January 2019 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Thursday, 31 January 2019

[REVIEW] Menginap di Yello Hotel Harmoni Jakarta


Akhir-akhir ini mood saya lagi ga bagus, dan ini berdampak pada blog. Blog saya terlantar begitu saja. Padahal baru awal tahun, hehe. Tapi mood jelek ini ga boleh terus-terusan dipelihara. Kalau gini terus, ga akan tercapai dong resolusi saya di tahun 2019 soal konsisten nge-blog.

Maaf kalimat pembukanya malah curhat. 😂

Nah, biar mood tulisan saya bagus, mari kita bahas sesuatu hal yang menyenangkan di tulisan ini. Sebetulnya, ini pengalaman menginap di tahun 2017, tapi waktu itu saya belum begitu aktif di blog. Karena pengalaman menginap saya di sini menyenangkan, jadi saya akan membagikan rasa senang saya di tulisan ini.

Seperti biasa, saya kalau review sesuatu pasti langsung membahas ke hal-hal yang disenangi dari hotel ini dan hal-hal yang mungkin bisa diperbaiki agar lebih baik.

Hal-Hal yang Saya Suka dari Yello Hotel Harmoni

1. Lokasi Strategis
Yello Hotel Harmoni terletak di jalan Hayam Wuruk no. 6, Gambir, Jakarta Pusat. Cukup strategis karena jaraknya dekat dengan stasiun Gambir. Jaraknya kira-kira 10 menit jika menggunakan kendaraan. Kalau diperhatikan dari Monas, bangunan hotel ini cukup terlihat jelas dari sini. Malah waktu pulang ke Bandung, saya jalan kaki loh, dari hotel ke stasiun Gambir tentunyaaa bukan ke Bandung.

Foto: Booking.com
2. Semua Staff Ramah
Begitu sampai ke hotel Yello, kami harus naik lift lagi. Resepsionis nya ternyata ada di lantai 7. Begitu keluar dari lift, kami disambut dengan wajah sumringah dan sapaan khas, "Yello! Ada yang bisa dibantu?"

Saat proses check in, kami juga disuguhi welcome drink, berupa segelas es lemon tea dan beberapa potong kue muffin.

3. Banyak Spot Instagramable
Wah ini hotelnya cocok buat kita-kita (kiitaa?) yang pengen nambahin koleksi di feed instagram, hehe. Jujur saya jatuh cinta sama desain interior hotel nya. Cerah, modern, dan kekinian, dengan mengusung tema warna kuning.

Tinggal cocokin sama outfit yang dipakai, cocok deh buat difoto. Sayang saya ga sempat foto-foto banyak, biasalah emak-emak kalau udah bawa krucil bawaannya rempong, boro-boro foto chentyl.

Selain spot yang instagramable, di sini juga disediakan Netzone dan Gaming Station. Kedua fasilitas ini jadi menambah kesan bahwa hotel ini sangat cocok untuk anak-anak muda.




4. Kamar yang Nyaman
Saya memesan tipe kamar Deluxe-Double with breakfast. Luas ruangannya sekitar 21 sqm, ga terlalu luas sih memang, tapi yang penting anak saya bisa leluasa kokorondangan (merangkak, waktu itu usia Fatih masih 9 bulan).






Saya memesan kamar tipe ini dengan harga sekitar 400ribu-an, saya lupa tepat nya berapa. Itu harga di tahun 2017, dan kalau ga salah saya waktu itu dapet potongan harga juga dari traveloka. Kalau sekarang harga nya sudah naik mungkin ya.

Fasilitas yang saya dapat dari kamar ini yaitu:
- Kamar dengan Tipe kasur double
- Coffee and tea maker
- Lemari
- Brankas
- Mini Refrigerator
- AC
- LCD TV dengan saluran internasional
- Free Wi-Fi
- Toiletries
- Shower
- Hair Dryer
- Sofa

Oh ya, Wi-Fi di sini juara. Akses internet nya lancar jaya. Kalau bawa laptop dan sambil nge-blog di sini kayanya enak juga.

5. Menu Sarapan Bervariasi
Salah satu hal yang saya tuju tiap kali menginap di hotel ya menu sarapan nya, hehe.Kalau menu sarapannya oke, saya juga akan mengatakan hotel ini oke. Awalnya saya ga banyak berekspektasi sih, karena hotel ini termasuk hotel bintang 3.

