Monday, 13 August 2018

,
Paspor, merupakan satu-satunya identitas diri kita selama berada di luar Indonesia. Tentulah paspor ini merupakan hal wajib yang harus ada saat bepergian ke luar negeri. Sebetulnya, membuat paspor itu mudah kok! Di artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman saat membuat paspor di kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung.

1. Mendapatkan Nomor Antrian
Sejak bulan Januari 2018, pengambilan nomor antrian paspor dilakukan secara online. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, sehingga tidak perlu lagi datang subuh ke kantor imigrasi hanya untuk mendapatkan nomor antrian. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah calo yang seringkali memanfaatkan situasi seperti ini.

Pertama-tama, kita cukup mengunduh aplikasi Antrian Paspor di playstore.
Setelah selesai ter-install, silahkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Isi semua form yang berisi informasi Username, Password, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Telephone, e-mail yang masih aktif, dan Alamat. Alamat email harus AKTIF, karena nantinya email ini akan digunakan untuk mengirimkan verifikasi data. Selain di aplikasi Antrian Paspor, kita juga bisa mendaftar lewat PC di https://antrian.imigrasi.go.id/




Selesai mendaftar, silahkan cek inbox email. Akan ada email konfirmasi dari pihak Imigrasi, klik link yang terdapat pada email untuk memverifikasi data diri. Jika di inbox tidak ada email, silahkan cek SPAM. Pengalaman saya, sudah 2x membuat akun, email yang masuk selalu ada di kotak Spam.

Setelah proses verifikasi berhasil, kita bisa log in ke aplikasi Antrian Paspor. Selanjutnya, kita tinggal memilih kantor imigrasi terdekat untuk mendapat nomor antrian. Nah, disini lah biasanya masalah muncul. Setiap kali memilih kantor imigrasi, pasti muncul notifikasi 'kuota penuh'. Ternyata eh ternyata ada trik nya lho..

Saya coba cari-cari info mengenai hal ini, kebanyakan artikel menyarankan untuk sering-sering mengecek aplikasi, terutama di setiap akhir pekan atau dini hari. Oke saya coba, tapi tetap saja muncul notifikasi kuota penuh. Sampai suatu hari, di hari Senin pagi saat perjalanan menuju tempat kerja, saya iseng buka aplikasi antrian paspor ini. Alhamdulillah! Ada kuota tersedia!

"Jadi ternyata, antrian paspor online di kantor Imigrasi kelas 1 Bandung dibuka setiap Senin pagi untuk 2 minggu ke depan."

Saya iseng juga cek kantor imigrasi lainnya seperti kantor imigrasi di Karawang, di Depok di Jakarta, di Tasikmalaya, ternyata juga sama-sama menyediakan kuota di Senin pagi.

Setelah tahu  ada kuota tersedia, saya buru-buru mengisi formulir data pemohon. Saya memilih tanggal dan mengambil jadwal di pagi hari. Saya buat saja sekalian untuk suami dan anak. Btw, satu akun di aplikasi Antrian Paspor bisa untuk mendaftarkan 5 (lima) nomor antrian. Data yang diinput adalah nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Jika sudah selesai, maka kita akan mendapatkan barcode. Barcode ini nantinya akan ditunjukkan dan di-scan oleh petugas di kantor imigrasi.

2. Persiapkan Dokumen
Dokumen untuk pengajuan paspor baru ada 3 (tiga):
  1. e-KTP asli dan fotokopi, jika e-KTP belum jadi, bisa menggunakan SUKET atau Surat Keterangan yang didapat setelah kita selesai mengurus e-KTP. KTP harus di-fotokopi di selembar kertas A4, tidak boleh dipotong.
  2. Akte Kelahiran asli dan fotokopi, jika tidak ada, bisa diganti dengan Ijazah, Buku Nikah, atau surat baptis (bisa pilih salah satu).
  3. Kartu Keluarga asli dan fotokopi, Kartu Kelurga juga HARUS yang sudah jadi, bukan yang masih dalam bentuk draft.
  4. Materai 6000
Sedangkan syarat dokumen pengajuan paspor untuk anak yaitu:
  1. e-KTP asli dan fotokopi kedua orangtua
  2. Akte Kelahiran anak asli dan fotokopi
  3. Buku nikah asli dan fotokopi, jika sudah bercerai maka wajib menyertakan akta perceraian
  4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi
  5. Surat pernyataan orangtua, bisa dibeli di kantor imigrasi
  6. Materai 6000
Ohya, pastikan nama di semua dokumen yang kita ajukan SAMA yaa.. Karena jika nama kita tidak sama satu huruf saja, maka sudah otomatis ditolak oleh petugas imigrasi. Contoh, nama suami saya di akte 'Cepy' menggunakan huruf 'y', sedangkan di KTP dan KK nama nya 'Cepi' menggunakan huruf 'i'. Sudah pasti, petugas imigrasi akan menolak pengajuan paspor suami saya. Untungnya suami saya sudah mengurus hal ini jauh-jauh hari.

3. Datang ke Imigrasi
Tibalah saatnya.. Kami bertiga datang ke kantor imigrasi. Sempat deg-degan karena kami terlambat datang satu jam dari jadwal yang seharusnya. Tapi Alhamdulillah, petugas nya memperbolehkan kami mendaftar.

Setelah datang, kami diminta untuk menulis nama. Cukup 1 nama saja jika pengajuan untuk satu keluarga. Beberapa menit menunggu, nama kami akhirnya dipanggil. Petugas pertama kemudian memeriksa semua dokumen kami, yang asli dan fotokopi. Kemudian berkas fotokopi kami dimasukan ke dalam 1 map berwarna  kuning. Kami diberi 2 formulir, satu berupa isian data pribadi, satu lagi merupakan surat pernyataan yang nantinya harus kita tandangani di atas materai.

Setelah formulir selesai diisi, kami mengantri ke petugas selajutnya untuk mengambil nomor antrian wawancara dan foto. Nah, di sini kita harus menunjukkan bukti berupa barcode dari aplikasi Antrian Paspor. Barcode kemudian di scan, dan secara otomatis nomor antrian dan nama kita akan tercetak lewat printer.

