Pengalaman Membuat Paspor di Bandung

By Afifah Nurul Haq - 09:37:00

Paspor, merupakan satu-satunya identitas diri kita selama berada di luar Indonesia. Tentulah paspor ini merupakan hal wajib yang harus ada saat bepergian ke luar negeri. Sebetulnya, membuat paspor itu mudah kok! Di artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman saat membuat paspor di kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung.

1. Mendapatkan Nomor Antrian
Sejak bulan Januari 2018, pengambilan nomor antrian paspor dilakukan secara online. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, sehingga tidak perlu lagi datang subuh ke kantor imigrasi hanya untuk mendapatkan nomor antrian. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah calo yang seringkali memanfaatkan situasi seperti ini.

Pertama-tama, kita cukup mengunduh aplikasi Antrian Paspor di playstore.
Setelah selesai ter-install, silahkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Isi semua form yang berisi informasi Username, Password, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Telephone, e-mail yang masih aktif, dan Alamat. Alamat email harus AKTIF, karena nantinya email ini akan digunakan untuk mengirimkan verifikasi data. Selain di aplikasi Antrian Paspor, kita juga bisa mendaftar lewat PC di https://antrian.imigrasi.go.id/




Selesai mendaftar, silahkan cek inbox email. Akan ada email konfirmasi dari pihak Imigrasi, klik link yang terdapat pada email untuk memverifikasi data diri. Jika di inbox tidak ada email, silahkan cek SPAM. Pengalaman saya, sudah 2x membuat akun, email yang masuk selalu ada di kotak Spam.

Setelah proses verifikasi berhasil, kita bisa log in ke aplikasi Antrian Paspor. Selanjutnya, kita tinggal memilih kantor imigrasi terdekat untuk mendapat nomor antrian. Nah, disini lah biasanya masalah muncul. Setiap kali memilih kantor imigrasi, pasti muncul notifikasi 'kuota penuh'. Ternyata eh ternyata ada trik nya lho..

Saya coba cari-cari info mengenai hal ini, kebanyakan artikel menyarankan untuk sering-sering mengecek aplikasi, terutama di setiap akhir pekan atau dini hari. Oke saya coba, tapi tetap saja muncul notifikasi kuota penuh. Sampai suatu hari, di hari Senin pagi saat perjalanan menuju tempat kerja, saya iseng buka aplikasi antrian paspor ini. Alhamdulillah! Ada kuota tersedia!

"Jadi ternyata, antrian paspor online di kantor Imigrasi kelas 1 Bandung dibuka setiap Senin pagi untuk 2 minggu ke depan."

Saya iseng juga cek kantor imigrasi lainnya seperti kantor imigrasi di Karawang, di Depok, di Jakarta, di Tasikmalaya, ternyata juga sama-sama menyediakan kuota di Senin pagi.

Setelah tahu  ada kuota tersedia, saya buru-buru mengisi formulir data pemohon. Saya memilih tanggal dan mengambil jadwal di pagi hari. Saya buat saja sekalian untuk suami dan anak. Btw, satu akun di aplikasi Antrian Paspor bisa untuk mendaftarkan 5 (lima) nomor antrian. Data yang diinput adalah nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Jika sudah selesai, maka kita akan mendapatkan barcode. Barcode ini nantinya akan ditunjukkan dan di-scan oleh petugas di kantor imigrasi.

2. Persiapkan Dokumen
Dokumen untuk pengajuan paspor baru ada 3 (tiga):
  1. e-KTP asli dan fotokopi, jika e-KTP belum jadi, bisa menggunakan SUKET atau Surat Keterangan yang didapat setelah kita selesai mengurus e-KTP. KTP harus di-fotokopi di selembar kertas A4, tidak boleh dipotong.
  2. Akte Kelahiran asli dan fotokopi, jika tidak ada, bisa diganti dengan Ijazah, Buku Nikah, atau surat baptis (bisa pilih salah satu).
  3. Kartu Keluarga asli dan fotokopi, Kartu Kelurga juga HARUS yang sudah jadi, bukan yang masih dalam bentuk draft.
  4. Materai 6000
Sedangkan syarat dokumen pengajuan paspor untuk anak yaitu:
  1. e-KTP asli dan fotokopi kedua orangtua
  2. Akte Kelahiran anak asli dan fotokopi
  3. Buku nikah asli dan fotokopi, buku nikah difotokopi mulai dari halaman depan sampai belakang, jika sudah bercerai maka wajib menyertakan akta perceraian
  4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi
  5. Paspor orangtua dan fotokopi, jika ada
  6. Materai 6000, 2 buah
Oh ya, pastikan nama di semua dokumen yang kita ajukan SAMA yaa.. Karena jika nama kita tidak sama satu huruf saja, maka sudah otomatis ditolak oleh petugas imigrasi. Contoh, nama suami saya di akte 'Cepy' menggunakan huruf 'y', sedangkan di KTP dan KK nama nya 'Cepi' menggunakan huruf 'i'. Sudah pasti, petugas imigrasi akan menolak pengajuan paspor suami saya. Untungnya suami saya sudah mengurus hal ini jauh-jauh hari.

