December 2016 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Wednesday, 21 December 2016

Situ Cisanti, Hulu Sungai Citarum





Kegiatan rihlah bagi saya bukan hanya sekedar mencuci mata, tapi juga memahami setiap tanda yzng diciptakan-Nya. Men-tadaburi alam, dengan tidak merusaknya adalah salah satu bentuk rasa syukur dan ketaatan kepada Sang Pencipta.

Perjalanan kali ini, masih ditemani suami dan juga dedek utun yang sudah menginjak 7 bulan. Berbekal google maps dan GPS (Global Penduduk Sekitar) kami berangkat menuju kawasan Situ Cisanti.

Situ Cisanti adalah danau buatan yang menampung air dari 7 mata air utama Sungai Citarum. Yakni mata air Pangsiraman, Cikolebere, Cikawadukan, Cikahuripan, Cisadana, Cihaniwung, dan Cisanti. terletak di Tarumajaya, Kertasari, Bandung dengan luas kurang lebih sekitar 5 hektar dan berada di lahan seluas 7 hektar di kawasan perhutani, kaki Gunung Wayang, dengan ketinggian 1.500–3.000 dpl. Kedalaman situ ini sampai sekarang masih belum ada yang tahu persis berapa meter kedalamannya

Rute menuju Situ Cisanti

Ada dua alternatif jalan yang bisa dilalui jika kita berangkat dari Cimahi atau kota Bandung. Rute pertama melalui jalur Pangalengan, dan rute kedua melalui jalur Pacet.

Jalur Pangalengan:
  • Dari Cimahi, arahkan kendaraan menuju Baros
  • Ikuti petunjuk yang mengarah ke Soreang
  • Jika menemukan persimpangan, arahkan lurus, jangan masuk ke jalur Ciwidey
  • Setelah Soreang, arahkan kendaraan menuju Banjaran-Pangalengan
  • Selanjutnya, kita akan menemukan jalan menanjak berkelok-kelok, memasuki area KPBS Pangalengan
  • Ikuti jalan besar, sampai menemukan pertigaan, belok ke kiri
  • Kemudian, kita akan memasuki kawasan perkebunan teh Malabar
  • Lurus terus sampai tiba di Situ Cisanti
Jalur Pacet:
  • Dari Cimahi, arahkan kendaraan menuju Bypass (Jl. Soekarno Hatta)
  • Dari bypass, kita bisa lewat jalur mana saja, yang penting mengarah ke selatan, ke arah Ciparay.
  • Bagi yang belum begitu hafal jalan, saya sarankan untuk pergi ke arah Gedebage-Jalan raya Sapan, lalu ikuti petunjuk ke arah terminal Ciparay
  • Dari terminal Ciparay lanjutkan perjalanan ke jalan raya Pacet
  • Lurus terus sampai tiba di Situ Cisanti
Perjalanan melalui jalur Pacet lebih singkat dan kondisi jalannya pun sangat baik. Kurang lebih sekitar 3 jam (perjalanan santai), tetapi dari terminal Ciparay kita akan menemukan jalan yang sangat menanjak. Sedangkan jika melalui jalur Pangalengan, lama perjalanan sekitar 4 jam. Lebih lama, namun jalurnya lebih landai dan kita bisa menikmati pemandangan khas kebun teh di perkebunan teh Malabar. Kondisi jalan sangat baik sampai di Pangalengan, namun ketika memasuki kawasan perkebunan teh Malabar kita perlu berhati-hati karena banyak sekali jalan yang berlubang.

Tiket Masuk dan Fasilitas


Disini, kita dikenakan tarif Rp 10.000,-/orang dan tarif parkir untuk motor Rp 3000,- (tarif parkir mobil saya kurang tahu). Toilet umum dan mushola terletak di luar Danau Cisanti (setelah tempat parkir), dan jangan khawatir, di dekat danau juga tersedia toilet. Ada beberapa warung yang menjajakan makanan, baik di dekat danau maupun di dekat tempat parkir.




Danau Cisanti ini cocok bagi kamu yang hobi memancing. Banyak sekali saya jumpai orang-orang yang melakukan kegiatan memancing. Ada yang berhasil menangkap ikan mas, nila, mujair, kerang, ada juga yang hanya mendapatkan ikan impun kecil-kecil.  Selain memancing, tempat ini juga bisa dijadikan tempat berkemah santai, hammock ceria, atau sekedar foto-foto.


Tips

Sebetulnya tidak ada tips khusus untuk menuju tempat ini. Cukup membawa perbekalan dan perlengkapan pribadi yang kira-kira dibutuhkan. Ohya, pastikan tangki bensin terisi full ya, apalagi jika melalui jalur Pangalengan. Karena, radius 7 KM sebelum Situ Cisanti, saya tidak menemukan pom bensin.