4. Wawancara dan Foto
Setelah mendapat nomor antrian, kami menunggu untuk dipanggil wawancara dan foto. Yah, resiko datang telat, jadinya kami menunggu agak lama, ditambah jam istirahat nya petugas imigrasi pula.. :-P jam istirahat petugas imigrasi dari pukul 12.00 sd 13.00. Tak lama setelah jam istirahat lewat, saya dipanggil.

Tahap wawancara ini biasanya tahap yang menentukan juga apakah kita layak mendapatkan paspor atau tidak. Untuk itu, ada aturan yang mewajibkan pemohon menggunakan pakain rapih, baju berkerah dan tidak berwarna putih, serta dilarang menggunakan sandal. Beberapa pertanyaan yang diajukan biasanya seperti ini:
  • "Mau kemana?"
  • "Dengan siapa?"
  • "Kapan?"
  • "Berapa hari di sana?"
Bahkan, pertanyaan yang agak pribadi pun ditanyakan, seperti:
  • "Kerja dimana? Perusahaan di bidang apa? Dimana alamatnya?"
  • "Ke tempat ini tujuannya untuk apa? Ada saudara? Sudah tahu tempat yang akan dituju kemana saja?"
  • "Lulusan D3 ya? D3 nya jurusan apa?"
Beberapa orang yang sudah berpengalaman menyarankan agar kita menjawab dengan jujur. Karena jika tidak jujur, akan ada pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin akan lebih sulit kita jawab lagi. Jika memang belum punya tujuan, ya tinggal dijawab saja belum tahu kemana, tapi ingin membuat paspor untuk jaga-jaga saja. Atau yang paling mudah sih jawab saja untuk liburan. Biasanya jika tujuannya untuk liburan, urusannya tidak akan dipersulit.

5. Pembayaran
Setelah wawancara selesai, selanjutnya kita akan difoto dan scan sidik jari di tempat yang sama. Kemudian, petugas akan mencetak surat pengantar pembayaran.

Di surat pengantar pembayaran ini ada barcode berupa kode/nomor pembayaran. Saran saya, segera lah melakukan pembayaran hari itu juga, agar paspor bisa segera diambil. Pembayaran bisa dilakukan di kantor pos, atau di teller Bank. Nah, kebetulan di area kantor imigrasi juga ada kantor pos, jadi saya langsung saja bayar di sana.

Jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 355.000,- untuk paspor biasa dengan jumlah 48 halaman. Batas maksimal pembayaran adalah 7 hari setelah dilakukan permohonan paspor. Jika melewati 7 hari, maka permohonan dianggap batal.

6. Pengambilan Paspor
Setelah melakukan pembayaran, paspor dapat kita ambil 4 hari kerja setelah melakukan permohonan. Kebetulan saya membuat permohonan paspor di hari Kamis, jadi saya baru bisa mengambil paspor di hari Rabu pekan depan.

Jangan lupa untuk membawa surat pengantar pembayaran serta bukti pembayaran. Untuk pengambilan sendiri, di beberapa artikel disebutkan untuk membawa KTP asli, tapi saat saya datang kembali untuk pengambilan paspor, saya tidak ditanya dokumen apa-apa kecuali surat pengantar pembayaran tadi dan bukti pembayaran nya. Saya juga mengambil paspor sekalian untuk suami dan anak saya, tapi petugas pun tidak menagih dokumen apa-apa. Tapi, untuk jaga-jaga, bawa saja fotokopi kartu keluarga jika yang mengambil adalah keluarga sendiri, atau buat surat kuasa jika yang mengambil adalah orang lain. 

Selesai. Semudah itu. Intinya adalah kita harus siap segalanya mulai dari dokumen, persiapan untuk wawancara, berpakaian rapi, dan datang tepat waktu supaya tidak menunggu lama seperti saya :D 

Monday, 6 August 2018

,
Menjadi seorang ibu adalah sebuah pekerjaan yang jam kerja nya 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa mengenal kata libur. Menjadi seorang ibu pekerja juga sama repotnya. Setelah seharian bekerja, pekerjaan rumah lain menanti.

Sekian banyaknya beban yang harus seorang ibu jalani, pasti akan membuat ibu menjadi jenuh, lelah, dan emosi tak terkendali. Sssstt.. jangan sampai anak dan suami jadi pelampiasan kejenuhan kita ya bu..

Di artikel ini, aku ingin berbagi tips bagaimana agar mood kita sebagai seorang ibu bisa segar kembali. Biasanya sih, saya selelau melakukan hal ini agar energi positif tubuh terisi kembali:

1. Membuat Teh
Lupakan sejenak kesibukan dan pekerjaan lain yang belum terselesaikan. Tak ada salahnya beristirahat sejenak, lalu mengambil cangkir dan menyeduh teh. Teh diyakini memberikan efek menenangkan secara psikologis. Kafein yang terkandung dalam teh juga bisa meredakan sakit kepala. Tambahkan gula, maka gula akan membantu mengisi ulang kembali energi.

 
2. Menulis Hal yang Menyenangkan
Saat menuangkan hal-hal menyenangkan yang ingin sekali saya lakukan, biasanya mampu membuat saya lupa terhadap keruwetan yang ada. Kadang, saya menulis itinerary perjalanan dan membayangkan betapa serunya berlibur bersama keluarga. Yah, siapa tau rencana perjalanan ini bisa terwujud.

3. Mewarnai
Saat kantuk melanda padahal masih dalam jam kerja, biasanya saya mengambil kertas kosong lalu mulai mencoret-coret sendiri di atas kertas. Apapun yang ingin saya gambar, ya saya gambar. Kemudian saya beri warna sesuka hati.

Ah.. siapa bilang urusan menggambar dan mewarnai hanya milik anak-anak? Saya memang bukan orang yang mengerti seni, juga tak pandai menggambar dan mewarnai. Tapi jika kegiatan ini bisa sedikit menyingkirkan perasaan bosan, mengapa tidak?

Mewarnai buat saya, bisa mengekpresikan perasaan di hati. Ternyata, memang sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa mewarnai dapat membuat bagian otak yang disebut amygdala mengendalikan emosi, rasa takut, dan mengurangi stress secara keseluruhan. Sehingga, kegiatan mewarnai bagi orang dewasa mampu membuat diri lebih rileks.

