biasanya buat peternakan sapi gitu, makan bebas. Aku gak tau deh sengaja di gunduli apa engga. Tapi dari bertahun2 yang lalu dari aku kecil memang begitu

    ReplyDelete
  30. Jalan kesananya lumayan juga ya mbak, ini alamat gantian gendong anak sih. Tapi lumayan kalau memang dikelola dengan baik pasti jadi tambah lebih bagus dari yang ini ya.

    ReplyDelete
  31. Tempatnya hampir mirip sama bukit Teletubbies di Banyuwangi, atau Bromo mbak. Tapi yg ini mirip banget lah sama di Teletubbies ��
    Iya iya, tapi kalau digunduli dalam waktu dekat keknya ga mungkin, kecuali emang dr beberapa tahun yg lalu sih, bisa jadi ya mbak.

    ReplyDelete
  32. Pernah diajakin temen untuk datang ke tempat ini sayangnya ga pernah kesampean. Sayang aja ya, kalau memang pernah ada pengundulan, perlu nih dicari tahu asal usul bukit ini.

    ReplyDelete

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Maaf komentarnya aku moderasi. Jangan beri komentar anonim atau menyantumkan link hidup ya, karena akan otomatis terhapus ^^

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done