July 2018 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Thursday, 12 July 2018

Menengok Pesona dan Misteri Curug Panganten

Akhir pekan adalah hal yang paling saya nanti. Apalagi saya adalah seorang working mom dimana quality time bersama keluarga selalu dijalani di setiap akhir pekan. Saya sih, ga pernah muluk-muluk kegiatan quality time diisi dengan apa. Hanya diam di rumah sambil bermain dengan anak pun tak masalah. Tapi, akan lebih asyik lagi jika pergi bersama ke suatu tempat, hehe.. Saya paling suka pergi ke tempat bertemakan alam. Selain bisa menghirup udara segar, lumayan juga untuk melatih fisik, ditambah lagi ada bahan untuk update artikel di blog.. Ehehe.

Akhir pekan lalu saya mengajak (baca: merayu) suami untuk mengunjungi Curug Panganten. Kebetulan, lokasi curug (air terjun) ini dekat dari rumah (mertua). Dan, selama saya tinggal di sini, belum pernah sekalipun saya pergi ke tempat ini. Kasian amat yak

Suami saya setuju (horeee!!). Ahad pagi, berangkatlah kami bertiga menggunakan motor. Alhamdulillah alam pun mendukung dengan cuaca nya yang cerah.

Tentang Curug Panganten
Curug Panganten adalah air terjun yang terbentuk alami dari salah satu aliran sungai di kabupaten Bandung Barat. Sebelum mengalir ke curug Panganten, aliran sungai mengalir dan jatuh terlebih dahulu ke curug Cimahi yang sekarang bernama Curug Pelangi. Secara geografis, curug Panganten terletak di kecamatan Parongpong, kabupaten Bandung Barat, provinsi Jawa Barat. Curug Panganten memiliki dua aliran air terjun, yang masing-masing memiliki ketinggian sekitar 12 meter.

Cerita tentang Curug Panganten hingga Dijadikan Salah Satu Tempat Shooting Film Suzanna
Ada beberapa versi yang melatarbelakangi nama curug Panganten ini. Versi pertama ialah karena curug ini memiliki 2 aliran air terjun yang saling berdampingan layaknya seorang pengantin. Aliran air di samping kanan terlihat deras, sedangkan aliran air disamping kiri lebih kecil. Karena itulah curug ini dinamakan curug Panganten.

Versi lain menyebutkan bahwa dahulu ada sepasang pengantin yang baru saja menikah. Sepasang pengantin ini mengalami nasib nahas, mereka terbawa hanyut di aliran sungai di Parongpong. Aliran sungai itu membawa mereka ke curug ini. Sehingga air terjun ini dinamakan Curug Panganten.

Ada pula mitos-mitos yang beredar tentang curug ini. Salah satunya adalah mitos bagi orang yang sedang berpacaran. Jika mereka berdua mengunjungi curug ini, maka hubungan mereka tidak akan jadi (putus, tidak sampai ke pelaminan). Menanggapi mitos ini, saya sih berpikiran positif saja bahwa memang sebaiknya orang yang sedang berpacaran tidak pergi ke tempat ini, karena tempat ini cenderung sepi. Yaa tau sendiri lah yaa kalau berdua-duaan yang ke tiga nya adalah..?

Saking dipenuhi mitos, salah satu penulis novel (saya lupa namanya) pernah menjadikan tempat ini sebagai latar cerita yang penuh misteri. Bahkan, curug Panganten ini pernah juga dijadikan salah satu tempat shooting film Suzanna.

Rute Menuju Curug Panganten
Ada dua jalur yang saya rekomendasikan untuk sampai di tempat ini. Pertama, melalui villa Katumiri yang terletak di jalan Cihanjuang, Cimahi. Saya sangat merekomendasikan jalur ini karena bisa dilalui angkutan umum yaitu angkot jurusan Cimahi-Parongpong berwarna ungu. Setelah turun di villa Katumiri, kita harus berjalan sekitar 200 meter, lalu belok kiri ke arah curug Panganten. Setelah  belok, kita akan menemukan jalan setapak menurun, lalu jalanan datar yang di samping nya terdapat aliran sungai. Ikuti saja jalan itu, kira-kira 20menit kita akan sampai di pintu masuk curug Panganten.

Rute kedua merupakan rute yang saya lalui bersama suami dan anak, yaitu melalui jalan Ciuyah. Sebetulnya lebih nyaman melalui rute ini karena waktu tempuh saat jalan kaki lebih pendek daripada melalui rute vila Katumiri. Sayangnya, tidak ada kendaraan umum yang melaui jalan Ciuyah ini. Kendaraan pribadi yang memungkinkan pun hanya motor.

Pesona Curug Panganten dan Fasilitas
Air terjun yang jatuh dari tebing berketinggian 12 meter ini masih sangat alami. Aliran air yang jatuh menimbulkan kesan yang sejuk. Saat musim kemarau, alirannya tidak begitu deras sehingga pemandangannya bisa dinikmati dengan nyaman. Kesan penuh mistis pun jadi tak terasa. Namun kita perlu berhati-hati karena beberapa ekor monyet masih hidup liar di tempat ini.

Namun sayangnya, dibalik pesona nya yang indah, tempat ini sangat minim fasilitas. Tidak ada toilet, bahkan jalan menuju curug pun masih berupa tangga-tangga yang dibuat seadanya. Pegangan di samping tangga pun hanya beberapa, itupun terbuat dari bambu. Lokasi ini juga sangat rawan pohon tumbang dan longsor. Sangat disarankan agar menuju ke tempat ini saat musim kemarau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal, jika ditata dan dikelola dengan baik, curug Panganten ini bisa menambah daftar tempat wisata yang bisa dikunjungi di daerah kabupaten Bandung Barat.

Ya, saya sangat berharap semoga ke depannya tempat ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done