April 2019 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Tuesday, 23 April 2019

ASUS ZenBook Blogger Gathering Bandung: Mengenal Laptop Paling Ringkas di Dunia


Sabtu, 13 April lalu, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menghadiri sebuah event bertajuk ASUS ZenBook Blogger Gathering Bandung. Setelah Bengkulu dan Batam, Bandung menjadi kota pertama di pulau Jawa yang dijadikan lokasi seru-seruan bersama para blogger.

Bersyukur sekali karena di hari itu, Allah masih menguatkan fisik saya setelah semalam suntuk nyaris tidak tidur karena berjibaku dengan air banjir yang masuk ke dalam rumah. Awalnya saya mau cancel saja, karena sampai jam 10 pagi saya masih bergelut dengan perabotan rumah dan pakaian yang terendam banjir semalam. Tapi, saya membayangkan keseruan bersama teman-teman blogger nanti yang sayang sekali jika saya lewatkan. Akhirnya, saya mempercepat gerakan saya lalu buru-buru membersihkan diri dan bergegas pergi.

Saya datang ke tempat acara sedikit terlambat, tapi untunglah acara utama nya belum dimulai. Saya masih sempat mencicipi hidangan makan siang di Hotel Savoy Homann. Alhamdulillah, nikmat.. Rangkaian acara ASUS ZenBook Blogger Gathering Bandung memang diawali dengan makan siang bersama.

Oh ya, ada yang istimewa kali ini. Semua peserta yang mengikuti acara ASUS ZenBook Blogger Gathering di Bandung mendapatkan merchandise unik, berupa ikat kepala tenun motif khas nusantara. Waa, terimakasih banyak yaa, buat yang sudah beliin.

Sekitar pukul 13.30, acara utama dimulai. Acara ASUS ZenBook Blogger Gathering Bandung dipandu oleh seorang youtuber sekaligus travel blogger idolaku, kak Katerina, dan seorang youtuber yang aktif membahas soal tekno dan gadget, kak Anjas Maradita.

Kak Katerina, Travel Blogger dengan segudang prestasi
Kak Katerina adalah seorang travel blogger berhijab yang aktif menulis di blog sejak tahun 2008. (Tahun 2008 saya lagi ngapain yah?). Satu hal yang saya kagumi dari beliau adalah, kecintaannya terhadap negeri ini yang ditumpahkan ke dalam tulisan-tulisan di blog nya. Destinasi wisata yang sering kak Katerina kunjungi memang sebagian besar di Indonesia. Coba deh mampir ke blog nya beliau di travelerien.com, kita akan menemukan karakter tulisan yang rapi, naratif, dipadukan dengan foto-foto menarik yang kadarnya seimbang, tidak terlalu banyak foto selfie atau hanya sekedar foto pemandangan.

Selain aktif di blog, tulisan beliau juga sering dimuat di Air Magazine Xpress Air. Beliau juga termasuk ke dalam 10 Travel Blogger Terbaik versi Blog Travel Reservasi. Jujur, prestasi beliau di dunia blog membuat saya jadi termotivasi juga untuk tetap terus berkarya. Dulu saya punya cita-cita jadi travel blogger juga, semoga kelak saya bisa mewujudkan cita-cita tersebut.

Kak Anjas Maradita  dan kak Katerina
Acara kemudian berlanjut dengan pemaparan tentang fitur dari laptop ASUS ZenBook 13/14/15 yang disampaikan oleh kak Anjas. Jujur saja saya sempat khawatir nundutan (ngantuk) karena semalam hanya tidur 2 jam, tapi pembawaan kak Anjas yang santai ditambah lagi dengan antusiasme dari teman-teman blogger semua malah bikin saya jadi fokus dan terbawa suasana. Belum lagi, fitur-fitur canggih yang dimiliki ASUS ZenBook 13/14/15 yang bikin saya tambah antusias aja untuk menyimak.

Penasaran ga sama fitur ASUS ZenBook UX333/433/533 ini? Simak yuk.

Tentang ASUS ZenBook UX333/433/533, Laptop Paling Ringkas

Pada Januari 2019, ASUS mengeluarkan laptop seri terbaru nya, yaitu ASUS ZenBook UX333 untuk ukuran 13 inch, UX433 untuk ukuran 14 inch, dan UX533 untuk ukuran 15 inch. Laptop ASUS seri ini adalah laptop premium yang paling ringkas di kelas nya.