Sekian, semoga bermanfaat :)




Friday, 9 December 2016

Review Sepatu Hi-Tec Bryce II Woman Series

The journey of a thousand miles begins with one step.
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/l/laotzu137141.html
The journey of a thousand miles begins with one step.
Read more at: https://www.brainyquote.com/quotes/quotes/l/laotzu137141.html
A journey of a thousand miles begins with a single step. -Lao Tzu-

Urusan keselamatan dalam pendakian adalah poin nomor satu. Pemilihan peralatan pendakian menentukan kenyamanan dan keamanan kita di ketinggian. Sepatu sebagai alas kaki kita berpijak, adalah hal yang penting yang perlu diiperhatikan.

Nah, kali ini saya akan bahas mengenai sepatu yang saya pakai beberapa bulan ini.

Kenapa sih beli sepatu Hi-Tec? 
Berkaca dari pengalaman suami saya yang memang lebih berpengalaman di dunia pendakian, sepatu yang dipakainya adalah sepatu dengan merk Hi-Tec (saya kurang tau tipe nya apa). Dari segi cengkraman di berbagai medan cukup tangguh. Dan hal yang masih oke sampai saat ini adalah daya tahan nya terhadap air yang oke banget. Suami saya beli di tahun 2012, hingga hari ini (2016) fungsi waterproof nya masih 90%.



Spesifikasi sepatu Hi-Tec Bryce II WP Woman Series
Berikut ini fitur-fitur yang melengkapi sepatu Hi-Tec Bryce II WP Woman Series:
foto doc. hitec.com

  • WP PU nubuck and mesh upper
  • Dri-Tec waterproof, breathable membrane
  • Steel shank for support and stability
  • Durable rubber outsole for traction
Review
1. Harga
Di Indonesia, sepatu ini di-bandroll dengan harga Rp 840.000,-. Saya kira cukup sesuai antara harga dan beberapa fitur yang ada di sepatu ini.

2. Desain
Ibarat cinta pada pandangan pertama, saya langsung jatuh hati begitu melihat sepatu ini di display toko (hehe lebaaay..). Saya suka dengan perpaduan warna coklat yang memberikan kesan sangat natural dan warna pink yang cewek banget. Tidak hanya cocok di gunung, sepatu ini juga sering saya pakai sehari-hari untuk bekerja.

instagram.com/afifahhaq
3. Ketangguhan
Untuk pemakaian di beberapa medan gunung di Indonesia yang rata-rata memiliki medan tanah gembur, bebatuan dan pasir, sepatu ini cukup tangguh dan aman digunakan. Daya cengkeram sangat baik karena dilengkapi dengan fitur durable rubber outsole. Jika kita menguasai teknik mendaki dan turun gunung yang baik, sepatu ini cukup stabil dan aman melindungi kaki karena dilengkapi dengan fitur steel shank nya. Selain itu, sepatu tipe ini juga termasuk kategori mid, jadi cukup aman melindungi mata kaki dari cedera dan tidak seperti tipe boots yang agak membatasi gerakan kaki.


4. Kenyamanan
Waktu pertama kali saya coba sepatu ini, rasanya agak berat dan kaku. Mungkin waktu itu saya masih terbiasa bersandal-ria kemana-mana, sehingga kaki saya masih perlu penyesuaian. Sepatu ini cukup nyaman dipakai seharian mendaki, dan tidak begitu terasa gerah walaupun seharian kaki ini tertutup.
5. Daya Tahan terhadap Air
Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, sepatu ini memang benar-benar waterproof. Ketika menemukan genangan air, saya gilas saja dengan yakin. Pernah juga saya pakai ke Gunung Guntur, Garut. Saat itu, sebelum memasuki kawasan hutan, saya harus terlebih dahulu melewati curug dan menyebrangi sungai. Sempat ragu, tapi akhirnya saya coba lewati. Dan memang benar, kaki saya tetap kering, asal air tidak masuk lewat bagian atas yang terbuka.

Kesimpulan
Sepatu Hi-Tec tipe Bryce II Woman Series ini menurut saya sudah lebih dari cukup untuk keamanan dan kenyamanan saat mendaki. Dari skala 1-10, saya beri nilai 8,5. Tapi saya belum uji coba untuk keawetannya, seberapa lama dia mampu bertahan dengan kekuatannya, Insya Allah akan saya bahas lain waktu.
Terimakasih yang teramat sangat bagi rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.. :)

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done