Konselor klinis Leslie Maarshall juga pernah mengungkapkan kalau kegiatan mewarnai dapat membuka dan mengaktifkan lobus frontal, yaitu bagian otak yang mampu mengorganisir dan mengendalikan fikiran menjadi lebih fokus. Nah, ini dampak nya sangat bermanfaat untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal fokus menyelesaikan pekerjaan satu persatu.


Jadi, kegiatan mewarnai ini tidak hanya mengasyikkan untuk anak-anak saja doong. Justru malah memberi manfaat juga untuk orang dewasa. Malah, di benua Eropa dan Amerika sana hal ini sudah menjadi tren bagi orang dewasa.

Nah, apalagi sekarang kegiatan mewarnai ini sudah terintegrasi dengan teknologi canggih bernama Augmented Reality technology yang hadir di produk baru nya Faber Castell. Apa itu? Simak yuk..

Sekilas Mengenai produk Colour to Life dari Faber Castell
Akhir-akhir ini, Faber Castell mengeluarkan produk bernama Faber Castell Colour to Life. Sebuah inovasi baru yang memadukan kegiatan mewarnai secara konvensional dan teknologi digital yang canggih berupa teknologi Augmented Reality. Teknologi Augmented Reality sendiri merupakan suatu teknologi yang mampu menyisipkan suatu informasi tertentu ke dalam dunia maya/digital, kemudian menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan kamera, webcam, HP android, ataupun kacamata khusus. Pengguna AR akan melihat objek 3 dimensi dari dunia maya dengan mata telanjang.

Fitur dan Kelebihan Produk Colour to Life dari Faber Castell
Satu paket produk Faber Castell Colour to Life terdiri dari 15 halaman Augmented Coloring Book dan 20 connector pen untuk mewarnai. Connector Pen nya sendiri aman digunakan oleh anak-anak dan balita, karena terbuat dari air dan pewarna makanan, serta washable atau mudah dibersihkan.

Terdapat 5 tema yang bisa diwarnai dan dimainkan, yaitu; Giddy Up, Pogo Boy, Dress-Up Challenge, Balance Your Brain, dan Safe Flight. Selanjutnya, kita cukup memiliki smartphone dan meluangkan memori sebesar 50MB untuk dapat memainkannya.

Serunya Beraktifitas dengan Faber Castell Colour to Life
Begitu produk ini tiba, saya benar-benar penasaran ingin mencoba. Dari 15 gambar yang ada di coloring book Faber Castell ini, saya coba warnai salah satu nya.

Oke, setelah mewarnai, saya beralih pada smartphone. Buka playstore, lalu download aplikasi Colour to Life dari Faber Castell.


Nah, disinilah serunya. Kecanggihan teknologi Augmented Reality yang menjadi nilai plus dapat kita rasakan. Buka aplikasi Colour to Life, lalu scan ke gambar yang sudah diwarnai. Taraaa..!! Gambar yang diwarnai seketika menjadi 'hidup'. Objek 3D yang muncul memiliki warna yang sama persis dengan warna yang kita tumpahkan di lembar coloring book, sehingga kesan 'hidup' semakin nyata terlihat.



Saatnya Bersenang-Senang
Saya lalu mengajak si kecil untuk bersama-sama memainkan game ini. Permainan nya cukup mudah, hanya menggeser-geserkan pesawat ke atas atau ke bawah untuk mendapatkan poin atau untuk menghindari awan berpetir.


Seruu.. Me time yang juga bisa jadi quality time dengan anak. Ternyata, permainan ini juga memiliki banyak manfaat seperti: memperkuat koordinasi tangan dengan mata, melatih kemampuan motorik, meningkatkan konsentrasi dan fokus, serta melatih refleks.

4 permainan lain juga tak kalah seru dan manfaatnya baik jika dilakukan oleh anak-anak. Permainan Dress Up challenge misalnya, permainan ini bisa meningkatkan daya ingat. Juga, permainan Balance Your Brain yang bisa menstimulasi koordinasi antara otak kanan dan kiri, serta meningkatkan kecepatan otak.

Tempat Pembelian Produk Colour to Life
Bagaimana, seru kan aktivitas me-time ala saya ini? Selain dapat me-refresh fikiran, juga sangat bermanfaat bagi otak, apalagi untuk anak-anak. Kalau pinjam istilah nya Spongebob tentang "Iimaajinaasii.." produk Colour to Life ini memang benar-benar bisa me-realisasikan gambar yang diwarnai, seolah-olah bisa hidup, bisa diajak main dan bisa diajak selfie pula.

Nah, produk Colour to Life ini bisa kita dapatkan di Tokopedia, toko buku Gramedia, atau toko-toko buku terdekat.

Yuk moms, kita manfaatkan waktu me-time dan juga quality time dengan kegiatan yang bermanfaat yang ada di produk Colour to Life ini!

Karena, ada yang lebih dibutuhkan seorang anak selain ibu yang tangguh, yaitu ibu yang bahagia.. :)

Selamat Berbahagia :)


Thursday, 12 July 2018

,
Akhir pekan adalah hal yang paling saya nanti. Apalagi saya adalah seorang working mom dimana quality time bersama keluarga selalu dijalani di setiap akhir pekan. Saya sih, ga pernah muluk-muluk kegiatan quality time diisi dengan apa. Hanya diam di rumah sambil bermain dengan anak pun tak masalah. Tapi, akan lebih asyik lagi jika pergi bersama ke suatu tempat, hehe.. Saya paling suka pergi ke tempat bertemakan alam. Selain bisa menghirup udara segar, lumayan juga untuk melatih fisik, ditambah lagi ada bahan untuk update artikel di blog.. Ehehe.

Akhir pekan lalu saya mengajak (baca: merayu) suami untuk mengunjungi Curug Panganten. Kebetulan, lokasi curug (air terjun) ini dekat dari rumah (mertua). Dan, selama saya tinggal di sini, belum pernah sekalipun saya pergi ke tempat ini. Kasian amat yak

Suami saya setuju (horeee!!). Ahad pagi, berangkatlah kami bertiga menggunakan motor. Alhamdulillah alam pun mendukung dengan cuaca nya yang cerah.

Tentang Curug Panganten
Curug Panganten adalah air terjun yang terbentuk alami dari salah satu aliran sungai di kabupaten Bandung Barat. Sebelum mengalir ke curug Panganten, aliran sungai mengalir dan jatuh terlebih dahulu ke curug Cimahi yang sekarang bernama Curug Pelangi. Secara geografis, curug Panganten terletak di kecamatan Parongpong, kabupaten Bandung Barat, provinsi Jawa Barat. Curug Panganten memiliki dua aliran air terjun, yang masing-masing memiliki ketinggian sekitar 12 meter.