Mengapa disebut paling ringkas? Ini karena adanya fitur Nano Edge Display. Fitur Nano Edge Display adalah fitur teknologi eksklusif yang mampu memperkecil ukuran bezel pada layar laptop hingga 2.8mm sampai 5.9mm saja. Fitur Nano Edge Display ini menjadikan layar pada laptop ASUS memiliki screen to body ratio sampai 95%. Efek yang paling dirasakan adalah ukuran laptop seperti lebih kecil dari ukuran laptop pada umumnya, dengan ukuran layar yang sama.

Ini baru fitur pertama saja saya sudah terkagum-kagum loh. Kita semua pasti tahu bahwa bagian frame atau sisi-sisi layar laptop berisi banyak komponen, seperti kamera, sensor-sensor, dan lain-lain. Namun ASUS mampu meringkas nya menjadi ukuran sekecil itu! Duh, saya ga bisa bayangin gimanaa itu para engineer ASUS menciptakan teknologi nano seperti itu.

Ukurannya yang ringkas, ga bikin ribet kalau harus bawa laptop kemana-mana
Ditambah lagi, layar ASUS ZenBook terbaru memiliki resolusi Full HD (1920x1080 pixel) dengan tingkat reproduksi warna tinggi, yaitu mencapai 100% dalam color space sRGB. Layar tersebut juga memiliki sudut penglihatan (viewing angle) yang sangat lebar, yaitu mencapai 178 derajat! (Wah ini mah hampir bisa diputar sampai lurus). Selain itu, ASUS ZenBook seri ini juga telah dilengkapi dengan berbagai teknologi visual eksklusif seperti ASUS Splendid dan ASUS Tru2Life Video untuk pengalaman visual sempurna. Nah, kebayang kan, kalau nonton drakor pake laptop ini pasti hasilnya lebih tajam, bikin betah, hehe.

Ergo Lift Design

ASUS ZenBook 13/14/15 dirancang dengan teknologi Ergo Lift Design, yaitu sebuah desain yang menjadikan laptop terangkat dan membentuk sudut sebesar 3 derajat. Sudut yang terbentuk ini memiliki banyak keuntungan, yaitu:
  • Kesan ergonomis, atau kenyamanan pada pengguna dalam mengoperasikan laptop
  • Membentuk rongga di bawah body laptop yang bermanfaat untuk sirkulasi udara, sehingga suhu komponen pada laptop tetap terjaga, juga untuk menghasilkan suara yang kencang dari speaker
  • Mendukung fitur konektivitas

Ringan, Tangguh, Performa Juara

Buat teman-teman yang senasib dengan saya, seorang karyawan yang katanya sih jam kerja nya hari Senin-Jumat jam 08.00-17.00, namun nyatanya di hari libur masih aja ditanyain soal kerjaan, atau buat kita-kita para blogger yang suka tiba-tiba dapet inspirasi tulisan dari tempat tak terduga, rasanya kok kayak pengen bawa aja laptop kemana-mana ya. Tapi yang jadi masalah adalah bawa laptop itu berat, belum harus juga bawa kabel charger nya.

Nah, ASUS ZenBook ini seperti menjawab persoalan kita tentang laptop. Selain ringkas, laptop seri ini juga cukup ringan. Beratnya hanya 1.19 Kg saja untuk ASUS ZenBook UX333 dan UX433, dan berat 1.67 Kg untuk ASUS ZenBook UX533. Ga sampai 2 Kg kawan!

Dan, jangan salah, meski ringan, laptop ASUS ZenBook mengantongi sertifikat Military Grade MIL-STD 810 G, dimana laptop ASUS ZenBook telah lolos pada pengujian ketinggian dan kelembapan ekstrim. Waw, jadi inget laptop ASUS saya yang versi lama saja pernah jatuh dari meja saat kuliah, namun sampai sekarang saya punya anak, laptop saya masih aman-aman saja. Apalagi laptop ASUS ZenBook ini.