Monmaap menu sarapan yang sempet kefoto cuma ini
Eh tapi ternyata di luar dugaan, saya suka sama menu sarapannya. Variasi menu nya lumayan banyak, udah kaya hotel bintang 4 aja. Ada menu buffet dan nasi nya juga. Rasanya juga enak-enak. Di sini ada menu nasi ijo, yang jadi favorit saya dan suami.

Hal-Hal yang Kurang dari Yello Hotel Harmoni

Sebetulnya untuk hotel kelas bintang 3 ini sudah juara. Dari segi kenyamanan saat tidur, keramahan staff, menu sarapan, dan desain interior, saya berani kasih nilai 9 dari 10. Tapi ada dua hal yang agak disayangkan.

Pertama, bagi yang belum pernah ke sini, mungkin akan sedikit kesulitan menemukan hotel ini. Yello Hotel ini satu gedung dengan mall HXC. Jadi, untuk masuk ke hotel nya, kita harus melewati mall dulu. Lobby Yello hotel terletak di belakang. Setelah melewati dan keluar ke belakang mall, belok kanan, nah disitu kita akan menemukan Lobby nya. Tapi, untuk check-in, kita harus naik lift ke lantai 7.

Kedua, di sini belum ada fasilitas kolam renang nya. Saya sempat melihat kolam renang dari lantai 7. Saya kira hotel ini ada kolam renang nya. Eh, ternyata kolam ini khusus untuk tamu hotel Harris Vertu yang letaknya memang berdampingan dengan Yello Hotel. Ya namanya juga hotel bintang 3, hehe.

Kalau ditanya, nanti bakal balik lagi ke sini ga? Saya rasa, mungkin iya. Jika suatu hari ada acara di sekitar Gambir atau di Jakarta Pusat saya akan memilih hotel ini sebagai alternatif tempat menginap.

Ada yang pernah menginap di Yello Hotel juga? Menurut kalian bagaimana?

Wednesday, 23 January 2019

[REVIEW] Menikmati Kopi Khas Jawa Barat di Koffie Kawan Bandung


Haloo teteh-teteh, akang-akang, sudah ngopi belum? Diem diem bae.

Warga Bandung, khususnya yang tinggal di daerah Ujungberung, Bandung Timur, udah pernah denger belum tentang kedai kopi Koffie Kawan? Kalau belum, simak yuk review ku tentang coffee shop ini.

Lokasi
Kafe ini terletak di Jl. Cigending no 874, Bandung. Dari alun-alun Ujungberung, masuk ke Jl. Cigending, kira-kira 200 meter, posisinya ada di sebelah kanan. Kafe ini memang bersatu dengan tempat tinggal si pemilik. Ga sulit ko buat menemukannya, karena ada tanda yang cukup jelas.

Sumber: instagram.com/koffiekawan
Berawal dari Garasi
Owner kafe ini memanfaatkan bagian garasi dan ruang kamar nya untuk dijadikan ladang usaha nya. Ukurannya memang tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman untuk sebuah kehangatan bersama orang tercinta.

Sang pemilik memang sudah membuka usahanya sejak dia masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Saat awal kafe ini ada, kafe ini bernama "Garasi Coffee" karena memang lahan bisnis nya berasal dari garasi. Namun, kemudian si pemilik mengganti nama kafe nya menjadi "Koffie Kawan"

Menikmati Kopi Khas Jawa Barat di Koffie Kawan
Buat pecinta kopi, saya sarankan untuk mencoba kopi di sini. Kopi yang disajikan diolah dari biji kopi hasil perkebunan di Jawa Barat. Cara menikmatinya, silahkan pilih, apa mau Vietnam Drip, dibuat kopi tubruk, drip v60, atau dibuat latte dengan aneka rasa. Ada caramel latte, vanilla late, dan hazelnut. Mau mencoba racik kopi sendiri di rumah juga bisa, pemilik kafe juga menjual biji kopi utuh yang dikemas khusus untuk dibawa pulang.


Sumber: instagram.com/koffiekawan
Bagi kalian yang bukan penikmat kopi seperti saya, jangan khawatir, ada menu lain yang bisa dipesan. Favorit saya tiap ke sini yaitu greentea latte. Greentea latte di sini rasanya kental, manis dan pahit teh nya pas.

Kedai Tumbuh
Kedai kopi ini sudah ada sejak tahun 2015. Berawal dari sebuah garasi yang kemudian disulap menjadi kafe kecil yang hangat. Kedai Koffie Kawan kemudian terus melakukan perbaikan. Dari mulai menu yang disajikan, sampai ke desain interior di dalamnya.