Cerita tentang Curug Panganten hingga Dijadikan Salah Satu Tempat Shooting Film Suzanna
Ada beberapa versi yang melatarbelakangi nama curug Panganten ini. Versi pertama ialah karena curug ini memiliki 2 aliran air terjun yang saling berdampingan layaknya seorang pengantin. Aliran air di samping kanan terlihat deras, sedangkan aliran air disamping kiri lebih kecil. Karena itulah curug ini dinamakan curug Panganten.

Versi lain menyebutkan bahwa dahulu ada sepasang pengantin yang baru saja menikah. Sepasang pengantin ini mengalami nasib nahas, mereka terbawa hanyut di aliran sungai di Parongpong. Aliran sungai itu membawa mereka ke curug ini. Sehingga air terjun ini dinamakan Curug Panganten.

Ada pula mitos-mitos yang beredar tentang curug ini. Salah satunya adalah mitos bagi orang yang sedang berpacaran. Jika mereka berdua mengunjungi curug ini, maka hubungan mereka tidak akan jadi (putus, tidak sampai ke pelaminan). Menanggapi mitos ini, saya sih berpikiran positif saja bahwa memang sebaiknya orang yang sedang berpacaran tidak pergi ke tempat ini, karena tempat ini cenderung sepi. Yaa tau sendiri lah yaa kalau berdua-duaan yang ke tiga nya adalah..?

Saking dipenuhi mitos, salah satu penulis novel (saya lupa namanya) pernah menjadikan tempat ini sebagai latar cerita yang penuh misteri. Bahkan, curug Panganten ini pernah juga dijadikan salah satu tempat shooting film Suzanna.

Rute Menuju Curug Panganten
Ada dua jalur yang saya rekomendasikan untuk sampai di tempat ini. Pertama, melalui villa Katumiri yang terletak di jalan Cihanjuang, Cimahi. Saya sangat merekomendasikan jalur ini karena bisa dilalui angkutan umum yaitu angkot jurusan Cimahi-Parongpong berwarna ungu. Setelah turun di villa Katumiri, kita harus berjalan sekitar 200 meter, lalu belok kiri ke arah curug Panganten. Setelah  belok, kita akan menemukan jalan setapak menurun, lalu jalanan datar yang di samping nya terdapat aliran sungai. Ikuti saja jalan itu, kira-kira 20menit kita akan sampai di pintu masuk curug Panganten.

Rute kedua merupakan rute yang saya lalui bersama suami dan anak, yaitu melalui jalan Ciuyah. Sebetulnya lebih nyaman melalui rute ini karena waktu tempuh saat jalan kaki lebih pendek daripada melalui rute vila Katumiri. Sayangnya, tidak ada kendaraan umum yang melaui jalan Ciuyah ini. Kendaraan pribadi yang memungkinkan pun hanya motor.

Pesona Curug Panganten dan Fasilitas
Air terjun yang jatuh dari tebing berketinggian 12 meter ini masih sangat alami. Aliran air yang jatuh menimbulkan kesan yang sejuk. Saat musim kemarau, alirannya tidak begitu deras sehingga pemandangannya bisa dinikmati dengan nyaman. Kesan penuh mistis pun jadi tak terasa. Namun kita perlu berhati-hati karena beberapa ekor monyet masih hidup liar di tempat ini.

Namun sayangnya, dibalik pesona nya yang indah, tempat ini sangat minim fasilitas. Tidak ada toilet, bahkan jalan menuju curug pun masih berupa tangga-tangga yang dibuat seadanya. Pegangan di samping tangga pun hanya beberapa, itupun terbuat dari bambu. Lokasi ini juga sangat rawan pohon tumbang dan longsor. Sangat disarankan agar menuju ke tempat ini saat musim kemarau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal, jika ditata dan dikelola dengan baik, curug Panganten ini bisa menambah daftar tempat wisata yang bisa dikunjungi di daerah kabupaten Bandung Barat.

Ya, saya sangat berharap semoga ke depannya tempat ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Monday, 25 June 2018

,

Jika kita berbicara soal Dieng, tentu akan banyak hal yang terbahas. Mulai dari pesona keindahan alam nya, hasil tani nya, makanan khas nya, adat dan budaya nya, dan yang paling saya sukai adalah keramahan penduduk asli nya. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat saya mendaki gunung Prau sebagai salah satu objek wisata di Dieng. Yaa siapa tau ada yang terinspirasi dan ingin ke sana.

Sebenarnya perjalanan menuju Dieng ini sudah lama sekali saya lakukan. Sekitar tahun 2016 lalu, saat saya bulan madu. Hanya saja saya baru mau menuliskannya sekarang. Tak apa lah yaa

Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 MDPL (Meter Di atas Permukaan Laut). Bagi yang menyukai dunia pendakian, tentunya gunung ini tak lagi asing di telinga. Gunung Prau dikenal sebagai gunung yang ramah bagi pendaki pemula, karena waktu tempuh nya yang relatif singkat untuk mencapai puncak, jika dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya. Dan yang menjadi daya pikat dari gunung ini adalah sunrise nya yang luar biasa indah dengan latar gunung Sindoro dan Sumbing yang gagah.
Saya sudah merencanakan untuk mendaki gunung ini sejak lama. Alhamdulillah, akhirnya kesempatan untuk mendaki gunung ini datang saat saya mengambil cuti bulan madu. Aneh ya, bulan madu kok naik gunung

Magelang - Wonosobo - Dieng
Perjalanan dimulai dari Magelang, karena sebelumnya kami baru saja selesai mendaki gunung Merbabu. Kebayang ga sih cape nyaa, sampai saat ini saya juga masih bingung kok mau-maunya bulan madu mendaki dua gunung sekaligus.. hahaha. Beruntungnya kami selama di sini, karena kami selalu bertemu dengan orang-orang yang baik hati, yang mau menunjukkan kami jalan dari Magelang menuju Wonosobo, bahkan mengantar kami sampai naik bus jurusan Wonosobo.