3. Datang ke Imigrasi
Tibalah saatnya.. Kami bertiga datang ke kantor imigrasi. Sempat deg-degan karena kami terlambat datang satu jam dari jadwal yang seharusnya. Tapi Alhamdulillah, petugas nya memperbolehkan kami mendaftar.

Setelah datang, kami diminta untuk menulis nama. Cukup 1 nama saja jika pengajuan untuk satu keluarga. Beberapa menit menunggu, nama kami akhirnya dipanggil. Petugas pertama kemudian memeriksa semua dokumen kami, yang asli dan fotokopi. Kemudian berkas fotokopi kami dimasukan ke dalam 1 map berwarna  kuning. Kami diberi 2 formulir, satu berupa isian data pribadi, satu lagi merupakan surat pernyataan yang nantinya harus kita tandangani di atas materai.

Setelah formulir selesai diisi, kami mengantri ke petugas selajutnya untuk mengambil nomor antrian wawancara dan foto. Nah, di sini kita harus menunjukkan bukti berupa barcode dari aplikasi Antrian Paspor. Barcode kemudian di scan, dan secara otomatis nomor antrian dan nama kita akan tercetak lewat printer.

4. Wawancara dan Foto
Setelah mendapat nomor antrian, kami menunggu untuk dipanggil wawancara dan foto. Yah, resiko datang telat, jadinya kami menunggu agak lama, ditambah jam istirahat nya petugas imigrasi pula.. :-P jam istirahat petugas imigrasi dari pukul 12.00 sd 13.00. Tak lama setelah jam istirahat lewat, saya dipanggil.

Tahap wawancara ini biasanya tahap yang menentukan juga apakah kita layak mendapatkan paspor atau tidak. Untuk itu, ada aturan yang mewajibkan pemohon menggunakan pakain rapih, baju berkerah dan tidak berwarna putih, serta dilarang menggunakan sandal. Beberapa pertanyaan yang diajukan biasanya seperti ini:
  • "Mau kemana?"
  • "Dengan siapa?"
  • "Kapan?"
  • "Berapa hari di sana?"
Bahkan, pertanyaan yang agak pribadi pun ditanyakan, seperti:
  • "Kerja dimana? Perusahaan di bidang apa? Dimana alamatnya?"
  • "Ke tempat ini tujuannya untuk apa? Ada saudara? Sudah tahu tempat yang akan dituju kemana saja?"
  • "Lulusan D3 ya? D3 nya jurusan apa?"
Beberapa orang yang sudah berpengalaman menyarankan agar kita menjawab dengan jujur. Karena jika tidak jujur, akan ada pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin akan lebih sulit kita jawab lagi. Jika memang belum punya tujuan, ya tinggal dijawab saja belum tahu kemana, tapi ingin membuat paspor untuk jaga-jaga saja. Atau yang paling mudah sih jawab saja untuk liburan. Biasanya jika tujuannya untuk liburan, urusannya tidak akan dipersulit.

Ssst.. ada loh ternyata yang tidak bisa melanjutkan proses pembuatan paspor saat wawancara. Kebetulan saya bersebelahan dengan seorang bapak, entah apa yang diutarakan bapak tersebut saat wawancara, yang jelas, saya mendengar petugas imigrasi menolak pengajuan paspor bapak tersebut karena ada dokumen yang kurang, yaitu surat rekomendasi dari pesantren. Saya kurang tahu mungkin bapak ini mau melanjutkan pendidikan nya di luar negri atau menjadi pengajar di luar negri, tapi saya jadi kasihan karena bapak tersebut harus kembali lagi ke imigrasi lain waktu.

5. Pembayaran
Setelah wawancara selesai, selanjutnya kita akan difoto dan scan sidik jari di tempat yang sama. Kemudian, petugas akan mencetak surat pengantar pembayaran.