Selain ringan, ringkas, dan tangguh, ASUS ZenBook 13/14/15 pun dibekali dengan fitur keamanan dan teknologi terkini, yaitu:
  • Fitur pengenalan wajah dengan menggunakan kamera infra merah khusus yang terintegrasi dengan Windows Hello, memungkinkan pengguna untuk dapat log in tanpa password atau PIN.
  • Penyimpanan internal laptop sudah menggunakan NVMe PCIe SSD dengan performa tinggi, berkapasitas 512 GB, jadi, selamat tinggal Hardisk!
  • Didukung dengan prosesor Intel Core generasi ke-8 i5 dan i7.
  • Dilengkapi dengan RAM 16 GB
  • Mengandalkan dual band Wi-Fi 802.11ac dan Bluetooth 5.0 untuk kenyamanan dan kelancaran konektiivitas.
  • Fitur unik NumberPad yang terintegrasi dengan touch pad pada ASUS ZenBook UX333 dan 433.
Mendengar fitur-fitur canggih nya, jadi makin pengen memiliki ASUS seri ini ga sih? Semua keunggulan di dalamnya betul-betul sangat dibutuhkan bagi siapa saja para profesional on the go, termasuk kita para blogger.

Spesifikasi ASUS ZenBook
Outdoor Activity Bersama

Selesai pemaparan keunggulan ASUS ZenBook UX333/433/533 oleh kak Anjas, acara selanjutnya adalah berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang terletak di pusat kota Bandung. Acara jalan-jalan santai ini dipandu oleh Bang Aswi, senpai nya blogger Bandung (hehe).
Bang Aswi sedang menjelaskan sejarah kota Bandung di Titik Nol Bandung
Berawal dari titik nol kota Bandung, yang letak nya persis di depan venue acara, hotel Savoy Homann Bandung. Di titik nol ini ada monumen yang saya kira itu adalah kereta api, tapi ternyata itu adalah tendem roller atau orang kita biasa menyebutnya setum. Mengapa kok ada monumen itu? Jadi ternyata, tendem roller ini adalah tendem roller yang dipakai saat zaman penjajahan dulu, ketika Daendels memaksa rakyat untuk membangun jalan dari Anyer ke Panarukan. Proyek jalan ini juga melewati kota Bandung ternyata.

Selanjutnya, Bang Aswi mengajak kami ke bangunan lain dan bercerita tentang banyak hal yang baru saya ketahui setelah selama 20an tahun tinggal di Bandung. Dari mulai sejarah hotel Savoy Homann yang ternyata adalah hotel tertua dan pertama di Bandung, gedung Majestic yang ternyata adalah bioskop pertama di Bandung pada masa pemerintahan Belanda, mall pertama di Bandung yang kini sudah menjadi bangunan Bank NISP, dan masih banyak lagi.

Hotel Savoy Homann adalah hotel pertama di Bandung
Jalan-jalan sore kali ini sungguh sangat berfaedah. Jalanan kota Bandung yang sering saya lewati selain bangunannya yang artistik, juga ternyata mengandung makna sejarah yang mendalam, ada air mata para pejuang kemerdekaan bangsa kita di situ. Maka, pantaskah jika kita berpecah belah hanya karena berbeda pandangan dan pilihan, sementara orang tua kita dahulu justru bahu membahu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia?
Acara ditutup dengan makan malam bersama, Barbeque Party di hotel Savoy Homann Bandung. Pilihan makanan di sini sangat bervariasi, enak-enak pula. Lalu saya jadi bahagia aja ketika menemukan sate buah dan chocolate fondue fountain, maap norak ya, hahaha.

Ini baru sebagian kecil saja menu Barbeque Party yang ada di hotel Savoy Homann
 Acara ASUS Blogger Gathering Bandung ini sangat berkesan. Sampai detik ini saya masih belum bisa move on. Terimakasih ASUS Indonesia, kak Katerina, kak Anjas, dan temen-temen blogger Bandung semua! Semoga kita bisa seru-seruan bareng lagi.


Salam Hangat

Wednesday, 10 April 2019

Bukit Teletubbies Cicalengka Bandung, Indah Sih, Tapi..


Beberapa waktu yang lalu, saya menyengajakan diri berkunjung ke tempat ini, mengajak serta suami dan anak. Sebetulnya tempat ini sudah hits di dunia instagram beberapa waktu lalu. Saya sepertinya memang kudet, atau jangan-jangan ada juga yang sama kayak saya, belum tahu juga? *Nyari Temen* hehehe.

