November 2018 - Afifah Haq
News Update
Loading...

Friday, 16 November 2018

Jangan Anggap Remeh Baby Blues Part 1: Definisi dan Penyebab

Mohon maaf kalau postingan ini agak-agak gimana gitu. Saya merasa terpancing untuk memposting hal ini setelah melihat postingan Insta Story seseorang, sebut saja dia Mawar.

Mbak Mawar ini menulis pendapatnya tentang Baby Blues di Insta Story nya. Poin-poin yang saya tangkap dari pendapatnya mbak Mawar intinya adalah bahwa Baby Blues itu adalah sebuah sugesti. Belum sampai disitu, kawan saya yang lain (cowok sih) bilang kalau baby blues itu penyakit jaman now, orangtua jaman dulu mana ada kena babyblues, gitu katanya. Hmm.

Saya sendiri termasuk orang yang pernah terkena baby blues, bahkan sampai hampir sebulan lamanya.

Saya kemudian mencari tahu secara pasti, apa itu baby blues? Benarkah orangtua zaman dahulu jarang terkena baby blues? Apa penyebab utama baby blues? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mencari beberapa jurnal ilimiah yang membahas tentang baby blues.

Tentang Baby Blues
Setelah membaca beberapa referensi, saya menyimpulkan bahwa Baby Blues Syndrom diartikan sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan, berupa perasaan sedih dan emosi yang tidak stabil, berkaitan dengan kesulitan menerima kehadiran bayi nya, yang sering terlihat dalam minggu pertama setelah persalinan, kemudian memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan menyerang dalam jangka waktu 14 hari terhitung setelah persalinan.

Gejala Baby Blues
Syndrom baby blues biasanya menyerang 50%-70% wanita pasca melahirkan. Gejala baby blues biasanya ditandai dengan perasaan yang mudah berubah-ubah, terutama perasaan sedih yang tiba-tiba tanpa tahu apa penyebabnya.

Mengutip karya ibu Puspawardani, gejala baby blues antara lain:
  1. Dipenuhi perasaan bersedih dan depresi, disertai dengan menangis tanpa sebab
  2. Mudah kesal, gampang tersinggung, dan tidak sabaran
  3. Tidak memiliki, atau sedikit tenaga
  4. Cemas, merasa bersalah, dan tidak berharga
  5. Menjadi tidak tertarik pada bayi anda atau menjadi terlalu khawatir pada bayinya
  6. Tidak percaya diri
  7. Sulit beristirahat dengan tenang
  8. Peningkatan berat badan dengan makan berlebihan
  9. Penurunan berat badan yang disertai dengan tidak mau makan
  10. Perasaaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya
Penyebab Baby Blues
Lalu, apasih penyebab utama baby blues ini? Dari beberapa jurnal yang saya baca, penyebab baby blues saya rangkum menjadi 4 poin:
  1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan, kadar hormon estrogen dan progesteron seorang ibu menurun drastis, hal ini berkebalikan dengan meningkatnya hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI. Hormon estrogen dan progesteron ini ada kaitannya dengan perasaaan bahagia, sedangkan hormon oksitosin berkaitan dengan perasaan sedih dan stress. Nah, perubahan hormon inilah yang menyebabkan sebagian wanita pasca melahirkan sering sekali merasa sedih dan ingin menangis tanpa tahu penyebab nya apa.
  2. Kondisi Fisik. Kelelahan pasca melahirkan akibat berubah nya ritme "kehidupan", siang jadi malam, dan malam jadi siang, menyebabkan ibu rentan terkena depresi.
  3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti kecemasan dalam mengurus bayi, juga kurangnya perhatian keluarga dan terutama suami.
  4. Sosial. Perubahan gaya hidup sebagai ibu baru yang membutuhkan adaptasi, yang biasanya sering pergi ke sana kemari, setelah mempunyai anak, jadi bosan karena diam di rumah terus, juga bisa jadi penyebabnya.
Lalu, apakah orangtua zaman dahulu mengalami Baby Blues?
Saya rasa YA! Melihat salah satu penyebabnya adalah faktor biologis, yang berasal dari perubahan hormon. Ibu saya yang melahirkan hampir tiap tahun (hehe) merasakan juga yang namanya baby blues. Mertua saya pun sepertinya mengalamai baby blues. karena beberapa minggu sebelum melahirkan, mertua saya selalu wanti-wanti ke suami. Katanya jangan melarang saya jika ingin tinggal di rumah orangtua saya setelah melahirkan nanti, karena selepas melahirkan biasanya suka ada perasaan ingin lebih dekat dengan ibu kandung.