Di surat pengantar pembayaran ini ada barcode berupa kode/nomor pembayaran. Saran saya, segera lah melakukan pembayaran hari itu juga, agar paspor bisa segera diambil. Pembayaran bisa dilakukan di kantor pos, atau di teller Bank. Nah, kebetulan di area kantor imigrasi juga ada kantor pos, jadi saya langsung saja bayar di sana.

Jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 355.000,- untuk paspor biasa dengan jumlah 48 halaman. Batas maksimal pembayaran adalah 7 hari setelah dilakukan permohonan paspor. Jika melewati 7 hari, maka permohonan dianggap batal.

6. Pengambilan Paspor
Setelah melakukan pembayaran, paspor dapat kita ambil 4 hari kerja setelah melakukan permohonan. Kebetulan saya membuat permohonan paspor di hari Kamis, jadi saya baru bisa mengambil paspor di hari Rabu pekan depan.

Jangan lupa untuk membawa surat pengantar pembayaran serta bukti pembayaran. Untuk pengambilan sendiri, di beberapa artikel disebutkan untuk membawa KTP asli, tapi saat saya datang kembali untuk pengambilan paspor, saya tidak ditanya dokumen apa-apa kecuali surat pengantar pembayaran tadi dan bukti pembayaran nya. Saya juga mengambil paspor sekalian untuk suami dan anak saya, tapi petugas pun tidak menagih dokumen apa-apa. Tapi, untuk jaga-jaga, bawa saja fotokopi kartu keluarga jika yang mengambil adalah keluarga sendiri, atau buat surat kuasa jika yang mengambil adalah orang lain. 

7. Tambahan
Bayi di bawah usia 2 tahun dan lansia akan diprioritaskan. Saat mengambil nomor antrian untuk wawancara dan foto, minta lah nomor antrian priority kepada petugas.

Saran saya jika membawa bayi usahakan datang di jam-jam dimana bayi sedang merasa tenang, anteng, tidak di jam tidur nya. Agar saat wawancara dan foto tidak ada drama. Jika bisa datang pagi, datang lah pagi-pagi walaupun kita dapat jadwal siang hari.

Selesai. Semudah itu. Intinya adalah kita harus siap segalanya mulai dari dokumen, persiapan untuk wawancara, berpakaian rapi, dan datang tepat waktu supaya tidak menunggu lama seperti saya :D 

  • Share:

You Might Also Like

12 komentar

  1. Bermanfaat banget mba, dan deg-degan banget sesi wawancaranya ya, pakai bahasa Indonesia kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulilah, makasih mbak, iya yang wawancara nya juga orang indonesia ko hehe

      Delete
  2. Ih ini penting banget, aku bookmark ya mbak. Bener-bener aku butuhin. Penjelasannya juga enak, lengkap mudah dipahami. Endolista lah, maaci loh mbak ♥️

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah makasih banyak mbak.. Alhamdulillah kalau bermanfaat :)

      Delete
  3. Wah kebetulan banget aku punya rencana ke kantor imigrasi mau ngajuin pasport tapi mau minta ganti ktp dulu karena udah lecek. Jadi gitu ya trik ngantrinya biar dapat kuota. Oke deh, noted. Makasi banyak juga buat trik wawancaranya, berguna banget nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ku terharu di comment sama admin KEB heuheu.. Makasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak ya mbakk.. :*

      Delete
  4. Lengkap dan mudah dipahami tulisannya, mba. Saya juga pengen bikin paspor tapi memang belum ada rencana kemana. Ternyata boleh ya bikin walaupun belum ada tujuan dalam waktu dekat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya bisa aja, asal waktu diwawancara jawaban kita bisa bikin yakin petugas imigrasi nya aja :D

      Delete
  5. 2 tahun silam ku urus manual tea teh wkkwk pake drama dimarahin petugas tapi akhirnya jadi juga seiring dengan doa wkwkwk kesellah nungguin lama bolak baliknya itu boooo..

    next mah pake antrian online yak teh buat anak2 mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. 2 tahun yang lalu mah emang masih ribet meureun ya.. temen kantor ku juga karena gamau ribet jadinya ke calo deh. Ahaha iya emang petugas imigrasi itu tegas2, tapi kalau ga tegas nanti banyak TKI ilegal :D

      Iya teh, sekarang semua nya sistem online..

      Delete
  6. gampang kok ya ngurus paspor sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.. jadi ga usah pake calo-calo an lah yaa :D

      Delete