Berbekal rasa kepenasaran dan peta dari GPS (Global Penduduk Sekitar), saya, suami, dan si kecil berangkat ke arah timur Bandung, menuju tempat yang orang-orang menyebutnya sebagai "Bukit Teletubbies". Hmm, benarkah wujud nya seperti Bukit Teletubbies?

Lokasi Bukit Teletubbies Cicalengka

Bukit Teletubbies Cicalengka terletak di Jalan Curug Cinulang, desa Sindang Wangi, kecamatan Cicalengka, kabupaten Bandung. Letaknya kurang lebih 30 KM dari pusat kota Bandung. Cukup jauh memang.

Ada 2 alternatif yang saya sarankan jika hendak menuju ke Bukit Teletubbies Cicalengka ini:

Alternatif pertama, dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Arahkan kendaraan ke arah timur Bandung, menuju Rancaekek. Kemudian, carilah U-Turn menuju jalan raya Cicalengka. Setelah berada di jalan raya Cicalengka, lurus terus hingga menemukan masjid raya Cicalengka, posisi nya ada di sebelah kanan jalan.

Nah, di sebrang masjid ini, ada jalan masuk bernama jalan Curug Cinulang. Jalannya cukup lebar kok, cukup untuk 2 mobil. Ikuti terus jalan ini, setelah kira-kira 4 KM, kita akan menemukan wana wisata Curug Cinulang. Sekitar 200 meter setelah Curug Cinulang, kita akan menemukan jalan setapak menanjak yang letaknya di sebelah kanan jalan. Jalan kecil itulah yang akan menuju Bukit Teletubbies Cicalengka.

Saya sarankan bagi yang membawa mobil untuk memarkirkan mobil nya di area parkir Curug Cinulang, jelas karena mobil tidak mungkin masuk ke jalan setapak, dan lagi, tidak ada tempat khusus parkir mobil yang aman selain di area parkir Curug Cinulang.

Jalan setapak menuju Bukit Teletubbies, masih bisa dilalui motor
Alternatif kedua, menggunakan transportasi umum. Kita bisa menempuh perjalanan menggunakan kereta api KRD Lokal Bandung Raya lalu berhenti di Stasiun Cicalengka. Dari sini, lanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum (angkot) dan berhenti di jalan Curug Cinulang. Kemudian, disambung dengan menggunakan ojek menuju Bukit Teletubbies.

Harga Tiket Kereta Rp 5.000,-
Angkot Stasiun Cicalengka-jalan Curug Cinulang Rp 2.000,-
Ojek Rp 15.000-20.000,- (perkiraan)
Total Rp 22.000-27.000,-

Kena PHP

Dari jalan setapak kecil itulah, perjalanan sesungguhnya dimulai. Selama ini saya hanya melihat foto-foto indah di puncak bukitnya saja. Saya fikir, ah pasti jalannya ga akan terlalu jauh. Ditambah lagi, ucapan seorang bapak petani yang saya jumpai yang mengatakan bahwa jaraknya dekat, tinggal jalan kaki 10 menit.

Saya pede aja dong, pake setelan gamis, sepatu pantopel, pake tas tote bag, sambil nuntun si kecil. 10 menit berjalan, saya merasa kok belum ada tanda-tanda bukit hijau, yang ada hanya kebun dan rumah warga.

Hehehe rupanya saya kena PHP. Belum lagi saya jadi sakit hati tiap kali berpapasan dengan motor yang lalu lalang melewati jalan ini. Kalau motornya kuat diajak nanjak sih, mending bawa motor aja sampai atas.

Tanda-tanda Bukit Teletubbies itu baru terlihat setelah kami berjalan menanjak kira-kira 30 menit. Ada warung kecil berbentuk saung di situ. Kami bertiga menepi untuk istirahat dan membeli minum. Penjual sekaligus pemilik warung ini adalah seorang wanita paruh baya. Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Satu-satunya warung yang paling dekat dengan Bukit Teletubbies
Salah kostum, wkwk
Sempet mogok, ga mau jalan, maunya main tanah :-P

Akhirnya digendong

Daann ini dia bukit hijau yang orang-orang beri nama Bukit Teletubbies. Sekilas, bukit ini memang mirip dengan bukit yang ada di film Teletubbies. Pantaslah jika orang-orang menyebutnya demikian.