"Omat nya, tong nga ulah-ulah si teteh mun hayang cicing di indungna. Soalna mamah ge ngarasakeun mun tos ngalahirkeun teh sok hayang deukeut jeung indung" begitu kira-kira wejangan mertua ke suami saya.

Masalahnya, orangtua zaman dahulu belum tahu kalau apa yang dirasakannya itu adalah sindrom baby blues, sehingga banyak yang tidak menyadarinya.

Kesimpulan
Baby blues itu ada, dan bukan mitos semata. Baby blues tidak hanya dipengaruhi oleh faktor sosial saja, tapi juga hormon. Memang, tidak semua wanita mengalami baby blues, hanya sekitar 50-70% saja. Saya sendiri baru tahu bahwa saya terkena baby blues justru sekarang ini, di saat bayi saya sudah berusia 1 tahun, dan bukan karena setelah membaca kampanye-kampanye di media sosial tentang baby blues.

Baby blues ini jika dibiarkan maka akan berdampak negatif pada ibu dan bayi. Apa saja dampaknya? Dan, bagaimana cara mengatasi atau meminimalkan gejala baby blues? Mungkin akan saya  bahas di artikel selanjutnya.

Terimakasih sudah mampir..
Salam hangat

Tuesday, 6 November 2018

Gunung Ciremai: Atap Jawa Barat yang Menakjubkan

Pendakian kali ini bertepatan dengan momen hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2015 lalu. Ini adalah pendakian pertama saya dengan anggota team lebih dari 10 orang, mungkin jumlah seluruhnya hampir 20 orang. Agak deg-degan juga, karena saya belum kenal semua orang yang ikut di pendakian kali ini, kecuali suami saya yang waktu itu status nya masih jadi calon. Hehe.

Di sini saya ga akan banyak cerita, soalnya kegiatan mendaki mah ya gitu wee nanjak nanjak capek. Mungkin saya akan bahas dari segi itinerary dan beberapa hal yang bisa dijadikan referensi jika ingin mendaki gunung Ciremai.

Sekilas Tentang Gunung Ciremai
Gunung Ciremai dikenal sebagai atap nya Jawa Barat karena ia adalah gunung tertinggi di provinsi ini. Ketinggiannya mencapai 3.078 MASL Secara administratif, gunung Ciremai terletak di 2 kabupaten, yaitu kabupaten Majalengka dan kabupaten Kuningan.


Jalur Pendakian
Jalur pendakin resmi gunng Ciremai ada tiga. Jalur desa Apuy di kabupaten Majalengka, jalur desa Palutungan, dan jalur desa Linggarjati di kabupaten Kuningan. Jalur Apuy banyak disenangi oleh para pendaki, karena jalur nya yang lebih bersahabat dibandingkan dengan 2 jalur lainnya, terutama buat pendaki pemula kayak saya. Hehe.

Transportasi
Saya beserta team mendaki via jalur Apuy di kabupaten Majalengka. Karena jumlah kami hampir 20 orang, kami memborong 2 mobil elf dari Bandung, langsung menuju desa Apuy di Majalengka. Waktu perjalanan kurang lebih 4 jam.

Jika ingin menaiki kendaraan umum, bisa menuju terminal Majalengka terlebih dahulu. Dari terminal Majalengka, saya sarankan untuk menyewa kolbak saja langsung menuju basecamp Apuy gunung Ciremai. Fyi, lebar jalan menuju basecamp di Apuy sangat pas-pasan, hanya kolbak saja yang bisa lewat.

SIMAKSI Termahal
Betul, untuk mendapatkan izin mendaki di gunung Ciremai, semua pendaki dikenakan biaya Rp 50.000,-. Ga ngerti kenapa sih, katanya supaya gunung Ciremai tetap terjaga kelestariannya, sehingga sedikit pendaki yang mau ke gunung Ciremai karena biaya simaksi nya mahal. Tapi menurut saya ini tidak efektif, dengan meninggikan biaya SIMAKSI justru malah memperkaya pihak swasta yang mengelola tempat ini, sedangkan gunung Ciremai nya? ya gitu-gitu aja.

Karena biaya simaksi yang mahal ini, kami mendaki lewat jalur yang tidak melalui pos / basecamp desa Apuy. Sebelumnya rekan-rekan saya sudah pernah ke sini dan selalu lewat jalur ini. Eh, ternyata zonk. Tiba-tiba di depan kami dihadang power ranger yang siap membasmi kebakaran di hutan. Engga deng. Kami dihadang beberapa orang yang sepertinya sudah tahu akan ada pendaki yang lewat jalur ini. Akhirnya kami pun tetap ditagih biaya Simaksi.