Saya betul-betul dibuat terkejut ketika kembali lagi ke sini setelah sekian lama. Perubahan yang sangat mencolok terlihat dari desain interior nya yang menurut saya sih, banyak spot-spot instagramable. Cocok nih, buat yang mau ngopi-ngopi cantik sekalian nambahin foto di feed instagram nya. Hehe.



Tempat ini juga cocok bagi kalian yang ingin melakukan me-time. Sang pemilik menyediakan sebuah rak yang berisi buku-buku. Ada novel, ada komik, ada juga buku-buku tentang kewirausahaan. Siapa yang hobby baca buku sambil minum kopi? Ini tempat yang pas bagi kalian.



Two thumbs up bagi pemilik sekaligus barista kopi di Kedai Koffie Kawan atas inovasi bisnis nya. Saya sih sangat berharap ke depannya akan lebih banyak varian menu light meals nya, untuk teman ngopi dan nge-teh.

Sekian review singkat dariku, yang rumahnya di sekitar Bandung Timur boleh mampir ke sini ya. Pemilik sekaligus barista nya baik kok kalau diajak ngobrol, dijamin moal ngegel, hehe.

Koffie Kawan
Alamat: Jl. Cigending no 874, Ujungberung, Bandung
Jam Buka: 09.00-22.00
Instagram: @koffiekawan

Sunday, 20 January 2019

Menuju 2019 yang Lebih Baik

Dulu, saat-saat masih remaja dan usia sekolah hingga kuliah, hampir tiap tahun saya tidak pernah membuat rencana apa yang harus saya wujudkan tiap tahun nya. Saya mikirnya, sekolah mah ya sekolah aja, udah gitu ya lulus, trus kuliah. Saya tipikal orang yang super duper lempeng. (etapi lempeng-lempeng juga sering ranking 5 besar loh *bangga* :-P)

Tapi ternyata setelah menikah dan punya anak, sikap saya yang lempeng-lempeng aja ga bisa saya terapkan di kehidupan saya sekarang. Ternyata punya anak itu seperti baru memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Segala hal yang saya fikirkan waktu masih lajang tak se-simple yang saya hadapi sekarang.

Mesti ada resolusi terperinci tiap tahunnya. Biar apa? Biar hidup saya tersusun, ga seenaknya aja kaya waktu masih lajang. Karena hari ini saya sudah punya 3 tanggungjawab, tanggungjawab terhadap diri sendiri, terhadap ke suami, dan tanggungjawab terhadap anak.

Sengaja saya tulis di blog, selain karena tulisan ini ada tulisan kolaborasi bareng teman-teman Bandung Hijab Blogger, tulisan ini juga kelak akan jadi kenangan untuk saya. Bisa jadi kenangan yang indah, atau mungkin kenangan yang suatu saat nanti justru malah saya tertawakan. Haha. Saya juga ingin tahu ke depannya apakah semua target dan resolusi saya sudah terwujud? Sekalian minta di-aminkan ya.. Hehe.

1. Skill di Tempat Kerja Meningkat
Satu hal yang saya syukuri adalah sampai hari ini suami saya masih mengizinkan saya untuk berkarya di luar rumah. Mumpungg.. saya masih diberi kesempatan. dan karena nanggung juga udah "tega" ninggalin anak, jadi saya harus meningkatkan kualitas kerja saya. Mungkin suatu hari nanti saya juga akan meninggalkan tempat kerja saya ini. Sebelum saya pergi, kayaknya akan lebih indah aja kalau saya menyumbangkan sesuatu yang bisa membuat perusahaan semakin maju. Yaa.. siapa tau bonus yang saya dapat di tahun depan bisa buat beli Xpander 😁.


2. Konsisten Menulis di Blog
Saya pernah membuat artikel tentang kenapa saya ngeblog dan manfaat apa saja yang saya dapatkan. Seru juga nulis di blog, meskipun kadang suka riweuh juga kalau udah dikejar deadline 😂. Harapan ke depannya sih ingin konsisten menulis di blog. Saya belum bisa se-hebat blogger lain yang setiap harinya mampu membuat minimal 1 buah tulisan (saya salut sama kalian!), tapi minimal saya menghasilkan 1-2 tulisan lah tiap minggu nya. Semoga juga, saya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang berkualitas, yang bermanfaat bagi orang banyak.