Rasa lelah karena berjalan cukup terbayar dengan keindahan bukitnya. Langit yang biru berpadu dengan hijau nya ilalang, membentuk lukisan alam yang menawan. ((Ciye puitis))

Indah Sih, Tapi...

Semua pasti setuju kan ya, kalau Bukit Teletubbies ini memang benar-benar indah. Pantas jika banyak orang yang menyerbu tempat ini demi feed di Instagram. Namun ada beberapa hal yang disayangkan.

Pertama, dari segi pengelolaan. Saya kurang yakin pengelola nya adalah dari organisasi resmi, bisa dilihat dari tiket masuk yang dibuat seadanya, (saya lupa foto tiket nya) juga dari obrolan ibu penjaga warung yang mengatakan bahwa ia tidak kenal orang-orang yang memberi tiket di bawah, padahal ibu itu adalah warga asli di sini.

Harga tiket masuknya murah sih, hanya Rp 5.000,- per orang plus parkir motor Rp 5.000,- juga, tapi yang saya pertanyakan, nanti uang yang saya setorkan masuk ke dompet siapa? Kalau aliran dana nya ga jelas gini kan jadinya PUNGLI ya, hehe.

Kedua, ada beberapa kawan yang 'protes'. Katanya, dibalik keindahan bukit yang hijau itu, kok ga ada satupun pohon yang tumbuh? Sebetulnya saya sudah menyadari ini. Saya berfikirnya, ya, mungkin memang seperti ini keadaannya, mirip seperti sabana di gunung Guntur dan di gunung Merbabu. Hanya ditumbuhi ilalang hijau dan minim pepohonan.

Tapi kemudian kawan-kawan saya ini menambahkan, "di bagian lain terlihat hutan pinus, seharusnya, di ketinggian yang sama, vegetasi nya pun harus sama. Lalu, coba perhatikan garis-garis petak itu, seperti disengaja untuk dibuat lahan perkebunan"

Opini kawan-kawan saya ini seperti menggiring saya pada satu kesimpulan: Lahan ini dulunya adalah hutan, lalu masyarakat sengaja menggundulinya untuk dijadikan lahan pertanian. Tapi, jika hal ini memang disengaja, maka kejadian penggundulan hutan ini sudah lama sekali terjadi, bertahun-tahun yang lalu.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga berfikir yang sama dengan kawan-kawan saya? Saya sendiri masih ragu. Mungkin suatu saat nanti saya akan kembali lagi ke sini. Tidak sekedar untuk foto-foto, tapi saya juga ingin mengetahui asal-usul Bukit Teletubbies ini dengan bertanya langsung ke masyarakat sekitar.

Wednesday, 3 April 2019

Temukan Solusi Masalah Kulitmu di MS Glow Clinic Bandung


Beberapa minggu lalu, saya diundang untuk menghadiri event Beauty Talk bersama teman-teman Bandung Hijab Blogger. ((Makasih yaa, teh Raraa udah ngajakin aku ke event super kece ini)). Bertempat di Noor Hotel, Jl. Madura, no. 6 Bandung, kami membahas tentang jerawat yang memang sudah jadi masalah umum bagi sebagian besar wanita termasuk saya.

Jadi teman-teman, menurut dr. Raisa As Adila sebagai pembicara, jerawat adalah penyakit kulit kronis yang diakibatkan karena peradangan di folikel polisebasea, bakteri penyebab jerawa disebut P. Acnes. Jerawat bisa disebabkan oleh banyak hal seperti faktor genetik, kebersihan wajah, hormonal, diet, iklim, dan stress.

Nah, ternyata jerawat ini banyak macam-macamnya, jujur aku pun baru tahu. Ada blackhead dan whitehead yang biasa kita sebut komedo, ada Papula, yaitu jerawat yang hanya muncul bengkak dan merah saja, ada Pustule yaitu jerawat yang ada "isinya", ada Nodul yang biasa kita sebut sebagai beruntusan, dan terakhir ada jerawat Kistik atau jerawat batu.

Kalau sudah kena jerawat, bagaimana cara mengatasinya? dr. Raisa memberikan beberapa solusi, dimulai dari tidur yang cukup, membenahi pola makan, mencuci wajah, cukup minum air putih, menjaga kebersihan badan dan lingkungan, serta melakukan treatment.

