April 2018 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Tuesday, 10 April 2018

[REVIEW JUJUR] Shampo Wardah Anti Dandruff

 WARDAH adalah brand lokal Indonesia yang selama ini selalu mengeluarkan produk-produk kosmetik dengan label halal. Hal ini pula lah yang menjadikan wardah menjadi kosmetik yang saya favoritkan. Selain halal, produk-produk wardah juga nyaman di kulit dan nyaman di kantong. Tidak terlalu mahal, namun wardah mampu memberikan hasil terbaik bagi kulit saya.

Pada November 2017 lalu wardah mengeluarkan varian produk baru yaitu shampo. Wardah yang sudah terkenal dengan produk kosmetiknya, sukses membuat saya penasaran dengan terobosan barunya. Tak tanggung-tanggung, wardah mengeluarkan 4 varian shampo sekaligus.

Empat shampoo tersebut antara lain Anti Dandruff (membantu mengurangi ketombe dan menyegarkan kulit kepala), Hairfall Treatment (membantu mengurangi rambut rontoh dan patah), Daily Fresh (membantu menyegarkan dan melembutkan rambut) serta Nutri Shine (membantu menutrisi rambut dan melindungi dari kerusakan).

Dari keempat varian shampo wardah, saya memutuskan untuk mencoba shampo varian Anti Dandruff. Di blog ini, saya akan menuliskan review jujur tentang shampo ini. Tidak dilebih-lebihkan, dan tidak juga dikurang-kurangkan.

First Impression
Kemasan, harga, dan wangi adalah poin pertama yang saya nilai saat pertama kali membeli shampo ini, karena tiga hal itu yang paling mudah dinilai sebelum coba digunakan. Kemasannya menurut saya ergonomis karena bentuknya yang slim sehingga mudah digenggam. Warna kemasan nya 'wardah banget', warna biru tosca yang sudah menjadi ciri khas produk wardah. Sedangkan dari aromanya menurut saya lembut, tidak begitu menusuk, cenderung sangat 'kalem'. Harganya sekitar Rp 25.000,- sedikit lebih mahal daripada merk shampo lainnya dengan isi yang sama (170ml).

Wardah mengklaim bahwa produk ini mengandung bahan-bahan alami seperti berikut:
  • Peppermint Extract: memberi sensasi segar dingin menenangkan pada kulit kepala.
  • Tea Tree Oil: bantu mengurangi ketombe.
  •  Double Zinc Active TM : melindungi kulit kepala dari ketombe
Pertama Kali Keramas
Begitu dituang di telapak tangan, shampo wardah ini memiliki tekstur yang sedikit kental. Saat diaplikasikan pada rambut, jujur saya sulit untuk meratakan shampo ke seluruh permukaan kulit kepala. Mungkin karena kulit kepala saya yang cenderung kering. Busa yang dihasilkan menurut saya pas, tidak begitu banyak sehingga sangat mudah bagi saya untuk membilas rambut sampai bersih.

Lalu bagaimana rasanya setelah keramas pertama kali dengan shampo wardah anti dandruff? Well, sebenarnya saya juga tidak begitu mengharapkan hasil yang wow. Namanya juga baru pertama kali, ketombe di kepala ya masih saja ada. Tapi saya merasakan rambut saya jadi lebih lembut dan lebih bersih setelah keramas. Wanginya juga cenderung awet seharian, karena wardah shampo memiliki 'fitur' scentlock fragrance. Sedangkan sensasi segar dari peppermint extract nya menurut saya tidak begitu terasa, bahkan cenderung biasa saja.

Agar lebih valid, saya akan menggunakan shampo wardah selama 2-3 minggu ke depan. Saya sangat berharap shampo ini mampu memberikan hasil yang terbaik bagi rambut saya.

Tuesday, 3 April 2018

Curug Cipanas Nagrak: Tempat Wisata Keluarga Alami

Bandung, khususnya kabupaten Bandung Barat memiliki potensi alam yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi wisata. Potensi alam yang dimiliki meliputi alam pegunungan, perkebunan teh, situ atau danau, dan yang paling banyak diminati adalah curug atau air terjun. Sampai saat ini, lokasi wisata alam yang dibuka untuk umum semakin banyak jumlahnya.