3. Keuangan Lebih Teratur
Beberapa waktu lalu saya sempet shock lihat biaya sekolah anak yang harga nya uwooww ga habis fikir 😂. Sebagai orangtua pastilah saya ingin menyekolahkan anak ke tempat terbaik, yang lingkungannya terjaga. Dari situ, kayanya saya memang harus mulai mengatur keuangan keluarga, harus membuat pos-pos, dan harus bisa nabung, karena saya rumasa bukan terlahir sebagai crazy rich sundanese

4. Jalan-Jalan
Selain demi kepentingan feed di instagram, hehe, traveling itu ternyata bikin wawasan saya jadi luas. Saya bisa mengenal kebudayaan dari tempat lain, saya juga bisa belajar merencana, pikiran saya jadi terbuka, dan menghilangkan penat akibat rutinitas yang ada.

Tahun ini rencananya pengen ngajak anak ke tempat wisata di Indonesia aja dulu. Pengennya sih, ngajakin camping ke gunung Prau di Wonosobo, dan makan mie Ongklok di sana karena dulu belum sempat coba. Yah, semoga aja anaknya kuat dan kondisi alam bersahabat, yang terpenting lagi semoga di-Acc sama bapak negara 😁.


5. Konsisten dalam Ibadah
Berubah menjadi orang baik itu mudah. Semua orang bisa saja jadi baik jika ia mendapat hidayah, namun yang sulit adalah istiqomah atau konsisten. Pasti akan selalu ada syaithan yang menggoda manusia untuk lalai.

Tahun ini saya sangat berharap agar dikelilingi oleh orang-orang baik yang giat dan istiqomah dalam beribadah, agar aura positif nya menular ke diri saya. Semoga.

Sebenarnya masih banyak lagi resolusi saya yang lain di tahun ini, tapi kayaknya ga akan cukup kalau di tulis di sini. Selain itu, beberapa hal diantaranya sifatnya pribadi, hehe.

Kalau resolusimu di tahun ini apa? Bolehkah aku tau?
Saya bantu doakan semoga segera terwujud yaa. Aamiin.





Monday, 7 January 2019

Naik KRD Lokal Bandung Raya Bisa Kemana Aja? Part 1


Pertama kali kenal kereta itu mungkin waktu usia saya masih 4-5 tahun, kira-kira tahun 1997 an. Saat itu tujuannya ke kampung halaman Bapak di Malangbong, Garut. Walaupun sudah agak-agak lupa, tapi naik kereta waktu itu kesannya ga nyaman sekali. Penuh, desak-desakkan antara penumpang dan penjual, panas karena pake kereta ekonomi, bahkan ada yang sampai ngampar samak, ya pokoknya ga banget lah.

Kemudian sekitar tahun 2010 atau 2011 saya kembali mencoba naik kereta, tujuannya ke rumah saudaranya teman. Hmm, ternyata keadaannya masih sama saja. Walaupun harga tiket kereta nya masih sangat murah, hanya Rp 1000,- dari stasiun Kiara Condong ke stasiun Gadobangkong.

Sampai akhirnya di tahun 2013 akhir (saya lupa tepatnya bulan apa), keadaan kereta api semakin baik. Bahkan menurut saya tahun ini adalah tahun prestasi nya PT. KAI. Kenapa? Karena bepergian dengan kereta kini sudah sangat sangat nyaman, bahkan kereta ekonomi KRD Lokal Bandung Raya sekalipun!

Baca Juga: Transportasi Unggul untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia

Asyiknya Naik KRD Lokal Bandung Raya Sekarang
  • Sudah tidak ada lagi yang berjualan ilegal, baik itu di dalam kereta maupun di ruang tunggu stasiun.
  • Pengamen pun sudah tidak diperbolehkan.
  • Tiap gerbong sudah ber-AC.
  • Karena ruangan ber-AC, otomatis larangan merokok pun diberlakukan.
  • Banyak tersedia plug (colokan) di tiap gerbong, ini membantu sekali, demi keberlangsungan hidup di dunia maya.
  • Pemeriksaan tiket sudah diperketat, jadi ga ada lagi tuh penumpang selundupan yang ga beli tiket.
  • Kuota penumpang di setiap stasiun dibatasi, tapi ini kadang-kadang sih.
  • Bonus full music Bungsu Bandung selama perjalanan, jika anda beruntung dan naik di jam-jam tertentu. Tau Bungsu Bandung? Itu yang nyanyi "mobil butut kaluaran baheula.."
Harga Tiket KRD Lokal Bandung Raya

Di tahun 2013 lalu, saat kondisi per-keretaapi-an benar benar sedang berbenah, harga tiket nya masih sangat terjangkau, hanya Rp 1.500,- saja jauh dekat, dari stasiun Cicalengka ke stasiun Padalarang. Ujung ke ujung cuma Rp 1.500 aja dong, harga tol aja Rp 7.000,-.