Lama Pendakian
Total waktu pendakian untuk sampai puncak biasanya 8 jam. Sama seperti gunung-gunung lain pada umumnya, gunung Ciremai juga memiliki beberapa Pos sebelum ke puncak. Kalau tidak salah, ada seikitar 7 pos.

Istirahat di sela-sela pendakian. Ini cara kami makan..
Saya kurang tahu detail waktu tempuh antar pos, tapi masing-masing kurang lebih sekitar 30 menit sampai 1 jam. Dari pos I sampai pos V, jalan masih aman terkendali. Maksudnya, kondisinya masih nanjak-nanjak chantique, masih bisa ketawa ketiwi walaupun ngos-ngosan. Nah dari pos V sampai puncak, siap-siap fisik diuji.

Dari mulai pos V kita akan memasuki batas vegetasi, dimana jalanan bukan lagi tanah, tapi bebatuan. Pepohonan pun semakin jarang, ibaratnya seperti ruang yang terbuka. Jalur ini yang bikin jalan 5 langkah, istirahat 10 menit. Hehehe. Tapi saya sangat menikmati pemandangan di jalur ini, karena bisa melihat pemandangan awan seolah-olah berada di kaki kita.


Lokasi Berkemah
Tempat paling ideal untuk mendirikan tenda yaitu di pos VI, di goa walet. Dibilang ideal karena di sini tanah nya datar dan cukup luas, cocok untuk mendirikan tenda. Kalau beruntung, di goa walet kita juga akan menemukan mata air. Selain itu, kawasan goa walet ini dilindungi rimbun pepohonan sehingga aman dari terpaan angin yang kencang.


Namun sayang, waktu itu kami mendaki di saat ramai karena momen 17 Agustus. Sehingga semua tanah datar dari mulai pos V penuh oleh tenda, hampir tidak ada lagi ruang untuk berkemah. Akhirnya kami memutuskan untuk terus ke atas mendekati puncak dan sayangnya kami saling berpencar mencari tanah yang cocok untuk didirikan tenda. Saya cukup beruntung waktu itu menemukan lahan yang cukup untuk mendirikan tenda dan lumayan terlindung dari terpaan angin, namun kondisi nya agak miring, jadi saat tidur badan saya miring miring deh.

Bendera Merah Putih Mengelilingi Kawah Ciremai
Ini mungkin jadi salah satu momen pendakian yang akan terus diingat, karena saya bisa ikut membentangkan bendera merah putih mengelilingi kawah di puncak gunung Ciremai. Tinggi bendera sekitar 1 meter dan panjang nya nyaris 200 meter!!



Pendakian Perdana bagi Caca
Devania Syahla Almira atau yang sering disapa Caca, adalah anak dari pasangan teh Nuni Fitria dan kang Asep Rustana. Kedua orangtua nya memang hobi mendaki. Di pendakian kali ini mereka berdua mengajak putri kecil nya yang masih berusia 5 tahun.


Awalnya saya agak pesimis dan agak khawatir juga. Se-kecil itu sudah dibawa meng-gunung. Tapi ternyata dugaan saya terpatahkan. Stamina nya Caca ini luarr biasa. Saya aja kalah dan sering tertinggal di belakang Caca 😂. Salut deh buat dia, baru pertama kali naik gunung sudah bisa sampai di puncak tertinggi Jawa Barat.


Sepatu Jebol
Kami mendaki saat musim kemarau, sehingga kondisi gunung sangat kering dan berpasir. Kondisi ini menjadikan sepatu saya menganga minta di-sol saat perjalanan turun. Menuruni gunung dengan keadaan sepatu seperti ini menambah berat saat berjalan, karena saya harus memposisikan telapak kaki saya sedemikian rupa agar saya tidak jatuh atau tersandung akar pohon. Padahal merk sepatu ini cukup terkenal di Indonesia, terutama di Bandung. Sayang sih jadinya, kualitas nya jadi menurun, mungkin ini pertanda saya harus ganti sepatu gunung ke merk lain.


 Oke, sekian cerita pendakian saya kali ini. Siapa yang sudah pernah ke Ciremai juga? pengen tau dong kesan-kesan tentang Ciremai menurut kalian gimana.

Thursday, 1 November 2018

Etika Menengok Bayi yang Baru Lahir

Masa-masa setelah melahirkan itu adalah masa-masa yang sangat rentan. Fisik ibu yang baru melahirkan masih belum sepenuhnya pulih. Linu bekas jahitan masih terasa di sana-sini, apalagi bagi ibu yang melahirkan lewat caesar.