Matahari sudah tenggelam berganti dengan sinar redup rembulan. Saya lupa berapa lama perjalanan dari Magelang menuju Wonosobo, karena selama di bis saya tertidur. Badan rasanya sudah tidak mau kompromi untuk menahan kantuk. Singkat cerita, kami diturunkan di salah satu hotel di daerah Wonosobo. Supir yang baik hati menyuruh kami untuk menginap terlebih dahulu di hotel ini, mengingat malam sudah larut dan sudah tidak ada kendaraan lagi menuju Dieng.

Malam itu kami beristirahat di hotel, saya lupa nama hotel nya, yang saya ingat kami diberi kamar dengan kasur tipe twin bed. Wagelaseeh bulan madu dikasih twin bed 😂. Letak hotel ini tak jauh dari pasar. Esok pagi nya kami berjalan-jalan dulu menikmati alun-alun kota Wonosobo. Sekitar pukul 11 siang kami checkout dari hotel dan bergegas menuju Dieng.
 
Mampir ke salah satu pasar di Wonosobo
Dari hotel, kami berjalan sekitar 200 meter menuju suatu perempatan yang katanya dilalui angkutan menuju Dieng. Alhamdulillah, kurang dari 10 menit kami menunggu, akhirnya kami dapat juga bus menuju Dieng.

Dieng - Desa Pathak Banteng
Bus yang kami tumpangi tidak begitu besar, mungkin seukuran mobil elf. Perjalanan menuju desa Pathak Banteng, Dieng, kurang lebih 1 jam. Sesampainya di desa Pathak Banteng, kami disambut hujan deras.

Bus berhenti tepat di sebuah warung bakso. Kami berdua lalu mampir untuk mengisi perut. Lagi-lagi kami bertemu dengan orang baik, pemilik warung ini sangat ramah dan mengajak kami berbincang. Setelah tahu kami dari Bandung, si pemilik warung dengan semangatnya bercerita segala hal tentang Dieng, tentang tempat wisata nya dan budaya nya. Bahkan beliau menawarkan pinjaman sepeda motor miliknya kepada kami Tapi kami menolak dengan halus (padahal mah pengen, hahaha, itumah basa basi aja). Kemudian beliau menawarkan lagi untuk menginap di tempat saudara nya. Kebetulan, saudara nya ini menyediakan tempat menginap khusus traveler, bayar nya juga se-ikhlas nya saja.

Tempatnya memang alakadar nya, tapi cukup nyaman untuk kami beristirahat. Tak ingin berlama-lama, kami segera membawa perlengkapan dan menempati salah satu kamar di tempat penginapan ini.

Perbincangan Hangat
Dieng memang dingiinn. Dinginnya sampai menembus kasur dan selimut di dalam kamar. Padahal rumah tempat saya tinggal di Cimahi sudah dingin, tapi aku tak kuat menahan dingin di sini yang menyerupai suhu di kulkas. Ku tak sanggup membayangkan jika harus mandi air dingin di sini.

Pak Mulyono, pemilik penginapan ini kemudian mengajak kami berbincang-bincang. Dinginnya Dieng jadi tak terasa. Ditambah lagi kami ditemani hangatnya arang yang dibakar di dalam anglo. Beliau bercerita banyak hal tentang sejarah Dieng. Beliau juga mengejak kami untuk mencicipi kentang goreng khas Dieng di kediaman orangtua nya. 



Petualangan Dimulai
Rencana kami untuk berkemah di puncak Prau tidak bisa terlaksana karena ternyata pada saat itu, gunung Prau sedang ditutup untuk umum. Namun, petugas Taman Nasional Gunung Prau masih berbaik hati, beliau mengizinkan kami untuk mendaki tektok (bulak-balik, tidak berkemah), tapi kami tidak mendapatkan asuransi jika terjadi apa-apa. Pikir kami, tak apa lah, mudah-mudahan kami selamat sampai pulang dari sini.

Kami bertiga, saya, suami, ditemani pak Mulyono sebagai guide, mulai mendaki pukul 4 subuh. Jam segini memang sedang puncak-puncak nya dingin. Badan harus terus bergerak agar kami tidak terkena hypotermia. 10 menit pertama, jalanan masih bersahabat dan landai. Begitu memasuki daerah perkebunan warga, kami langsung disuguhi jalanan menanjak lumayan curam.

Langkah kami terhitung cepat karena kami tidak dibebani ransel berat. 30 menit kemudian kami sudah tiba di Pos I. Saya harus terus bergerak agar tak kedinginan. Saya tidak boleh istirahat dan duduk terlalu lama. Kami harus melalui 4 Pos untuk sampai ke puncak. Jalan semakin lama semakin menanjak. Tapi Alhamdulillah, Allah masih memberikan saya fisik yang kuat.

Untunglah saat itu sedang musim hujan. Sebab, jika sedang musim kemarau cuaca akan terasa lebih dingin lagi, bahkan kita akan menjumpai kristal es. Selain itu, mendaki pada musim kemarau akan menyebabkan jalur pendakian gersang, berpasir, dan sangat berdebu.
Sunrise di Gunung Prau dengan latar gunung Sindoro dan Sumbing
Akhirnya kami mencapai puncak setelah 2 jam berjuang melewati jalur yang cukup curam.  Subhanallah.. sungguh saya tidak dapat berkata-kata begitu melihat pemandangan di puncak. Jadi inilah mengapa sunrise di gunung Prau menjadi salah satu sunrise terbaik di ASIA. Gambar yang ditangkap kamera rasanya tidak lebih indah jika dibandingkan dengan apa yang dilihat dengan mata kepala sendiri.

Kekaguman ini kemudian kami abadikan melalui kamera. Setelah puas berfoto ria, kami menggelar matras lalu menyiapkan sarapan dan makan bersama. Sekitar pukul 9, kami turun meninggalkan puncak Prau.