Namun, di tahun 2014, subsidi untuk transportasi kereta dikurangi (rumor nya sih begitu). Sehingga, tiket kereta api semakin lama semakin mahal. Di tahun 2014, harga nya naik menjadi Rp 2.000,-. Dan sampai saat ini di tahun 2019 harga tiket KRD Lokal Bandung Raya sebesar Rp 5.000,- untuk jarak dekat, dan Rp 6.000,- untuk jarak jauh.

Ya, meskipun harga tiket nya naik, tapi tetep murah kaan? Selain murah, nyaman, juga bebas macet. Jadwal keberangkatan kereta pun hampir selalu tepat waktu, kecuali jika ada hal-hal di luar dugaan seperti adanya rel kereta yang ambles, tergenang banjir, atau ada perbaikan mesin.

Naik KRD Lokal Bandung Raya Bisa Kemana Aja?
Di tahun 2013 sampai 2014, zaman dimana saya sering mengalami pergolakan hati (prett) akibat kondisi emosi saya yang masih labil, yang kalau diceritain mah geuleuh pisan lah ga banget 😂, saya sering sengaja pergi ke stasiun kereta. Menyimpan motor di sana, dan pergi sendirian menggunakan KRD Lokal Bandung Raya.

Ada beberapa spot favorit di beberapa stasiun pemberhentian kereta KRD Lokal Bandung Raya yang sering saya kunjungi. Nah kali ini saya mau share tempat-tempat apa saja yang bisa dikunjungi kalau (ya siapa tau) teteh-teteh atau akang-akang di sini ingin naik kereta KRD Lokal Bandung Raya tapi bingung mau kemana.

1. Stasiun Cicalengka
Kita mulai dari ujung timur terlebih dahulu ya. Kalau ke stasiun Cicalengka biasanya saya pergi ke alun-alun Cicalengka. Jaraknya lumayan dekat dengan stasiun. Setelah turun dari kereta, jalan kaki sedikit menuju jalan raya Cicalengka, lalu naik angkot kira-kira 3 menit. Sama seperti alun-alun di tempat lainnya, banyak penjual di sini. Kalau lagi hemat (baca: bokek) saya hanya jajan street food di sini saja, setelah itu saya pulang lagi.

Jika sedang ada waktu luang, ada objek wisata menarik yang bisa ditempuh dari stasiun Cicalengka. Ada Curug Cinulang dan Bukit Teletubbies yang dulu sempat hits di instagram. Kedua tempat ini bisa ditempuh dengan menaiki angkot dari jalan raya Cicalengka, lalu disambung dengan ojek, karena tidak ada angkutan umum lain selain ojek ke sini.

Bukit Teletubbies Cicalengka, Foto: www.infobdg.com
2. Stasiun Haurpugur
Kalau berhenti di stasiun ini, kita akan menemukan hamparan sawah yang luas. Menikmati cemilan sambil melihat pemandangan sawah di sini lumayan asyik juga. Oh ya, kalau cuaca sedang bersahabat, sunset di sini cocok juga untuk dinikmati dan diabadikan dengan kamera.

Foto www.haurpugur.desa.id
3. Stasiun Rancaekek
Kalau mampir di stasiun Rancaekek mending sekalian saja ke daerah Jatinangor. Cung, yang dulu sering bulak balik Jatinangor, atau ngekos di daerah Jatinangor? Pasti tau yaa di sini ada tempat hits apa saja. Salah satu tempat favorit untuk  dikunjungi di daerah Jatinangor yaitu Jatinangor Town Square atau JATOS.
 
Kalau ke daerah Jatinangor menurut kalian terlalu jauh, bisa juga pergi ke tempat makan. Ada beberapa restoran yang bisa dikunjungi, favorit saya RM Ampera.