Selain fisik yang sakit, mental ibu yang baru melahirkan juga cenderung labil dan lebih sensitif dari biasanya. Hampir 70% ibu baru melahirkan rentan mengalami stress yang diakibatkan meningkatnya hormon oksitosin pasca melahirkan. Hormon oksitosin ini sebetulnya berfungsi untuk merangsang keluarnya ASI.

Mengingat keadaan ibu baru yang masih perlu pemulihan, ada baiknya jika kita yang ingin menengok memperhatikan hal-hal ini:

1. Beri tahu dulu sebelumnya jika ingin menengok
Mungkin ada sebagian dari kita yang justru ingin memberikan kejutan. Tapi, untuk kasus ibu baru melahirkan, hal ini justru salah. Sebaiknya beri tahu dulu ya jika ingin berkunjung, agar sang ibu bisa bersiap-siap terlebih dahulu.
2. Bawakan hadiah
Sebaiknya jangan datang dengan tangan hampa. Berikan hadiah kecil untuk menghibur hati ibu yang sedang masa-masa nya stress dan lelah setelah melahirkan.  Tidak usah hadiah yang wah, bawakan makanan saja sudah cukup menghibur, karena ibu menyusui biasanya sering dan cepat lapar. Hehe.
 
3. Stop komentar negatif
Wah, ini pantang banget ya. Jangan sampai menambah sendu suasana hati ibu yang baru melahirkan. Jangan pula terlalu banyak bertanya dan kepo soal persalinan. Biasanya dari pertanyaan-pertanyaan soal persalinan ini akan muncul berbagai komentar.

Saya dulu pernah ditanya oleh teman.
"Normal atau sesar fah?" saya jawab, "Sesar"
"Kenapa sesar?" saya jawab, "Sungsang dan udah lewat bulan"
Lalu teman saya nyeletuk,
"Ih kenapa ya, ibu-ibu di kantor saya juga banyak nya dibelek-belek, cuma beberapa aja yang lahiran normal. Jaman dulu orangtua kita ga ada sesar-sesaran tapi baik-baik aja tuh"
Saya:
4. Bacakan do'a untuk bayi
Daripada bertanya dan berkomentar yang bisa membuat si ibu sakit hati, lebih baik kita mendo'akan bayi agar selalu diberikan keberkahan. Tidak ada do'a khusus, berdo'a dengan keyakinan dan bahasa yang kita pahami pun tak masalah.

Namun, ada suatu hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah S.A.W. mengucapkan do'a perlindungan ketika mengunjungi cucu-cucunya:
yang artinya:
"Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk"
 
Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pAndangan mata buruk

Read more https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html
5. Jangan beri saran jika tidak diminta
Sebagian ibu bisa menerima dengan senang hati segala masukan yang kita berikan. Tapi, beberapa ibu lain bisa saja merasa tersinggung ketika kita memberikan saran tanpa mereka minta. Karena masing-masing ibu punya caranya sendiri dalam merawat diri dan bayinya. Kecuali, kalau mereka curhat duluan dan memang meminta saran dari kita.

6. Berkunjung jangan terlalu lama
Sebagian besar bayi tidur nya masih belum teratur, karena otak mereka masih belum bisa membedakan siang dan malam. Kebanyakan bayi tidur di siang hari, sedangkan malam mereka malah bangun. Ada yang terbangun karena ingin menyusu, tidak nyaman, kegerahan atau kedinginan, atau malah justru ngajak main. Waktu tidur bayi yang belum teratur ini juga berpengaruh pada waktu tidur ibunya.

Nah, sebaiknya saat bertamu jangan terlalu lama, karena bisa jadi kehadiran kita yang terlalu lama justru malah mengganggu. Bisa jadi si ibu ingin istirahat karena habis begadang semalaman.

Ini pernah saya alami selepas lahiran dulu. Ada tetangga yang nengok, tapi malah ngajak ngobrol lama banget dan malah curhat kehidupan rumah tangga nya 😂 Kumaha ieu, padahal diriku sangat lelah dan ingin tidur. Ditambah lagi beliau ga bawa apa-apa kemari 😂 Ciik atuuh.. Maaf jadi curhat.

7. Jangan bawa anak kecil
Sebetulnya tergantung kondisi anak yang dibawa seperti apa. Tapi, kalau sekiranya anak yang dibawa sedang aktif-aktif nya, atau ga mau diem kaya anak saya sekarang, hehe, lebih baik jangan dibawa. Kasian, takut mengganggu tidur bayi yang baru lahir. Karena menidurkan bayi itu ga mudah gaes 😂

Sekian sharing ku tentang etika saat menengok ibu yang baru melahirkan. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi tamu yang selalu menjaga etika dimanapun berada. Mohon maaf bila ada salah kata.

Salam hangat ❤

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done