Kesimpulan dan Estimasi Perjalanan
Gunung Prau bisa menjadi salah satu objek wisata yang wajib didatangi saat mengunjungi Dieng. Hal yang menarik dari tempat ini selain sunrise nya yaitu hamparan padang sabana hijau yang ditumbuhi bunga-bunga berwarna putih kuning, serta undakan-undakan bukit yang sering disebut Bukit Teletubbies. Sebenarnya, ada dua jalur resmi menuju puncak Prau. Yaitu melalui desa Pathak Banteng, atau melalui jalur Dieng. Perjalanan melalui jalur Pathak Banteng relatif lebih singkat (sekitar 2 jam) namun medannya cukup curam. Sedangkan jalur Dieng, perjalanan jauh lebih lama namun medannya lebih landai, sekitar 4 jam. 
Bukit Teletubbies di jalur gunung Prau via Dieng
Berikut saya rangkum itinerary menuju gunung Prau jika berangkat dari Cimahi (karena saya orang Cimahi hehe) :
  • Cimahi - Wonosobo, menggunakan bus BUDIMAN; 10 jam, Rp 105.000,-
  • Terminal Wonosobo - Dieng, menggunakan angkot + bus kecil menuju Dieng; 1 jam, Rp 15.000,- (perkiraan)
  • Simaksi Rp 3.000,-
  • Base camp Pathak Banteng - Puncak Prau; 2 jam
  • Puncak Prau - Base camp Dieng; 4 jam

Sekian

Friday, 22 June 2018

,
Garut dikenal sebagai kota yang memiliki aneka macam tempat wisata alam. Mulai dari wisata pegunungan, wisata situ atau danau, air terjun, bahkan pantai. Tak heran jika Garut memiliki julukan Swiss van Java.

Kabupaten Garut merupakan kota yang dilalui jalur gunung berapi. Sehingga, Garut juga memiliki tempat wisata air panas alami yang selalu dijadikan tempat berendam, karena diyakini memiliki khasiat tertentu untuk tubuh.  Mungkin kita hanya mengenal daerah Cipanas saja. Tapi tahukah anda bahwa Garut juga punya kolam air panas alami lainnya yang belum diketahui banyak orang?

Terletak di jalan Sukasono, kecamatan Sukawening, kabupaten Garut. Sumber air panas disini sebetulnya sudah lama ada dan sering dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sumber air panas ini kemudian dibangun sebagai tempat wisata beberapa bulan terakhir ini. Entah dari mana sumber air panas ini berasal, karena lokasi ini cukup jauh dari gunung berapi ataupun kawah. Tapi begitulah kuasa Illahi, segalanya bisa terjadi.

Fasilitas

Terdapat 2 kolam air hangat, satu untuk dewasa dan satu untuk anak-anak. Kolam dewasa memiliki kedalaman 120cm hingga 140cm. Kolam anak memiliki 2 kedalaman, satu memiliki kedalaman 30cm, satu lagi sekitar 75cm. Keduanya (kolam anak) dipisah oleh sekat dari tembok, tapi masih satu kesatuan.

Kolam air hangat bersebelahan langsung dengan situ/danau. Saya masih belum tahu apakah ini danau buatan atau memang alami terbentuk. Keberadaan danau ini menjadi nilai plus karena sambil berendam kita bisa menikmati pemandangan danau, serta hamparan sawah di sekelilingnya. Alternatif lain jika tidak ingin berendam adalah berkeliling di danau dengan menaiki perahu angsa. Namun sayangnya, perahu angsa yang tersedia hanya ada dua.

Suhu air disini memang tidak se-panas air di Cipanas Garut. Untuk yang ingin berendam namun tidak suka air yang terlalu panas, tempat ini akan sangat cocok dikunjungi. Oh ya, saya mencoba semua kolam disini, dan menurut saya suhu yang paling hangat justru ada di kolam anak-anak, di kolam dewasa malah cenderung dingin.. yaa ga dingin-dingin amat sih, suam-suam kuku lah.

Fasilitas publik lain seperti kamar basuh, tempat duduk, tampat makan di dalam, dan tempat parkir, tebilang masih minim. Kamar basuh wanita dan pria masing-masing hanya ada 2, tempat duduk pun hanya beberapa. Sangat disarankan untuk membawa tikar sendiri ke sini jika ingin datang rombongan bersama keluarga. Dan, demi kemanan baiknya renangnya bergantian ya, sebagian berenang, sebagian menjaga barang bawaan, mengingat disini belum ada loker atau tempat penyimpanan khusus untuk barang. Saya maklum sih, karena tempat ini memang baru dibangun.

Tiket Masuk

Kebetulan kami datang pada saat libur lebaran, sehingga harga tiket masuk yang ditawarkan cukup mahal (jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya). Harga tiket untuk dewasa Rp 20.000,- sedangkan anak-anak Rp 10.000,-, padahal sebelumnya hanya Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 6.000,- untuk anak-anak. Karena saya datang ke sini rombongan, (sekitar 15 orang) saya rayu petugas nya untuk kasih diskon dan berhasil.. hihi. Tips: nawarnya harus pake bahasa Sunda yah 😁 hihihi. Sedangkan tiket untuk berkeliling danau dengan menaiki perahu angsa sebesar Rp 20.000,- per orang.

Rute Menuju Kolam Air Panas Sumur

Mudah sekali untuk menuju ke sini. Arahkan kendaraan menuju Nagreg lalu ambil jalan ke arah Garut dari jalan Cagak Nagreg. Setelah itu, arahkan kendaraan menuju Cibatu. Setelah tiba di Cibatu, belok ke Jl. Sukasono. Nah, jika sudah sampai disini, tinggal lurus dan belok kiri ketika menemukan pertigaan.

Kesimpulan

Jika ada yang bertanya apakah tempat ini kids friendly? Saya akan jawab: Ya! sangat kids friendly, mengingat sebagian besar anak-anak sangat menyukai aktivitas di air. Airnya juga hangat, tidak se-panas air di Cipanas, jadi saya tidak khawatir kulit anak jadi merah karena air yang terlalu panas.

Apakah lain kali akan kembali ke sini? Hmm.. mungkin, karena kebetulan saya juga punya saudara yang tinggalnya dekat dengan kolam ini. Dan, jika suatu hari tempat ini diperbarui serta dilengkapi fasilitas nya, saya akan datang lagi dan akan memperbarui tulisan ini. Sepertinya saya juga akan datang ke sini saat weekday karena jika musim liburan saya yakin tempat ini akan sangat penuh.

penuh kan?
Hal lain yang saya harapkan adalah disediakannya fasilitas penginapan. Karena, peminat air panas rata-rata datang dari luar kota seperti Bandung, Jakarta, Depok, Bekasi, dan lain-lain. Akan sangat melelahkan jika orang yang datang dari luar kota tidak menginap terlebih dahulu di sini.