4. Stasiun Cimekar
Dulu KRD Lokal Bandung Raya tidak berhenti di stasiun Cimekar. Namun, entah semenjak tahun berapa, stasiun yang letaknya di daerah Cibiru ini aktif kembali. Mungkin, karena stasiun Cimekar dekat dengan stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage. Memang sih, dari stasiun ini terlihat jelas stadion nya. Bahkan, setiap ada pertandingan PERSIB banyak sekali bobotoh atau penggemar klub PERSIB Bandung yang turun di stasiun ini. Belum ada jalan normal yang bisa dilalui kendaraan termasuk motor. Mereka semua berjalan memotong melewati pesawahan menuju stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Stadion GBLA, Foto: bola.com
 5. Stasiun Kiara Condong
Nah, sudah mulai masuk ke kota Bandung nih. Stasiun Kiara Condong adalah stasiun tempat saya memulai dan juga mengakhiri perjalanan dengan kereta. Stasiun Kiara Condong adalah stasiun terdekat dari rumah saya.

Di Kiara Condong ada apa? Hmm, mungkin saya akan menyarankan untuk kulineran di sekitar sini. Ada beberapa tempat makan yang nyaman, bersih, dan murah. Contohnya seperti tempat makan Ayam Nelongso, ada juga Warunk Idea yang menyajikan pemandangan kota dan jembatan layang Kiara Condong.

6. Stasiun Cikudapateuh
Jadi inget dulu saya sering antar adik sekolah. Biasanya saya antar pakai motor, tapi ternyata saya baru sadar sekolah adik saya dekat dengan stasiun Cikudapateuh.

Selain antar adik sekolah, saya biasanya belanja ke pasar Kosambi jika turun di stasiun Cikudapateuh. Jaraknya lumayan dekat, cukup jalan kaki sekitar 5-10 menit. Kalau ke pasar Kosambi biasanya saya membeli oleh-oleh khas Bandung seperti keripik tempe kering, keripik paru, atau sale pisang.

Foto: serbabandung.com
Di sekitar Kosambi ada juga gedung kesenian Baranang Siang. Dari stasiun Cikudapateuh kita juga bisa ke toko buku Palasari dilanjut dengan menggunakan angkot.

7. Stasiun Bandung
Nah, ini dia stasiun "utama" nya Bandung. Karena stasiun utama, banyak sekali penumpang yang naik maupun yang turun dari dan ke stasiun ini. Itulah kenapa saya jarang sekali naik KRD Lokal dari stasiun Bandung, saya males desak-desakkan dan berebut tempat duduk, hehe.

Tapi kalau turun di stasiun Bandung pernah sih beberapa kali. Biasanya setelah turun dari stasiun Bandung saya akan jalan kaki menuju jalan Braga. Jalan Braga cukup terkenal di Bandung karena banyak tempat menarik seperti restoran dan mall. Saya juga beberapa kali ke Braga Convention Hall untuk mengunjungi event pameran. Dari Braga, kita juga bisa jalan kaki menuju Masjid Agung Bandung, ke museum Konferensi Asia Afrika, ke Pasar Baru, wah, banyak banget tempat yang bisa dikunjungi dari stasiun Bandung.

Gimanaa.. Seru kan Naik Kereta?

Stasiun-stasiun selanjutnya akan saya bahas di artikel Part 2 yaa.. Jariku sudah mulai keriting, dan mungkin yang baca juga sudah mulai jenuh, atau justru malah penasaran? Hehe.

Terimakasih sudah mampir, kalau ada masukan tentang tempat yang bisa disinggahi yang dekat dengan stasiun-stasiun ini please let me know yaa..


Thursday, 3 January 2019

Tips Agar Anak Tetap Fit Selama Beraktivitas Outdoor


Saya dan suami memang hobi beraktifitas outdoor. Entah itu hanya jalan-jalan ke tempat yang terbuka, bersepeda, hingga camping ke beberapa gunung di Indonesia. Hobi ini sempat tertahan ketika saya hamil dan melahirkan.

Karena hobi ini sepertinya sudah mengakar di dalam diri *ceileh*, akhirnya ketika hobi itu tertunda rasanya seperti ada yang kurang. Ya mungkin semacam gejala kurang piknik. Kemudian di saat bayi saya berusia 6 bulan, saya dan suami mencoba membawanya ke salah satu tempat wisata alam di Bandung Timur, Batu Kuda namanya. Hanya jalan-jalan biasa, tapi lumayan lah bisa melepas kerinduan akan sejuk nya udara gunung dan wangi hutan pinus.