Jika ingin melakukan treatment, dr. Raisa menyarankan beberapa treatment untuk mengatasi jerawat, yaitu:
  • Facial Acne Clear
  • Inject Acne
  • Silkpeel Acne
  • Peeling Purifying
  • Laser Acne (PPP)
  • Blackpeel
  • Meso Purifying
Semua treatment itu bisa kita dapatkan di MS Glow Clinic Bandung. Kak Cintacha Roselina, yang merupakan seorang beauty vlogger asal Bandung, juga melakukan perawatan di MS Glow Clinic Bandung loh.



Tentang MS Glow Clinic Bandung

MS Glow sudah ada sejak tahun 2013. Nama MS sendiri merupakan singkatan dari motto mereka, yaitu Magic for Skin. MS Glow berawal dari penjualan produk skincare dan bodycare secara online, MS Glow kemudian mendapatkan kepercayaan dari jutaan pelanggan. Produk MS Glow sudah terdaftar di BPOM, teruji klinis, dan memiliki sertifikat Halal.

Berkat kepercayaan konsumen terhadap produk MS Glow, kini MS Glow mendirikan klinik kecantikan yang bertujuan untuk menghadirkan berbagai perawatan wajah dan tubuh. MS Glow memiliki 5 klinik kecantikan di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah di Bandung.

MS Glow Aesthetic Clinic Bandung beralamat di Jl. Madura no. 6 Bandung. Menurut saya lokasinya sangat strategis, karena terletak di tengah kota. Jalanan di daerah ini pun tergolong teduh karena banyak pepohonan.

Mencoba Treatment di MS Glow Clinic Bandung

Seminggu setelah acara Beauty Talk, akhirnya saya mencoba melakukan treatment di MS Glow Clinic Bandung. Saat itu, saya datang bersama suami dan si kecil.

Begitu sampai, saya disambut dan dibukakan pintu oleh bapak satpam di sana. Ramaah sekali. Saya langsung menuju frontliner dan melakukan pendaftaran karena saya memang baru pertama kali ke sini. Ketika ditanya, mau treatment apa, jujur saya bingung, akhirnya saya bilang saja mau facial, tapi ingin konsultasi dengan dokter dulu..

Setelah saya mendapatkan kartu member, saya diminta untuk menunggu dipanggil. Saya duduk di sofa dan memerhatikan sekitar. Kesan pertama saya adalah, klinik ini bersih, wangi, penataan ruangan nya juga cukup bagus, ditambah lagi lantainya yang terbuat dari parkit, semakin menambah keunikan desain indoor klinik ini. Di sini juga disediakan permen, ini bikin saya seneng sih, karena saya jadi bisa kasih permen ke anak supaya dia tidak bosan menunggu.



Cek Kondisi Kulit dan Konsultasi dengan Dokter

Dan tibalah saatnyaaa.. Saya dipanggil, lalu memasuki ruangan dokter. Sejujurnya saya super deg-degan loh, karena di sini kita bisa melihat usia kulit kita. Suka takut usia kulitku lebih tua dari usia saya yang sebenernya, wkwk.

Pertama-tama, dokter menanyakan masalah kulit saya. Saya bilang, kulit saya lagi kering-kering nya kayak padang pasir tandus, dok. Kemudian dr. Raisan melihat kondisi kulit saya secara manual, lalu bertanya, apakah masih menyusui? ada alergi obat tertentu? Saya jawab tidak ada.

Dokter kemudian meminta saya untuk memposisikan wajah ke sebuah alat. Nah, alat canggih inilah yang akan menganalisa kondisi kulit saya. Alat ini menggunakan sinar tertentu yang bisa memotret dan mendeteksi masalah kulit, dan menampilkan hasilnya di layar komputer.


Lalu, bagaimana hasilnya? Yap, ternyata sesuai dugaan, kondisi kulit saya memang sedang super kering bahkan dokter bilang nyaris dehidrasi. Di saat-saat musim pancaroba gini kulit saya memang selalu kering bersisik, ditambah lagi sebelum ke klinik saya habis panas-panasan hiking ke suatu tempat, dan saya LUPA bawa pelembap.