Saya sangat berharap dengan banyaknya tempat wisata pada umumnya di Indonesia, akan menjadi daya tarik Indonesia baik itu bagi wisatawan lokal, terlebih bagi wisatawan asing. Terakhir, saya juga sangat berharap semua turis (baik lokal atau asing) yang datang ke tempat wisata mampu menjaga dirinya untuk tidak mengotori lingkungan objek wisata. Indonesia adalah milik kita, dan kita sendiri yang harus menjaganya.

Betul?

Monday, 4 June 2018

,

Sudah seringkali saya menerima pesan-pesan singkat alias sms yang ga jelas. Ga jelas dalam artian dari segi isi sms maupun pengirimnya. Entah itu mama minta pulsa, papa ditilang di kantor polisi, sms dapat hadiah sekian juta dari perusahaan A, perusahaan B, bahkan sampai sms-sms yang isinya menawarkan judi online. Semua sms-sms ga jelas itu biasanya tidak pernah saya balas dan langsung saya hapus. Menuh-menuhin memori hp aja.

Tapi beberapa hari ini saya dapat sms ga jelas lagi yang menurut saya ini serius. Serius karena  isi dari sms itu adalah penagihan hutang!

Awalnya seperti biasa saya biarkan, saya takut ini penipuan. Tapi esoknya saya dapat sms lagi dan lagi. Begini isi pesannya:

"Nama: Cecep muhammad solihin. Jumlah yang harus dilunasi: Rp 859760.00. Rekening transfer: (BNI)8808101112794773, (BRI)2621510118730309, (MANDIRI)8860810115683416. [DanaRupiah]"

Karena saya tidak merasa kenal ataupun punya teman atau saudara dengan nama cecep muhamad solihin, ya saya biarkan saja pesannya. Tapi kemudian saya dihubungi lagi besoknya via pesan di whatsapp, begini isinya:


Mendapatkan pesan whatsapp seperti ini, saya jadi ingin tahu, apa itu Dana Rupiah. Setelah saya cari tahu, ternyata memang ada aplikasi online yang bisa meminjamkan uang secara instan dan cepat. Dana Rupiah ternyata memang salah satu KTA online yang memungkinkan orang untuk meminjam uang tanpa harus ke Bank. Singkatnya sih, kita tnggal duduk manis dengan handphone di tangan, isi data-data yang diperlukan, setelah proses verifikasi dana akan langsung cair. Nah, disini saya juga menemukan bahwa pihak Dana Rupiah akan memberi peringatan berupa sms saat tanggal jatuh tempo tiba.

Lagi-lagi karena saya merasa tidak pernah menggunakan aplikasi Dana Rupiah, apalagi meminjam uang, serta, saya juga tidak kenal dengan orang bernama Cecep Muhammad Solihin, jadi saya balas saja sejujurnya di pesan whatsapp.


Kemudian, pihak (yang mengaku) dari Dana Rupiah membalas bahwa nomor saya tertera di data Cecep Muhammad Solihin. Wah, gawat juga ini, bisaj saja nomor handphone saya dipakai dan disalahgunakan untuk keperluan seperti ini. Saya kemudian mempertegas bahwa saya memang benar-benar tidak mengenal orang yang bersangkutan dan bersedia membuktikannya.

Dan.. di pesan whatsapp yang terakhir, saya agak sedikit nge-gas sih.. hehehe, takutnya ini penipuan karena foto profilnya saja pake foto Gita Savitri Devi. Setelah saya kirim pesan whatsapp yang agak-agak nge-gas itu, nomor saya lalu diblokir..

Setelah nomor saya diblokir, saya kira masalah sudah selesai. Eh ternyata hari ini saya dihubungi lagi via telepon. Saya jawab dengan nada pasrah.. Saya benar-benar ga kenal.. Kalau ga percaya ke rumah aja dehh.. buu.. sini..  nanti saya suguhin indomie rebus pake telor dan cengek. Aseli deh saya ga kenal..

Banyak kemungkinan, tapi kesimpulan dari kasus ini menurut saya ada dua:
  1. Bisa jadi ini usaha penipuan, atau
  2. Orang yang bernama Cecep Muhammad Solihin menggunakan dan menyalahgunakan nomor saya untuk kepentingan pribadinya.
Jika ternyata yang terjadi adalah nomor 2, maka dari sini saya harus berhati-hati saat menuliskan nomor ponsel pribadi. Bisa saja, bapak Cecep ini dapat nomor saya dari formulir tertentu, seperti misalnya formulir survey, bon atau nota saat belanja di suatu toko, database saat isi pulsa di konter pulsa, atau mungkin yang lainnya yang saya tidak tahu.

Saya kemudian mulai keluar dari grup-grup whatsapp yang isinya ga penting-penting amat. Saya juga mulai berhenti untuk mengisi pulsa di konter hp, lebih baik saya isi pulsa di atm saja. Dan, untuk berbagai formulir-formulir yang dimana saya harus mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, saya lebih memilih untuk menuliskan nomor kantor saja daripada nomor ponsel pribadi.

Sedikit overprotected pada diri ya, tapi demi kenyamanan saya, saya harus melakukan hal itu. Saya takut kejadian yang sama terulang, dan nauzubillah kalau sampai berdampak yang lebih lagi.

Pesan saya terakhir, kepada bapak Cecep Muhammad Solihin.. silahkan untuk membayar kewajibannya ya :)


Thursday, 17 May 2018

,
Ini adalah cerita lanjutan dari trip kami selepas pulang dari hiking ria ke Gunung Papandayan bersama si kecil yang lalu. Rasa lelah dan pegal menyergapi tubuh kami. Tak terkecuali si anak bayi, sepertinya dia sudah bosan dan pegal juga setelah berjam-jam ada di gendongan ibunya.

Sebelum pulang kembali ke Bandung, kami memang berencana untuk menginap terlebih dahulu di Garut untuk sekedar melepas lelah, agar saat pulang kami sudah merasa sedikit segar. Rasanya akan sangat nyaman bila lelah dan pegal ini terobati dalam sebuah kolam air panas. Karena itulah, kami lalu melancong ke arah wisata alam Cipanas, Garut.