Kemudian, tahun lalu, saat usia nya satu tahun lebih, kami membawanya hiking ke Gunung Papandayan. Ga sampai puncak sih, hanya sampai ke wilayah tertentu saja, karena kami sangat memahami kondisi anak kami, dan juga kami sebagai orangtuanya.


Sempat ada kekhawatiran ia akan lemas atau sakit setelah kami bawa berkeringat ria ke hutan. Tapi justru anak saya menunjukkan hal sebaliknya. Setelah turun dari gunung ia justru lebih sehat dan sangat girang.

Manfaat Mengajak Anak Beraktivitas Outdoor
Bisa jadi hal ini dikarenakan anak saya merasakan manfaat langsung dari kegiatannya saat berada di luar ruangan, manfaat yang dirasakan seperti:
  • Manfaat menghirup udara segar yang bebas polusi.
  • Paparan sinar  matahari yang menguatkan tulang.
  • Membawanya aktif di kegiatan outdoor juga menjadi sarana bagi anak  untuk mengembangkan motorik, sensorik, dan kecerdasan kinestetiknya. 
  • Selain itu, ia juga merasakan manfaat dari kegiatan "earthing", yang jujur saya juga baru mengenal istilah ini sekarang.Kegiatan earthing diyakini mampu menyeimbangkan elektron positif dan negatif yang ada pada tubuh, dan berdampak pada meningkatnya kesehatan.
  • Mengajak serta anak aktif dalam kegiatan outdoor mampu meningkatkan bonding antara orangtua dan anak
Namun tentunya, manfaat-manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika kondisi badan anak fit selama beraktivitas outdoor. Saya memang bukan pakar kesehatan, namun saya juga mempelajari tips-tips agar anak tetap sehat selama berkegiatan outdoor.

1. Persiapan Sebelum Berangkat
Saya selalu mengecek 3 hal sebelum akhirnya saya berani membawa anak saya ke alam terbuka, yaitu: cuaca, kondisi fisik anak, dan kondisi fisik orangtuanya.

Kondisi cuaca bisa dengan mudah kita lihat di berbagai situs yang menyajikan prakiraan cuaca di tempat kita tuju, seperti Accu Weather, situs resmi BMKG, aplikasi cuaca di android atau iphone, dan masih banyak lagi. Rata-rata mereka menyajikan prakiraan cuaca yang cukup akurat dengan keadaan mendatang. Sebaiknya ya pilih hari yang cuaca nya cerah.

Kondisi fisik anak sebelum berangkat sangat penting. Saya beberapa kali membatalkan rencana main di luar ketika menjelang hari H badan anak saya malah panas. Meskipun, esoknya ia bisa saja sembuh, tapi saya tidak mau ambil resiko.

Baca Juga: Tips Hiking Bersama Anak


Fisik orangtua juga perlu diperhatikan. Bisa saja sewaktu-waktu anak minta digendong karena kelelahan, siapa lagi yang harus mem-backup tenaga nya selain orangtuanya.

2. Siapkan Mental
Kesannya gimana gitu ya,  padahal mental orangtua juga penting lho. Namanya juga anak-anak, pasti akan ada resiko anak rewel, ingin sesuatu, sampai resiko tantrum. Tentunya saya sebagai ibu harus siap dengan segala kondisi emosi anak.

3. Gunakan Pakaian dan Alas Kaki yang Nyaman
Saya selalu menggunakan baju dari kaos atau kain yang bahannya mudah menyerap keringat, serta cepat kering jika basah. Sedangkan untuk alas kaki, saya selalu menggunakan alas kaki yang sudah memenuhi standar safety selama berada di alam terbuka. Begitu pun dengan pakaian dan sepatu yang dikenakan anak saya.


4. Penuhi Nutrisi Anak Selama Beraktivitas Outdoor
Anak aktif itu artinya sehat. Sehat berawal dari pemberian nutrisi yang tepat dan berpedoman pada konsep gizi seimbang. Mulai dari asupan karbohidrat, protein, vitamin, sayur dan buah yang mengandung serat, serta asupan air yang cukup.

Sebelum beraktifitas, saya selalu pastikan perut anak saya terisi. Selama bermain di luar rruangan, saya juga membawa serta camilan, air yang cukup,  dan susu sebagai pelengkap gizi nya. Jika dulu anak saya masih bergantung pada ASI, setelah 2 tahun, saya kemudian memberinya susu UHT sebagai pelengkap nutrisinya.

