Jangan Sembarangan Share Nomor Ponsel Pribadi

By Afifah Nurul Haq - 16:50:00


Foto www.pixabay.com
Sudah seringkali saya menerima pesan-pesan singkat alias sms yang ga jelas. Ga jelas dalam artian dari segi isi sms maupun pengirimnya. Entah itu mama minta pulsa, papa ditilang di kantor polisi, sms dapat hadiah sekian juta dari perusahaan A, perusahaan B, bahkan sampai sms-sms yang isinya menawarkan judi online. Semua sms-sms ga jelas itu biasanya tidak pernah saya balas dan langsung saya hapus. Menuh-menuhin memori hp aja.

Tapi beberapa hari ini saya dapat sms ga jelas lagi yang menurut saya ini serius. Serius karena  isi dari sms itu adalah penagihan hutang!

Awalnya seperti biasa saya biarkan, saya takut ini penipuan. Tapi esoknya saya dapat sms lagi dan lagi. Begini isi pesannya:

"Nama: Cecep muhammad solihin. Jumlah yang harus dilunasi: Rp 859760.00. Rekening transfer: (BNI)8808101112794773, (BRI)2621510118730309, (MANDIRI)8860810115683416. [DanaRupiah]"

Karena saya tidak merasa kenal ataupun punya teman atau saudara dengan nama cecep muhamad solihin, ya saya biarkan saja pesannya. Tapi kemudian saya dihubungi lagi besoknya via pesan di whatsapp, begini isinya:


Mendapatkan pesan whatsapp seperti ini, saya jadi ingin tahu, apa itu Dana Rupiah. Setelah saya cari tahu, ternyata memang ada aplikasi online yang bisa meminjamkan uang secara instan dan cepat. Dana Rupiah ternyata memang salah satu KTA online yang memungkinkan orang untuk meminjam uang tanpa harus ke Bank. Singkatnya sih, kita tnggal duduk manis dengan handphone di tangan, isi data-data yang diperlukan, setelah proses verifikasi dana akan langsung cair. Nah, disini saya juga menemukan bahwa pihak Dana Rupiah akan memberi peringatan berupa sms saat tanggal jatuh tempo tiba.

Lagi-lagi karena saya merasa tidak pernah menggunakan aplikasi Dana Rupiah, apalagi meminjam uang, serta, saya juga tidak kenal dengan orang bernama Cecep Muhammad Solihin, jadi saya balas saja sejujurnya di pesan whatsapp.


Kemudian, pihak (yang mengaku) dari Dana Rupiah membalas bahwa nomor saya tertera di data Cecep Muhammad Solihin. Wah, gawat juga ini, bisaj saja nomor handphone saya dipakai dan disalahgunakan untuk keperluan seperti ini. Saya kemudian mempertegas bahwa saya memang benar-benar tidak mengenal orang yang bersangkutan dan bersedia membuktikannya.

Dan.. di pesan whatsapp yang terakhir, saya agak sedikit nge-gas sih.. hehehe, takutnya ini penipuan karena foto profilnya saja pake foto Gita Savitri Devi. Setelah saya kirim pesan whatsapp yang agak-agak nge-gas itu, nomor saya lalu diblokir..

Setelah nomor saya diblokir, saya kira masalah sudah selesai. Eh ternyata hari ini saya dihubungi lagi via telepon. Saya jawab dengan nada pasrah.. Saya benar-benar ga kenal.. Kalau ga percaya ke rumah aja dehh.. buu.. sini..  nanti saya suguhin indomie rebus pake telor dan cengek. Aseli deh saya ga kenal..

Banyak kemungkinan, tapi kesimpulan dari kasus ini menurut saya ada dua:
  1. Bisa jadi ini usaha penipuan, atau
  2. Orang yang bernama Cecep Muhammad Solihin menggunakan dan menyalahgunakan nomor saya untuk kepentingan pribadinya.
Jika ternyata yang terjadi adalah nomor 2, maka dari sini saya harus berhati-hati saat menuliskan nomor ponsel pribadi. Bisa saja, bapak Cecep ini dapat nomor saya dari formulir tertentu, seperti misalnya formulir survey, bon atau nota saat belanja di suatu toko, database saat isi pulsa di konter pulsa, atau mungkin yang lainnya yang saya tidak tahu.

Saya kemudian mulai keluar dari grup-grup whatsapp yang isinya ga penting-penting amat. Saya juga mulai berhenti untuk mengisi pulsa di konter hp, lebih baik saya isi pulsa di atm saja. Dan, untuk berbagai formulir-formulir yang dimana saya harus mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, saya lebih memilih untuk menuliskan nomor kantor saja daripada nomor ponsel pribadi.

Sedikit overprotected pada diri ya, tapi demi kenyamanan saya, saya harus melakukan hal itu. Saya takut kejadian yang sama terulang, dan nauzubillah kalau sampai berdampak yang lebih lagi.

Pesan saya terakhir, kepada bapak Cecep Muhammad Solihin.. silahkan untuk membayar kewajibannya ya :)


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. waah.. serem ya mba..dulu sy sering share nomor hp di medsos..skrg d hapus ajalah..

    ReplyDelete
  2. qiqiqiqiqqq...
    Ini mah penipuan mba :D

    Aih gemes, bisaaa aja ya zaman sekarang orang menipu.
    FYI, sebuah usaha peminjaman uang, gak mungkin banget minjamin duit ke orang asing terlebih via online tanpa terlebih dahulu verifikasi data.

    Mengenai nomor HP, saya siasati dengan punya 2 nomor.
    Untuk bisnis/kerjaan beda dengan yang pribadi.
    Jadi kalau ada yang hubungi aneh-aneh pakai nomor bisnis, dijamin saya kerjain balik heheheh

    ReplyDelete