Wisata alam Cipanas Garut ini sudah lama ada. Sumber air panas alami nya melimpah, karena itulah tempat ini dinamakan Cipanas. Ci yang merupakan singkatan dari cai dalam bahasa sunda memiliki arti 'air'. Sumber air panasnya saya kira berasal dari Gunung Guntur.

Memang banyak sekali tempat penginapan baik itu hotel, motel, atau hanya sekedar rumah yang menyewakan kamar-kamarnya untuk bermalam. Harganya pun bervariasi, mulai dari 100ribuan hingga 1juta lebih. Harga ini akan jadi berlipat jika kita datang pada saat weekend atau hari libur.

Karena kami datang di Sabtu sore, semua penginapan selalu full booked. Sebetulnya ada sih, penginapan yang kosong. Tapi menurut kami harganya terbilang mahal, karena fasilitas nya hanya sebuah kamar biasa (tanpa AC, tanpa kipas) dan bak berendam di dalam dengan harga Rp 450.000. Wew!

Setelah 1 jam kami bulak balik mencari penginapan yang pas, akhirnya pak suami memutuskan untuk menginap di Banyu Alam Resort Garut ini. Saya iyakan saja mengingat badan saya yang sudah super lelah dan si kecil yang sudah mulai rewel.


Aih.. ternyata pilihan suami saya memang tepat! Begitu masuk ke dalam, saya sudah langsung jatuh cinta sama pemandangannya.

Suami saya memilih ruangan di bungalow B. Satu ruangan terdiri dari satu ruang keluarga, satu kamar, satu kamar mandi dengan bak rendam ukuran 1mx1.6mx0.5m (kira-kira), dan toilet terpisah. Hal yang membuat betah dan nyaman di bungalow ini yaitu balkonnya yang menghadap langsung ke kolam.

Fasilitas
Fasilitas yang didapat ntuk tipe ruangan yang kami pesan terdiri dari:
  • Kamar dengan tipe double bed
  • Bak rendam
  • Televisi
  • Kipas Angin
  • Toiletries
  • Free Air Mineral
  • Free Sarapan Pagi 


Hal lain yang membuat nyaman adalah kami bisa memarkirkan kendaraan kami tepat di belakang bungalow. Jadi kami tak perlu repot-repot berjalan jauh dari tempat parkir ke kamar sambil membawa tas atau tentengan lainnya. Begitu turun dari kendaraan, bisa langsung masuk kamar.

Ukuran bak rendam menurut saya terbilang besar. Dengan ukuran 1 meter x 1.6 meter dan kedalaman kurang lebih 0.5 meter, membuat kami leluasa selonjoran kaki saat berendam. Apalagi buat si bayi yang emang hobi banget main air ini. Airnya cukup hangat dan menurut saya sih ga terlalu panas, suhunya pas baik buat orang dewasa ataupun anak-anak.

Bangunan di bungalow ini memiliki arsitektur yang homey ala pedesaan. Dindingnya terbuat dari paduan tembok dan bilik bambu, lantai nya pun terbuat dari kayu. Tempat ini sangat cocok bagi mereka yang sudah bosan dengan nuansa modern dan ingin mencoba merasakan nuansa khas pedesaan. Hanya saja karena dindingnya terbuat dari bilik menjadikan suara dari kamar lain terdengar.

Baik di malam hari ataupun pagi hari, kita bisa menikmati pemandangan gunung Guntur yang tepat berada di kawasan Cipanas Garut dari sini. Di malam hari, dari tempat ini kita bisa melihat sorotan lampu senter dan headlamp yang dipakai para pendaki saat menaiki gunung Guntur. Yup, gunung Guntur ini adalah salah satu gunung favorit yang sering didaki oleh para pecinta alam di Jawa Barat. 

Pagi hari kami menikmati sarapan di sini. Ada beberapa jenis menu yang dihidangkan untuk sarapan, namun menurut saya variasi nya kurang banyak.. hehe. Makanan yang dihidangkan ada nasi goreng, telur mata sapi, roti isi selai coklat, mie goreng, buah-buahan (yang saya dapat hanya melon dan semangka), teh, kopi, dan jus jeruk. Soal rasanya yaa lumayan lah, sangat mirip dengan masakan saya di rumah hehe.

Lokasi
Banyu Alam Resort berlokasi di Jalan Raya Cipanas no 102, Garut, Jawa Barat. Sangat strategis karena berada di Garut Kota. Artinya dari sini kita bisa jalan-jalan menuju pusat keramaian kota Garut. Untuk membeli oleh-oleh pun tak jauh. Banyak sekali toko oleh-oleh Garut yang menjual berbagai macam makanan khas Garut dengan harga yang murah.

Lokasinya dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan dari kota Bandung. Tinggal ikuti saja petunjuk yang mengarah ke Garut. Jika sudah sampai di Garut, tinggal ikuti petunjuk ke arah Cipanas.

Harga Kamar
Ini harga kamar yang saya dapat saat weekend. Bisa jadi harganya lebih mahal atau bahkan lebih murah, tergantung kebijakan pihak hotel.


Kesimpulan
Dari pengalaman yang saya deskrispsikan di atas, mungkin ini sedikit rangkuman yang bisa jadi acuan bagi yang ingin menginap disini.

Hal-hal yang saya sukai dari tempat ini:
  1. Lokasi nya strategis, karena berada di pusat kota Garut dan tidak jauh pula dari Bandung.
  2. Tempat menginap sangat mengusung tema alam pedesaan.
  3. Sangat cocok untuk dijadikan tempat liburan keluarga.
  4. Bak berendam lumayan besar, cukup untuk 2 orang dewasa dan 1 orang anak.
  5. Suhu air pas, bahkan bisa diatur jika terlalu panas bisa dibuka keran air dinginnya.
  6. Staff nya sangat ramah.
  7. Parkir kendaraan bisa langsung di belakang kamar tempat menginap.
  8. Pemandangannya bagus, cocok untuk tempat foto-foto dan nambahin koleksi di instagram *lol.
Hal-hal yang mungkin bisa di improve:
  1. Menu sarapan, akan lebih baik jika varian menu nya ditambah lagi.
  2. Suara dari kamar lain cukup terdengar ke kamar saya, jadi agak berisik. 
Well, secara keseluruhan saya akan rekomendasikan tempat ini jika ada yang ingin menginap dan berendam air hangat di Garut. Ada yang tertarik?

Follow Us @soratemplates