Baru-baru ini masyarakat anggota Karang Taruna desa Nagrak, Parongpong, kabupaten Bandung Barat berinisiatif membuka dan mengelola tempat wisata baru. Tempat wisata ini merupakan sebuah air terjun yang sumber airnya berasal dari kawah gunung Tangkuban Perahu. Karena berasal dari gunung berapi, maka air nya memeiliki suhu yang hangat sehingga cocok untuk dijadikan tempat berendam.


Fasilitas
Curug Cipanas Nagrak memiliki 3 kolam berendam. Kolam dibuat menjadi 3 undakan. Kolam paling atas adalah kolam yang terkecil, namun airnya lebih hangat dibandingkan dengan 2 kolam di bawahnya. Semua kolam yang terbentuk masih alami beralaskan tanah. Kedalaman kolam sekitar 50-70 cm. Tidak terlalu dalam, aman untuk pengunjung anak-anak.

Setelah berendam kita bisa membersihkan diri di toilet. Toilet terbuat dari kayu dan bambu, sehingga kesan alami semakin kuat di sini. Di dekat toilet ada juga yang menjual shampo dan popok bayi.

Jangan takut kelaparan, karena dari mulai tempat parkir hingga ke dekat kolam, ada beberapa kios yang menjajakan makanan ringan. Adapula yang menyewakan tikar seharga Rp 10.000,-.

Satu hal yang wajib dipatuhi di tempat ini adalah: menjaga kebersihan kolam dan area sekitar Cipanas. Ada aturan yang melarang pengunjung untuk makan atau minum di sekitar kolam. Yaa.. sebetulnya sih, dimanapun kita berada, kita wajib menjaga kebersihan lingkungan sekitar.


Tiket Masuk
Di siang hari, harga tiket masuk bagi orang dewasa sebesar Rp 10.000,- sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp 5.000,-. Anak-anak adalah mereka yang usianya di atas 2 tahun sampai 12 tahun. Bayi dibawah 2 tahun tidak dikenakan tarif masuk.

Sedangkan di malam hari, tiket masuk lebih mahal daripada siang hari. Untuk dewasa, dikenakan tarif Rp 15.000,- sedangkan anak-anak dikenakan tarif Rp 10.000,-. Konon katanya, air di Cipanas ini akan terasa lebih hangat di malam hari. Tiket malam hari berlaku mulai pukul 18.00-23.00. Bagi yang hobi berkemah, disini juga diizinkan untuk berkemah. Tarif untuk yang berkemah sebesar Rp 35.000,-/malam.

Rute Menuju Cipanas Nagrak
Lokasi waisata Cipanas Nagrak letaknya kurang lebih 18 KM dari pusat kota Bandung. Arahkan kendaraan menuju jalan Setiabudhi - jalan raya Lembang, kemudian lanjutkan ke arah jalan Kolonel Masturi. Lalu belok kanan ke jalan Nagrak Kulon. Kurang lebih 100 meter setelah belok, kita akan menemukan tempat ini.

Dari tempat parkir kita harus berjalan menuju cipanas. Tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 50 meter. Kondisi jalan juga landai. Di samping kanan kiri kita akan menjumpai beberapa aliran air dan pemandangan hijau khas pedesaan.


Masih Terus Berbenah
Rencananya, kawasan wisata Cipanas Nagrak ini akan terus direnovasi. Pihak pengelola akan terus berupaya agar curug Cipanas ini semakin nyaman dan aman untuk destinasi wisata keluarga. Harapan ke depannya adalah tempat ini bisa menyerupai tempat wisata Sari Ater Lembang.

Sedangkan harapan penulis adalah, semoga tempat wisata alam di Bandung bisa terus berkembang. Selain sebagai ajang promosi Indonesia khususnya Bandung di mata dunia, penulis juga berharap tempat wisata yang dikelola masyarakat ini bisa menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat dan mampu memajukan perkenomian masyarakat desa.

Ada yang setuju?




Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done