Susu yang saya bawa setiap beraktifitas di luar haruslah yang penuh gizi, dan yang terpenting adalah praktis dan mudah dikonsumsi. Karenanya, pilihan saya jatuh ke susu Indomilk Kids UHT Full Cream.


 Review susu UHT Indomilk Kids Full Cream

Indomilk UHT Kids Full Cream adalah susu UHT varian rasa baru dari Indomilk kemasan 115 ml. Rasa Full Cream cocok diberikan sebagai untuk si Kecil usia 1 tahun ke atas, karena tanpa tambahan gula dan garam. Rasanya yang tawar ga bikin tambah haus. Cocok untuk dikonsumsi saat anak sedang aktif-aktifnya beraktivitas outdoor.

Jujur, saat pertama kali saya mengenalkan susu ini pada anak, saya sempat deg-degan. Anak saya biasanya hanya suka dengan susu yang manis. Tapi setelah coba diberikan, eh ternyata dia mau dan habis satu kotak. Alhamdulillah.. Akhirnya saya menemukan susu yang cocok untuk anak saya tanpa khawatir terhadap gula yang berlebihan.

Susu Indomilk Kids UHT Full Cream juga tinggi kalsium, fosfor, vitamin D, dan juga sumber vitamin A, B1, dan B6. Kalsium, fosfor, dan vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, juga membantu pertumbuhannya.

Vitamin A sebagai nutrisi untuk mata, serta vitamin B1 dan B6 menjaga agar anak tetap aktif, karena #AktifItuSehat. Aktif merupakan indikator dari seorang anak yang sehat. Dengan nutrisi yang komplit dan tanpa tambahan gula dan garam dari Indomilk UHT Kids Full Cream, anak saya menjadi sehat dan aktif.


Dari segi kemasan, susu UHT Indomilk Kids Full Cream ukurannya mudah digenggam oleh anak-anak. Dikemas dengan karton khusus, kandungan di dalam susu ini tetap terjaga sampai kemasan dibuka. Kemasan yang didesain seperti ini juga sangat praktis untuk dibawa kemana-mana, serta tidak perlu repot menyeduh, tinggal tusuk, minum deh.

Di atas kemasan tertera logo halal MUI, jadi tidak usah ragu lagi bagi kita yang menjalankan prinsip halal sebagai kebutuhan dan gaya hidup. Selain itu, nomor izin BPOM yang tertera di kemasan juga semakin menguatkan pilihan saya pada susu ini.



Susu Indomilk Kids UHT Full Cream bisa jadi susu pilihan tepat selepas ASI. Susu ini diproses melalui proses Ultra High Temperature, yaitu dipanaskan pada suhu 135 derajat celcius selama 2-4 detik. Proses yang singkat ini menghilangkan bakteri-bakteri tidak baik, namun kandungan nutrisi di dalam susu tetap terjaga. Proses Ultra High Temperature juga mampu membuat masa simpan susu lebih lama tanpa tambahan pengawet, sehingga sangat aman dikonsumsi anak-anak.


Penutup
Punya anak yang sangat aktif itu adalah sebuah anugerah, karena aktif adalah pertanda bahwa anak itu sehat dan memliki kecerdasan kinestetik yang baik. Jangan mengeluh bunda, tugas kita selanjutnya adalah memfasilitasi agar anak tumbuh dan bakat kinestetik nya tersalurkan. Beraktivitas di luar ruangan bisa jadi salah satu pilihan.

Semoga tips yang aku beri cukup membantu ya..

Terakhir, saya juga mau menginfokan bahwa saat ini Indomilk Kids UHT Full Cream sedang melangsungkan kompetisi blog. Bagi bunda yang memiliki anak usia 2-5 tahun, yuk ikutan lomba blog ini, karena ada jutaan hadiah menanti. Lomba ini berlangsung dari tanggal 20 December – 31 Januari 2019.

Setiap minggu nya akan dipilih satu pemenang mingguan untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp 1.000.000,-. Dan selanjutnya akan dipiih 3 pemenang final lomba review susu UHT Indomilk Kids Full Cream. 3 pemenang ini akan memperoleh hadiah senilai total 10 juta Rupiah!

Yuk bunda bunda.. ikutan blog competition nya, lumayan kan hadiahnya buat ngajak jalan-jalan si kecil. Info selengkapnya tentang lomba ini, silahkan klik disini yaa.

#IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat


Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done