Kemudian, dokter membacakan hasil analisa kulit saya lainnya.
  • Alhamdulillah, usia kulit saya ternyata sesuai dengan usia asli saya, ehehe.
  • Dokter melihat ada pori-pori yang sudah terlihat membesar di area hidung dan sedikit di area dahi.
  • Kerutan dan garis halus belum terlihat kecuali di daerah garis senyum, di sebelah kanan
  • Hyperpigmentasi ada sedikit di bagian pipi, bekas jerawat
  • Karena saya memakai kacamata setiap hari, terdapat hypopigmentasi di area hidung yang tertutup batang kacamata
  • Untuk kondisi lainnya, Alhamdulillah masih dalam batas normal
Dokter kemudian menyarankan saya untuk dilakukan Facial Barbie Glow Light. Jadi, ada 3 macam facial di sini, selain Barbie Glow Light, ada Glow Acne Light untuk kulit berjerawat dan Glow Ultimate Light untuk usia 30 tahun ke atas. Karena kondisi wajah saya sedang tidak berjerawat dan usia kulit saya masih di bawah 30, jadi saya disarankan untuk melakukan treatment Barbie Glow Light.

Facial Barbie Glow Light

Setelah selesai konsultasi dan cek kondisi kulit dengan dokter, saya kemudian diminta menunggu agar beautician bisa mempersiapkan alat nya. Kira-kira 10 menit kemudian, saya dipanggil untuk melakukan treatment.

Pertama-tama, selain beautician nya membersihkan tangan dengan hand sanitizer, saya sebagai pasien juga diminta untuk membersihkan tangan. Oke, poin plus untuk klinik ini adalah kebersihan yang benar-benar dijaga. Kemudian, wajah saya mulai dibersihkan dan dipijat dengan beberapa gerakan pijatan selama kurang lebih 15 menit.

Setelah itu, wajah saya mulai diuap untuk membuka pori-pori agar proses pembersihan komedo lebih mudah. Ini dia bagian dari tahapan facial yang saya benci, karena saya tidak kuat lama-lama bernafas di bawah uap. Tapi, ya, mau tidak mau harus saya jalani.

Selesai di-uap, beautician mulai bersiap membersihkan komedo di wajah saya. Saya udah tahan nafas, karena ini proses yang saya benci ke-dua selama facial, karena pasti saya akan beruraian air mata menahan sakit. Eh tapi ternyata.. ajaib syekali, di sini saya tidak merasakan sakit sama sekali! Padahal udah siap-siap tahan nafas dan tahan sakit. Kira-kira 20 menit kemudian, proses pembersihan komedo selesai, trus saya jadi ngerasa jijik aja lihat komedo saya itu! wkwk.

Tahap selanjutnya, beautician melakukan treatment HF atau singkatan dari High Frequency. HF ini bertujuan untuk mematikan bakteri patogen dan mempersiapkan kulit wajah untuk diberi masker/serum.


Tahapan terakhir, wajah saya dioleskan masker pepaya yang berfungsi untuk mencerahkan wajah. Agar serum di dalam masker cepat meresap, wajah saya di-sinari Bio Light. Bio Light ini ternyata bisa di-setting, tergantung jenis kulit, karena kulit saya kering, jadi beautician nya mengatur setelan sinar untuk kulit normal to dry.


Selesai! Sebenernya ada satu tahapan lagi, yaitu pemberian Day Cream. Namun, karena saat itu sudah mulai malam, jadi saya putuskan untuk tidak memakai Day Cream.

Kesimpulan

Oke, jadi setelah saya melakukan treatment Barbie Glow Light, ada beberapa hal yang saya suka :
  • Saya bisa konsultasi dulu dengan dokter, sehingga saya bisa menemukan perawatan apa yang cocok dan sesuai dengan kondisi kulit saya. Saya sih sangat menyarankan untuk konsul terlebih dahulu dengan dokter jika ingin melakukan perawatan di sini, karena beda kondisi kulit, beda juga treatment nya.
  • Proses facial yang ga bikin sakit sama sekali, tapi komedo terangkat bersih.
  • Hasil yang paling saya rasakan: wajah jadi lebih bersih, lebih lembap, dan segar.
  • Klinik nya bersih, wangi, dan instagramable.
Kalau ditanya, mau ke sini lagi ga? Tentunya Iya! Apalagi treatment facial di sini cukup terjangkau harga nya. Cukup mengeluarkan Rp 150.000,- untuk facial dan konsultasi dengan dokter.

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done